Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

IHSG Anjlok, Investor Asing Malah Borong Saham Ini

astakom.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (15/10), setelah sempat dibuka menguat 0,51 persen di awal perdagangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 0,40 persen ke level 8.034,64, turun dari posisi sebelumnya di 8.066,52.

Pelemahan IHSG kali ini sejalan dengan tekanan di sejumlah sektor utama, terutama teknologi, utilitas, dan bahan baku. Mengutip data Refinitiv, sektor teknologi terkoreksi paling dalam sebesar -1,8 persen, disusul utilitas -1,77 persendan bahan baku -1,26 persen.

Dari sisi perdagangan, aktivitas bursa masih terpantau ramai. Sebanyak 19,80 miliar saham berpindah tangan dengan 1,62 juta kali transaksi dan total nilai mencapai Rp14,62 triliun. Namun, dominasi pelemahan terlihat jelas dengan 467 saham turun, sementara 245 saham menguat, dan 244 saham stagnan.

Sejumlah saham konglomerat menjadi penekan utama indeks. Saham Multipolar Technology (MLPT) milik Grup Lippo anjlok 9,55 persen, berkontribusi sebesar -8,14 poin terhadap pelemahan IHSG.

Saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu juga ikut melemah, Barito Renewables Energy (BREN), Barito Pacific (BRPT), dan Chandra Asri Pacific (TPIA), kompak masuk daftar 10 saham pemberat utama indeks.

Tekanan tambahan datang dari emiten milik Haji Isam, yakni Jhonlin Agro Raya (JARR) dan Pradiksi Gunatama (PGUN), yang sama-sama terkoreksi setelah sempat melonjak ribuan persen dalam enam bulan terakhir.

Meski begitu, investor asing masih aktif melakukan aksi beli di beberapa saham unggulan. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menjadi saham dengan net foreign buy terbesar senilai Rp85,3 miliar, diikuti Aneka Tambang (ANTM)senilai Rp61,5 miliar, dan Japfa Comfeed (JPFA) Rp45,6 miliar.

Berikut daftar 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan sesi I:

  • Rukun Raharja (RAJA): Rp85,3 miliar
  • Aneka Tambang (ANTM): Rp61,5 miliar
  • Japfa Comfeed (JPFA): Rp45,6 miliar
  • Bank Central Asia (BBCA): Rp43,4 miliar
  • Petrindo Jaya Kreasi (CUAN): Rp42,4 miliar
  • Merdeka Gold Resources (EMAS): Rp29 miliar
  • Raharga Energi Cepu (RATU): Rp24,5 miliar
  • Adaro Andalan Indonesia (AADI): Rp21,4 miliar
  • Merdeka Copper Gold (MDKA): Rp20,5 miliar
  • Kalbe Farma (KLBF): Rp19,9 miliar

Dengan berbagai tekanan dari sektor teknologi dan konglomerasi besar, pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan IHSG pada sesi II, apakah mampu rebound atau lanjut meluncur di zona merah.

Feed Update

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...

Genap Setahun, Rosan: Danantara Jadi Kekuatan RI Hadapi Tensi Geoekonomi Global

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka tasyakuran satu tahun Danantara, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pesan menyentuh tentang keberadaan Danantara. Rosan menyebut dalam satu tahun adanya...

Komisi XI DPR Umumkan 5 Anggota DK OJK, Friderica Jadi Ketua

astakom.com, Jakarta - Setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 10 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Komisi...

Positif! Kuartal I 2026: Indikator Ekonomi Domestik Ekspansi Kuat, Purbaya: Tetap Waspadai Ketidakpastian Global!

astakom.com, Ekbis- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I awal tahun 2026 ini. Indikator...