Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen

astakom, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen pada Juli 2025.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang berlangsung baru-baru, dengan mempertimbangkan prospek ekonomi dan risiko global ke depan.

“Berdasarkan asesmen, prospek, maupun berbagai risiko yang dihadapi ke depan, rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 15–16 Juli 2025 memutuskan untuk menurunkan BI rate sebesar 25 basis points menjadi 5,25 persen,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, dikutip astakom.com, Rabu (16/7).

Tak hanya BI rate, suku bunga deposit facility juga ikut dipangkas menjadi 4,5 persen, dan lending facility diturunkan menjadi 6 persen.

Perry menjelaskan bahwa keputusan ini sejalan dengan proyeksi inflasi yang terkendali. “Keputusan memangkas BI rate sudah konsisten dengan makin rendahnya perkiraan inflasi pada 2025 dan 2026 yang berada dalam sasaran 2,5 persen, plus minus 1 persen,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi pertimbangan utama. Selain menjaga stabilitas, kebijakan ini dimaksudkan untuk memberikan ruang pertumbuhan bagi ekonomi nasional.

Ke depan, BI akan terus meninjau peluang penurunan suku bunga tambahan. Namun, Perry menegaskan setiap langkah akan tetap mempertimbangkan kondisi nilai tukar dan dinamika inflasi, mengingat ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.

“Penurunan BI rate perlu mempertimbangkan stabilitas kurs rupiah dan laju inflasi, terutama di tengah gejolak perekonomian global maupun domestik,” jelasnya.

Selain kebijakan suku bunga, BI juga memperkuat langkah makroprudensial secara akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan, menurunkan suku bunga kredit, serta meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan.

Di sektor sistem pembayaran, BI fokus memperluas penggunaan pembayaran digital serta memperkuat infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran nasional.

“Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran ini untuk mempertahankan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Perry.

Ia juga menyebutkan beberapa langkah pendukung yang akan dijalankan ke depan, seperti penguatan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah serta pelaksanaan operasi moneter yang lebih pro-pasar.

Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen Bank Indonesia untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan dukungan terhadap pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Feed Update

Korlantas Polri Catat 459 Ribu Kendaraan telah Keluar dari Jakarta

astakom.com, Jakarta — Memasuki momen mudik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut sebanyak 459.570 kendaraan telah keluar dari Jakarta. Laporan ini disampaikan Korlantas...

Momen Bahlil Bercanda Nyeletuk ‘Uang Terus’ saat Amran Ajukan Pinjaman ke Purbaya

astakom.com, Jakarta — Momen lucu terjadi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, ketika Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memaparkan laporan komoditas...

Presiden Prabowo: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Bangsa, Bukan Pengusaha

astakom.com, Jakarta — Membahas mengenai kekayaan alam, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa seluruh kekayaan alam atau sumber daya alam (SDA) di Indonesia adalah...

Cendikiawan NU: Perang Amerika-Iran-Israel Jangan Bawa- Bawa Agama!

astakom.com, Jakarta- Pada sebuah Talkshow di stasiun Tv Nasional, cendikiawan muda NU Islah Bahrawi atau sosok yang biasa disapa Cak Islah ini menekankan tidak...

Perempuan Gerindra Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagikan 1.000 Paket Sembako

astakom.com, Jakarta – Jumat berkah. Begitulah gambaran suasana hangat dan penuh kebersamaan yang terpancar di Kantor DPP Partai Gerindra pada Jumat sore (13/3/2026). Momen hangat...

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...