astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (15/10), setelah sempat dibuka menguat 0,51 persen di awal perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 0,40 persen ke level 8.034,64, turun dari posisi sebelumnya di 8.066,52.
Pelemahan IHSG kali ini sejalan dengan tekanan di sejumlah sektor utama, terutama teknologi, utilitas, dan bahan baku. Mengutip data Refinitiv, sektor teknologi terkoreksi paling dalam sebesar -1,8 persen, disusul utilitas -1,77 persendan bahan baku -1,26 persen.
Dari sisi perdagangan, aktivitas bursa masih terpantau ramai. Sebanyak 19,80 miliar saham berpindah tangan dengan 1,62 juta kali transaksi dan total nilai mencapai Rp14,62 triliun. Namun, dominasi pelemahan terlihat jelas dengan 467 saham turun, sementara 245 saham menguat, dan 244 saham stagnan.
Sejumlah saham konglomerat menjadi penekan utama indeks. Saham Multipolar Technology (MLPT) milik Grup Lippo anjlok 9,55 persen, berkontribusi sebesar -8,14 poin terhadap pelemahan IHSG.
Saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu juga ikut melemah, Barito Renewables Energy (BREN), Barito Pacific (BRPT), dan Chandra Asri Pacific (TPIA), kompak masuk daftar 10 saham pemberat utama indeks.
Tekanan tambahan datang dari emiten milik Haji Isam, yakni Jhonlin Agro Raya (JARR) dan Pradiksi Gunatama (PGUN), yang sama-sama terkoreksi setelah sempat melonjak ribuan persen dalam enam bulan terakhir.
Meski begitu, investor asing masih aktif melakukan aksi beli di beberapa saham unggulan. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar senilai Rp85,3 miliar, diikuti Aneka Tambang (ANTM)senilai Rp61,5 miliar, dan Japfa Comfeed (JPFA) Rp45,6 miliar.
Berikut daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan sesi I:
- Rukun Raharja (RAJA): Rp85,3 miliar
- Aneka Tambang (ANTM): Rp61,5 miliar
- Japfa Comfeed (JPFA): Rp45,6 miliar
- Bank Central Asia (BBCA): Rp43,4 miliar
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN): Rp42,4 miliar
- Merdeka Gold Resources (EMAS): Rp29 miliar
- Raharga Energi Cepu (RATU): Rp24,5 miliar
- Adaro Andalan Indonesia (AADI): Rp21,4 miliar
- Merdeka Copper Gold (MDKA): Rp20,5 miliar
- Kalbe Farma (KLBF): Rp19,9 miliar
Dengan berbagai tekanan dari sektor teknologi dan konglomerasi besar, pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan IHSG pada sesi II, apakah mampu rebound atau lanjut meluncur di zona merah.

