Sabtu, 14 Mar 2026
Sabtu, 14 Maret 2026

Kemenko Pangan Optimistis Swasembada Beras Tercapai Tahun Ini

astakom.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) optimistis target swasembada beras dapat tercapai pada tahun ini. Langkah ini dinilai menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kalau kita bilang swasembada untuk komoditas beras, sudah bisa tahun ini dicapai,” kata Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti saat menjadi pembicara dalam kegiatan Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2025 di Jakarta, Rabu (10/9).

Strategi Pemerintah Capai Swasembada

Menurut Nani, pencapaian swasembada beras tahun ini tidak lepas dari program ekstensifikasi lahan serta kebijakan percepatan pembangunan kawasan pangan. Pemerintah juga memaksimalkan pemanfaatan lahan tidur untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional, sehingga ketersediaan pangan dapat terpenuhi tanpa bergantung pada impor.

Selain peningkatan produksi, pemerintah memberi perhatian pada dampak perubahan iklim yang bisa mengganggu pasokan pangan. Karena itu, program ekstensifikasi dijalankan dengan prinsip ramah lingkungan, memperhatikan tata guna lahan, restorasi, dan keberlanjutan ekosistem pertanian.

“Pangan ditempatkan sebagai pusat penggerak kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kebijakan swasembada menjadi bagian penting dari pembangunan ekonomi kerakyatan,” tegas Nani.

Desa Jadi Pusat Ekosistem Pangan

Kemenko Pangan menilai desa sebagai pusat ekosistem pembangunan pangan. Penguatan desa dinilai sebagai kunci utama untuk mewujudkan swasembada beras dan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.

Sejumlah program tambahan juga disiapkan pemerintah, mulai dari penyediaan makanan bergizi gratis hingga penguatan koperasi desa. Langkah ini dirancang agar ketahanan pangan tidak hanya terpenuhi, tetapi juga berkelanjutan.

Dampak Global dan Dukungan Internasional

Lebih jauh, Nani menuturkan bahwa swasembada pangan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan domestik, melainkan juga mendukung negara lain yang membutuhkan melalui bantuan internasional.

“Untuk ke depan kita mungkin juga harus berjaga untuk bisa men-support misalnya negara-negara yang sangat membutuhkan (beras) karena sekarang kita juga ada bantuan internasional namanya, tapi masih sedikit kuotanya,” ujar Nani.

Tiga Pilar Swasembada

Secara umum, Kemenko Pangan merancang tiga pilar utama untuk mendukung swasembada pangan:

  • Intensifikasi – penyediaan pupuk bagi petani, percepatan pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi, pendayagunaan penyuluh pertanian, hingga penyediaan bibit unggul.
  • Ekstensifikasi – optimalisasi lahan tidur untuk meningkatkan kapasitas produksi.
  • Pangan Biru – pengembangan sistem pangan yang berbasis pada keberlanjutan ekosistem perairan.

Dengan optimisme tinggi, Kemenko Pangan menargetkan swasembada beras benar-benar terwujud pada tahun ini, sekaligus memperkuat ketahanan nasional dan meningkatkan posisi Indonesia di kancah global.

Gen Z Takeaway

Guys, pemerintah lagi pede banget kalau tahun ini Indonesia bisa swasembada beras. Kuncinya ada di tiga pilar: intensifikasi (pupuk & bibit unggul), ekstensifikasi (optimalkan lahan tidur), plus pangan biru yang eco-friendly.

Fokusnya bukan cuma biar kita nggak impor, tapi juga bikin desa jadi pusat ekosistem pangan, kasih makanan bergizi gratis, sampai support negara lain lewat bantuan internasional. Intinya, beras lokal bakal jadi senjata strategis buat ketahanan pangan dan gengsi Indonesia di level global.

Feed Update

Spek Tempur Giuseppe Garibaldi: Kapal Induk Italia yang Segera jadi Milik TNI!

astakom.com, Techno  - Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam penguatan teknologi pertahanan laut. Kementerian Pertahanan RI memastikan kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi merupakan hibah...

3 Rafale Tiba di Indonesia, Kemhan: Menunggu Jadwal Istana

Kementerian Pertahanan memastikan Presiden RI Prabowo Subianto akan hadir dalam seremoni penerimaan tiga pesawat tempur Rafale yang kini telah menjadi alutsista baru TNI Angkatan Udara (TNI AU).

Kisah Heroik Marlina Wiguna: Ibu Bhayangkari yang Dijuluki ‘Malaikat Penyintas’

astakom.com, Jakarta — Di tengah situasi bencana banjir dan longsor, hadir seorang perempuan yang keberaniannya banyak orang terpukau. Marlina Wiguna Lumban Tobing, seorang Ibu Bhayangkari,...

Komandan Puspenerbal Laksda TNl Bayu Alisyahbana Terima Tanda Kehormatan Brevet Hiu Kencana

astakom.com, Jakarta — Komandan Pusat Penerbangan TNl Angkatan Laut (Danpuspenerbal), Laksda TNl Bayu Alisyahbana menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana dari Kepala Staf Angkatan Laut...

89 Personel TNI AU Ikuti Pelatihan CH-4 Batch 2 di China, Perkuat SDM untuk Alutsista Masa Depan

TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mengawaki alat utama pertahanan dan keamanan (alpalhankam) generasi baru. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan CH-4 Batch 2 yang resmi dimulai di Taizhou, China, pada Selasa (25/11).

Wakil Panglima TNI Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 139 Perwira Tinggi

Sebanyak 139 Perwira Tinggi (Pati) TNI resmi menerima kenaikan pangkat dalam upacara Laporan Korps yang dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. di GOR A. Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (1/12).