Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Momen Prabowo Kunker ke Bandung Naik Kereta Cepat Whoosh Bareng Warga

astakom, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto bertolak menuju Bandung, Jawa Barat, menggunakan kereta cepat “Whoosh” bersama masyarakat dari Stasiun Halim, Jakarta, pada Rabu (6/8) malam.

Keberangkatan Kepala Negara kali ini terbilang istimewa karena tidak menggunakan pesawat atau helikopter untuk menempuh perjalanan dinas, tetapi kali ini Prabowo memilih moda transportasi Kereta Cepat Whoosh.

Kereta Cepat Whoosh yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan bukanlah kereta khusus. Selain Kepala Negara, sejumlah penumpang umum juga turut menikmati perjalanan cepat ini.

Ia tiba di stasiun sekitar pukul 19.45 WIB. Saat tiba, Prabowo mengenakan pakaian berwarna krem, termasuk jaket yang dipakainya dan topi berwarna topi biru tua.

Menariknya, Prabowo terlihat ikut tapping kartu di pintu tiket seperti penumpang lainnya. Tak seberapa lama, lalu ia berjalan menaiki eskalator menuju peron.

Momen itu sontak membuat banyak warga yang terkejut sekaligus antusias. Kemudian Prabowo berjalan menuju peron dan melambaikan tangan ke arah pengunjung, serta wartawan.

Tiba di peron dan sebelum masuk ke dalam kereta, Prabowo terlebih dahulu berfoto bersama kru Whoosh.

Tepat pukul 20.00 WIB, kereta cepat Whoosh berangkat meninggalkan Jakarta menuju Stasiun Tegalluar, Bandung. Ini adalah perjalan Prabowo pertama kali menggunakan kereta cepat Whoosh sejak dilantik jadi Presiden.

Prabowo sendiri sempat pertama kali naik Whoosh saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan), saat mendampingi Presiden ke-7 Jokowi, dari Stasiun Tegalluar Jawa Barat ke Stasiun Halim Jakarta Timur pada Selasa, 19 Agustus 2023 lalu.

Sementara setelah menjadi Presiden, dia kini berencana memperpanjang jalur Whoosh dari awalnya hanya Jakarta-Bandung, nantinya hingga ke Surabaya. Proyek tersebut menjadi salah satu prioritas strategis di era pemerintahannya.

Adapun Presiden dijadwalkan membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) ITB, Bandung pada 7–9 Agustus 2025.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menjadi pembicara utama, bersama dengan para peraih Nobel, seperti Konstantin Novoselov dan Menteri Pendidikan, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto.

Dengan mengusung tema “Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Melalui Penguasaan Sains dan Teknologi”, KSTI 2025 menjadi forum strategis berskala nasional dan internasional.

Feed Update

Anak Buah Prabowo Apresiasi Persiapan Pengamanan Nyepi dan Lebaran 2026

Astakom.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, memberikan apresiasi kepada jajaran Polri atas kesiapan mereka dalam mengamankan...

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman Sudjatmiko: Langkah Strategis Putus Rantai Kemiskinan

astakom.com, Jakarta — Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menilai program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah...

Kemenkes Dukung PP Tunas, Soroti Dampak Kesehatan Anak

astakom.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital yang tengah didorong pemerintah melalui sejumlah...

Para Aktivis Internasional Apresiasi Presiden Prabowo: Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah!

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Rencana Presiden...

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Populasi Gajah Sumatera dan Kalimantan

astakom.com, Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah sebagai langkah intervensi negara melindungi satwa. Hal itu...

Tetap Pantau Konflik Timur Tengah! Kemenpar Pastikan Wisata Indonesia Tetap Aman Buat Traveler

astakom.com, Jakarta – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang ikut dipantau pemerintah karena berpotensi memengaruhi mobilitas perjalanan global. Meski...