Bupati Koltim "Ditangkap Usai Rakernas": Saat Panggung Partai Berubah Jadi Pintu Masuk KPK
astakom, Makassar - Di balik gemerlap Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem di Makassar, Kamis (7/8) malam, terselip sebuah momen dramatis yang luput dari panggung utama.
Setelah menyimak pidato-pidato penuh semangat tentang perubahan dan restorasi, salah satu kader partai justru ‘dijemput’ oleh kenyataan pahit penegakan hukum.
Abdul Azis, Bupati Kolaka Timur sekaligus kader Partai NasDem, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak lama setelah menyelesaikan agendanya di Rakernas. Ia langsung dimintai keterangan awal oleh tim lembaga antirasuah di Polda Sulawesi Selatan.
Malam yang seharusnya ditutup dengan euforia politik justru menjadi titik awal proses hukum bagi Azis. Ia keluar dari arena Rakernas bukan sebagai delegasi, tetapi sebagai tersangka yang tengah diincar lembaga pemberantas korupsi.
Momen ini menjadi simbol kontras, antara pidato politik dan penindakan hukum, antara panggung elite dan panggilan integritas.
Belum ada pernyataan resmi dari Partai NasDem terkait penangkapan ini. Namun, publik tentu menanti respons dari Surya Paloh, sang ketua umum yang selama ini getol mendorong semangat perubahan.
Penangkapan Abdul Azis ini mempertegas pesan KPK: tak ada ruang aman bagi dugaan korupsi, bahkan di tengah keramaian Rakernas partai.
Sebuah pesan yang telak, bahwa panggung politik bukan tameng dari hukum justru menjadi tempat paling terang untuk menyoroti kebenaran.
Kini, dari Makassar ke markas KPK, perjalanan politik Abdul Azis memasuki babak baru. Rakernas mungkin telah usai, tapi drama hukum baru saja dimulai.











