Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Siswa Indonesia Raih Tiga Perunggu dan Dua Honorable Mention IPhO 2025 Prancis

astakom, Tangerang – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa Indonesia di ajang talenta internasional. Tim Indonesia sukses merebut tiga medali perunggu dan dua Honorable Mention pada ajang Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-55 yang berlangsung pada 18–24 Juli 2025 di Paris, Prancis. Kompetisi ini diikuti oleh 405 siswa dari 92 negara.

Tiga medali perunggu dipersembahkan oleh Daffa Virwandy (SMA Negeri 17 Palembang), Muhammad Rakha Naufal Maulana (SMA Negeri 1 Kota Serang), dan Muhammad Dakita Arfa Alfaritsi (MAN 2 Kota Malang). Sementara dua Honorable Mention diraih oleh Arkaan Javier (MAN 2 Kota Malang) dan Gusti Komang Abhika Atmaja (SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta).

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para siswa yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa.

“Selamat kepada adik-adik. Semoga pengalaman selama pembinaan dan berkompetisi di ajang internasional menjadi bekal berharga di masa depan,” kata Irene, Rabu (16/7). Irene juga menambahkan apresiasi kepada tim pembina yang telah mendampingi para siswa.

Kepala Subbagian Tata Usaha Puspresnas, Abdullah Faiz, yang turut menyambut langsung kedatangan delegasi Indonesia, juga menyampaikan kebanggaannya.
“Adik-adik sudah melalui proses panjang, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) hingga tahap pembinaan. Terima kasih dan bangga dengan perjuangan kalian,” ungkap Faiz.

Triyanta dari Institut Teknologi Bandung (ITB) selaku Koordinator Pembina IPhO, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini semakin ketat.
“Anak-anak sudah berusaha dengan baik. Peserta IPhO kali ini dua kali lebih banyak dibanding tahun lalu, yakni bersaing dengan 405 siswa dari 92 negara,” tutur Triyanta.

Salah satu peraih medali perunggu, Daffa Virwandy, berbagi cerita mengenai tantangan yang dihadapi.
“Kami menjalani dua tahapan tes, yakni tahap eksperimen dan tahap teori. Pada tahap eksperimen, kami mengerjakan soal berbeda selama lima jam, dan tahap teori juga mengerjakan tiga soal dalam lima jam,” jelas Daffa.

Ia pun menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya. “Sangat bangga bisa berkontribusi mengharumkan nama Indonesia. Usaha saya selama tiga tahun terakhir akhirnya terwujud. Terima kasih kepada Puspresnas dan pembina,” ucapnya.

Senada dengan Daffa, Muhammad Rakha Naufal Maulana juga merasa bangga meraih medali di ajang bergengsi tingkat dunia ini.
“Bangga bisa meraih medali di IPhO,” ungkap Rakha.

Ia juga berpesan kepada teman-temannya di seluruh Indonesia agar tetap percaya diri dalam mengejar prestasi. “Jangan pernah memikirkan perkataan orang lain. Jika ada yang berkata apapun tentang kalian, jadikanlah itu sebagai bahan bakar untuk membuktikan,” tambah Rakha.

Sebagai informasi, International Physics Olympiad (IPhO) merupakan kompetisi fisika internasional paling bergengsi untuk siswa sekolah menengah. Kompetisi ini bertujuan menguji pengetahuan, keterampilan analitis, berpikir kritis, pemecahan masalah, serta kompetensi dalam fisika teoretis dan eksperimental di tingkat tertinggi.

Feed Update

Kemkomdigi Buka Akses Informasi PP Tunas Lewat Situs tunasdigital.id

astakom.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka akses informasi terkait kebijakan perlindungan anak di ruang digital melalui situs tunasdigital.id. Platform ini disiapkan sebagai...

Google Maps Hadirkan Navigasi 3D dan AI Gemini, Pengguna Kini Bisa ‘Ngobrol’ dengan Peta

astakom.com, Jakarta – Google kembali menghadirkan inovasi pada layanan navigasinya. Melalui pembaruan terbaru, Google Maps kini dilengkapi tampilan navigasi 3D imersif serta integrasi kecerdasan...

Disepakati 7 Kementrian! AI Resmi Masuk Dunia Pendidikan Indonesia

astakom.com, Techno– Pemerintah resmi menetapkan pedoman pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri. Kebijakan lintas...

Indonesia Siap Sambut Era 6G, BRIN Kembangkan Antena Mini untuk Internet Super Ngebut

astakom.com, Jakarta - Indonesia mulai menyiapkan fondasi teknologi internet generasi berikutnya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan teknologi antena yang dirancang untuk...

Mudik Lebaran 2026 Makin Canggih, Korlantas Polri Kerahkan Drone dan Sistem Informasi Real-Time

astakom.com, Jakarta - Lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran 2026 mendorong Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat pengawasan lalu lintas dengan teknologi digital. Salah...

Libur Lebaran Jangan Cuma Main HP, Menkomdigi Ajak Orang Tua Batasi Gadget Anak

astakom.com, Jakarta - Libur Lebaran dinilai menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk kembali mempererat hubungan tanpa terlalu bergantung pada perangkat digital. Pemerintah pun...