Jumat, 13 Mar 2026
Jumat, 13 Maret 2026

Pakar Budaya Dukung Kebijakan Wajib Berbahasa Jawa di Sekolah

astakom, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah berani dengan mengeluarkan kebijakan wajib berbahasa Jawa di sekolah setiap hari Kamis. Langkah ini diambil di tengah derasnya arus globalisasi dan budaya digital.

Pakar Budaya, yang juga dosen Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Airlangga (UNAIR), Puji Karyanto mendukung penuh kebijakan tersebut, yang dinilainya sebagai ‘Rekayasa Budaya’ untuk menyelamatkan bahasa ibu yang mulai terpinggirkan.

“Pada dasarnya eksistensi sebuah kebudayaan bisa melalui dua jalur. Yaitu jalur alamiah karena ada hubungan memiliki antara budaya dan masyarakatnya, serta jalur rekayasa seperti yang dilakukan dinas dengan mewajibkan penggunaan bahasa Jawa,” jelas Puji, dikutip astakom.com, Rabu (9/7).

Ia mengungkapkan, penggunaan bahasa Jawa saat ini cenderung menurun, terutama di kalangan generasi muda. Nilai mata pelajaran bahasa Jawa yang kerap lebih rendah dibanding bahasa Inggris disebut sebagai indikator minimnya penerimaan bahasa daerah dalam keseharian para siswa.

“Artinya, penggunaan bahasa Jawa belum diterima secara baik dalam kehidupan keseharian mereka,” ujarnya.

Meskipun kebijakan ini disambut positif, Puji menilai keberhasilannya akan sangat bergantung pada sejauh mana pelaksanaannya dilakukan dengan konsisten.

“Surabaya dalam peta kebudayaan Jawa tergolong pinggiran. Bukan pusat budaya Jawa. Maka pengenalan budaya Jawa mainstream tetap diperlukan,” tambahnya.

Namun tantangan tetap ada, khususnya di sekolah-sekolah yang siswanya berasal dari latar belakang budaya dan bahasa ibu yang beragam. Dalam konteks ini, kolaborasi menjadi kunci.

“Kalau semua pemangku kepentingan aware, maka kendala seperti perbedaan dialek Jawa Surabaya dengan Jawa Mataraman bisa diatasi bersama,” jelas Puji.

Puji juga menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam penerapan kebijakan ini. Bahasa Jawa tak bisa diajarkan hanya sebagai struktur linguistik, melainkan juga sebagai pengantar nilai dan rasa.

“Belajar tembang macapat misalnya, akan menumbuhkan kegembiraan sekaligus mengenalkan sastra Jawa yang puitis dan berbeda dengan bahasa keseharian,” ungkapnya.

“Bahasa Jawa itu penuh perasaan. Misalnya kata ‘jatuh’ dalam bahasa Indonesia hanya satu, sedangkan dalam bahasa Jawa ada gelungup, kejengkang, dan sebagainya. Ini mengajarkan nilai rasa kepada penuturnya,” sambung Puji.

Ia berharap kebijakan ini tidak bersifat musiman atau simbolik, tetapi dijalankan secara berkelanjutan dan terukur. Jika kurang berhasil, kata dia, maka harus dicari terobosannya.

“Selain itu, perlu inovasi-inovasi agar sosialisasi bahasa Jawa ke generasi Z tidak hanya sebatas pedagogi, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari,” pungkasnya.

Feed Update

Hilal Check! BMKG & BRIN Prediksi Lebaran 2026 Jatuh pada 21 Maret

astakom.com, Jakarta - Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, muncul diskursus mengenai perbedaan tanggal hari raya yang diprediksi jatuh antara 20 atau 21 Maret 2026. Sebagai rujukan...

Kemenpar Gaspol Benahi Standar Usaha Pariwisata, Perkuat Perizinan dan Sertifikasi

astakom.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) terus memperkuat tata kelola sektor pariwisata dengan menekankan pentingnya perizinan, standardisasi, dan sertifikasi bagi pelaku usaha...

Mendikdasmen Resmikan 726 Sekolah Hasil Revitalisasi TA 2025 di Aceh

astakom.com, Jakarta — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun anggaran (TA) 2025 di Kabupaten Bireuen, Provinsi...

Eks Menag Yaqut Resmi Ditahan KPK Hari Ini untuk 20 Hari Pertama

astakom.com, Jakarta — Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut telah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan tindak...

Satgas PKH Segel Tambang Ilegal PT Mineral Trobos di Malut, Denda lagi Dihitung

astakom.com, Jakarta — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel area operasional PT Mineral Trobos yang diduga melakukan penambangan ilegal di kawasan hutan...

Seskab Teddy Minta Masyarakat Dukung PP Tunas: Lindungi Anak di Ruang Digital

astakom.com, Jakarta — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung implementasi Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2025 tentang Perlindungan Tata Kelola...