astakom.com, Jakarta – Perak, logam mulia yang selama ini kerap dipandang sebelah mata dibanding emas, diprediksi bakal jadi bintang baru di pasar komoditas global. Hal itu sebagaimana disampaikan Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan legendaris ‘Rich Dad Poor Dad’.
Diketahui, harga perak hari ini di pasar domestik masih mengacu pada data spot internasional dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurut data dari Exchange-Rates.org, harga perak spot di Indonesia berada di kisaran Rp 26.390 per gram.
Melalui sebuah unggahan di akun X pribadinya yang telah terverifikasi, Robert Kiyosaki memperkirakan harga logam mulia itu akan naik hingga 50 persen dalam kurun waktu setahun ke depan, dari yang saat ini berada di angka USD 50 menjadi USD 75 per ons.
“Silver will go from US$50 to US$75 soon. Buy coins before it takes off,” ujar Kiyosaki, dikutip astakom.com, Selasa (14/10). Ia menegaskan bahwa momentum kuat yang tengah dimiliki perak menandakan awal dari reli besar yang bisa memberi keuntungan signifikan bagi investor.
Kiyosaki, yang dikenal vokal terhadap sistem keuangan global, kembali menuding adanya manipulasi harga perak selama bertahun-tahun. Namun kini, menurutnya, logam berwarna putih tersebut sedang menuju rekor tertingginya.
Untuk itu, ia mengimbau para investor untuk segera membeli koin perak fisik, sebelum harganya melonjak, mengingat kondisi ekonomi global yang kini masih diselimuti ketidakpastian, sehingga memiliki aset riil seperti perak menjadi langkah yang tepat.
“Nilai dolar AS terus melemah akibat kebijakan moneter longgar dan utang pemerintah yang membengkak,” ujarnya.
Aset Nyata Jadi Pelindung Nilai
Proyeksi Kiyosaki ini sejalan dengan filosofi investasinya yang selalu menitikberatkan pada aset berwujud (tangible assets). Selain perak, ia merekomendasikan emas, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), serta aset produktif seperti properti, ladang minyak, dan peternakan.
Menurutnya, aset-aset ini berfungsi sebagai pelindung nilai (hedge) terhadap inflasi dan guncangan ekonomi global yang kian sering terjadi.
Berbeda dari mayoritas investor yang mengandalkan strategi portofolio 60/40 antara saham dan obligasi, Kiyosaki justru menyerukan diversifikasi ke arah yang lebih konkret, yakni dengan masuk ke pasar logam mulia.
“Investasi US$100 di perak hari ini bisa menjadi US$500 dalam setahun,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman lebih dari tiga dekade dalam mencapai kebebasan finansial membuktikan bahwa investasi di aset nyata lebih tahan terhadap gejolak pasar dibanding portofolio tradisional.
Kiyosaki menilai perak kini bukan hanya alat pelindung nilai, tetapi juga peluang emas di tengah ketidakstabilan global. Fenomena ini turut diperkuat oleh tren investor global yang semakin banyak meninggalkan saham untuk beralih ke aset alternatif, seperti Bitcoin, Ethereum, emas, dan perak.
Sepanjang tahun 2025, seluruh aset tersebut mencatat rekor harga tertinggi baru, termasuk emas dan perak, serta Bitcoin dan Ethereum yang merupakan aset kripto. Meskipun kenaikan yang terjadi disertai dengan volatilitas yang tajam.
Gen Z Takeaway
Kalau selama ini cuma ngelirik emas buat investasi, mungkin udah waktunya kasih spotlight ke silver squad. Robert Kiyosaki, si penulis “Rich Dad Poor Dad” bilang harga perak bisa naik 50 persen dalam setahun, dari USD 50 ke USD 75 per ons!
Di tengah dolar yang makin melemah dan ekonomi global yang roller coaster, perak bisa jadi pelindung nilai sekaligus peluang cuan gede. Jadi sebelum semua orang ngeh dan harga “take off”, mungkin ini saatnya buat punya aset nyata kayak perak, bukan cuma saldo digital yang gampang menguap.

