Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Program Magang Nasional Diperluas hingga Instansi Pemerintah

astakom.com, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memperluas pelaksanaan Program Magang Nasional agar tak hanya melibatkan perusahaan besar, tetapi juga mencakup kementerian, lembaga, badan pemerintah, dan pemerintah daerah.

Langkah ini diambil untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap program yang menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi pada tahun ini.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, hingga Senin (13/10) pukul 10.00 WIB, jumlah pendaftar program magang bergaji bagi lulusan baru (fresh graduate) telah mencapai lebih dari 100 ribu orang.

”Pemerintah melihat perlunya memperluas kesempatan magang, tidak hanya bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi instansi pemerintah,” ujar Yassierli di Jakarta, Senin (13/10).

Kendati demikian, perluasan pelaksanaan program magang itu akan diakomodir pada periode (batch) kedua. Pada periode tersebut, target peserta juga ditambah menjadi 80 ribu peserta. Sehingga pada tahun ini, akan ada 100 fresh graduate yang mengikuti program magang bergaji dari pemerintah.

Lebih lanjut, Yassierli menegaskan bahwa Program Magang Nasional merupakan bagian penting dari upaya memperkuat transisi lulusan pendidikan tinggi menuju dunia kerja.

“Banyak yang berbicara tentang link and match antara lulusan dan industri. Inilah bentuk nyata pemerintah hadir menjembatani hal tersebut,” kata dia.

Melalui program ini, lulusan sarjana dan diploma diharapkan dapat memperoleh pengalaman kerja langsung serta meningkatkan kompetensi teknis dan soft skill.

Pemerintah ingin memastikan agar para peserta magang tak hanya memahami teori saja, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan nyata di pasar tenaga kerja.

Untuk menjaga mutu pelaksanaan, Kemnaker menerapkan sistem pelaporan aktivitas harian secara daring. “Setiap peserta magang wajib melaporkan aktivitas harian secara daring,” ujar Yassierli.

Selain itu, setiap perusahaan atau instansi tempat magang diwajibkan menunjuk mentor yang bertanggung jawab melakukan evaluasi bulanan terhadap pencapaian peserta, baik dari segi kompetensi teknis maupun pengembangan soft skill.

Namun demikian, Yassierli menegaskan bahwa keikutsertaan dalam program ini tidak otomatis menjamin peserta menjadi karyawan tetap.

“Kami tidak mewajibkan perusahaan merekrut peserta, tetapi jika selama enam bulan magang mereka menunjukkan kinerja baik, tentu peluang direkrut akan lebih besar. Perusahaan juga diuntungkan karena sudah mengenal kualitas kandidatnya,” katanya.

Prabowo Intruksikan Magang Harus Merata

Yassierli juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar kesempatan magang dibuka seluas-luasnya dan merata di seluruh provinsi, termasuk bagi lulusan diploma.

“Arahan Bapak Presiden jelas, kesempatan magang harus diberikan seluas-luasnya dan merata di semua provinsi. Tidak hanya bagi sarjana, tapi juga lulusan diploma,” kata dia.

Sebagai tindak lanjut, Kemnaker telah mengimbau seluruh kepala daerah untuk mendorong lebih banyak perusahaan dan instansi pemerintah berpartisipasi dalam program ini.

Dengan perluasan skema dan sistem evaluasi yang ketat, Program Magang Nasional diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi tenaga kerja muda, sekaligus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan Indonesia menuju era ekonomi baru.

Gen Z Takeaway

Program Magang Nasional ini bukan cuma soal “ngantor sambil belajar”, tapi udah kayak training camp buat masa depan karier. Pemerintah kasih panggung luas — dari kementerian sampai pemda — biar anak muda bisa unjuk skill, bukan sekadar ngumpulin sertifikat.

Jadi kalau kamu lagi mikir mau upgrade diri, ini saatnya: bukan nunggu peluang datang, tapi magang buat bikin peluang itu sendiri.

Feed Update

Drama Selat Hormuz: Dua Kapal Pertamina Masih Hold di Teluk, Pemerintah Gaspol Negosiasi

astakom.com, Jakarta - Dua kapal Pertamina, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di zona konflik Timur Tengah (Timteng). Pemerintah saat ini terus bernegosiasi...

APBN Defisit Rp135,7 Triliun di Triwulan I 2026, Purbaya Sebut Masih Terkendali

astakom.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai Februari 2026 dalam gelaran konferensi pers...

Harga Emas Kompak Drop, Antam Turun Rp45 Ribu

astakom.com, Jakarta - Harga emas hari ini Kamis (12/3/2026) kompak turun. Untuk emas antam turun Rp45.000 jadi Rp3.042.000 per gram, dari harga sebelumnya 11...

Genap Setahun, Rosan: Danantara Jadi Kekuatan RI Hadapi Tensi Geoekonomi Global

astakom.com, Jakarta - Dalam rangka tasyakuran satu tahun Danantara, CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan pesan menyentuh tentang keberadaan Danantara. Rosan menyebut dalam satu tahun adanya...

Komisi XI DPR Umumkan 5 Anggota DK OJK, Friderica Jadi Ketua

astakom.com, Jakarta - Setelah melalui uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada 10 calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK), Komisi...

Positif! Kuartal I 2026: Indikator Ekonomi Domestik Ekspansi Kuat, Purbaya: Tetap Waspadai Ketidakpastian Global!

astakom.com, Ekbis- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa ekonomi Indonesia tengah mengalami ekspansi yang kuat pada kuartal I awal tahun 2026 ini. Indikator...