Direktur Eko Nugrianto: Banyak Masyarakat Belum Paham Eksistensi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan
astakom.com, Jaakarta- Pada diskusi publik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan hari ini (15/10/2025), Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nurgriyanto, mengatakan eksistensi dan pemahaman Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) masih minim atau kurang.
Pada sambutan di acara Diskusi Publik yang berlokasi di UIN Syarif Hidayatullah, Eko menyampaikan pentingnya pemahaman kepesertaan sekaligus kemanafaatan BPJS, dan membedakan antara BPJS Kesehatan dan juga BPJS Ketenagakerjaan.
“Walaupun BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dibawah naungan yang sama, tapi sebenarnya dua badan yang berbeda” ucapnya.
BPJS Ketenagakerjaan Menjamin Kecelakaan Kerja
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai Decision dibidang peningkatan optimalisasi kepesertaan ini menuturkan beberapa insiden atau musibah yang serin menerpa siapapun terasuk para pekerja informal, seperti tukang gali susmur, buruh bagunan harian lepas dan ojol.Eko Nugrianto menegaskan bahwa penting bagi masyarakat Indonesia sadar akan perlunya mengikuti program Jaminan sosial yang ada BPJS Ketenagakerjaan. "Ada banyak jutaan masyarakat yang bekerja dengan resiko di jalanan seperti ojol atau kurir, yang sangat rentan dengan keselamatan saat bekerja" ucapnya.
Akademisi Ikut Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan
Eko juga menjelaskan terdapat dua hal yang membuat masyarakat tidak mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Yaitu ketidaksadaran atau ketidaktauan, dan tidak mampu untuk membayar iuran BPJS KetenagakerjaanBerdasarkan yang disampaikan, lebih banyak masyarakat yang tidak tahu atau tidak sadar, dibanding tidak mampu membayar iuran tersebut.
Karena hal itu, Eko juga memperjelas pentingnya peran akademisi mampu turut mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya BPJS Ketenagakerjaan.
“Biasanya masyarakat itu sadar ketika resiko sudah terjadi, padahal seharusnya sebelum resiko itu terjadi”, ucapnya lagi.(aLv/aRsp)
Gen Z TakeawayPernyataan Eko Nurgriyanto di UIN Syarif Hidayatullah jadi pengingat penting bahwa banyak orang masih belum paham fungsi BPJS Ketenagakerjaan, padahal ini bentuk nyata negara hadir lindungi pekerja. Buat generasi muda yang sebentar lagi bakal terjun ke dunia kerja, ngerti bedanya BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan itu krusial banget—bukan cuma soal iuran, tapi soal keamanan finansial kalau risiko kerja datang tiba-tiba. Intinya, jangan nunggu celaka dulu baru sadar pentingnya perlindungan sosial.
Diperbarui 19.26 (15/10/2025)











