Minggu, 15 Mar 2026
Minggu, 15 Maret 2026

DPR Ingatkan soal Transparansi Penjualan Minyak Jelantah MBG

astakom, Jakarta – Dukungan terhadap pemanfaatan minyak jelantah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bahan baku bioavtur mengemuka sebagai langkah inovatif dalam mendukung ekonomi hijau.

Namun, Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam proses pengelolaannya.

“Harus jelas, hasil penjualannya ke mana? Apakah dimasukkan sebagai tambahan pemasukan untuk SPPG? Kalau iya, uang itu digunakan untuk apa? Jangan sampai menimbulkan celah penyalahgunaan,” ungkap Nurhadi dalam keterangannya, dikutip astakom.com, Kamis (26/6).

Ia menyambut baik inisiatif yang diajukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pemanfaatan minyak jelantah MBG sebagai bioavtur.

Namun, legislator asal Jawa Timur VI itu menekankan bahwa semua proses harus dilaporkan secara terbuka, agar tidak menimbulkan kecurigaan publik dan tetap menjaga kepercayaan terhadap program yang sudah berjalan.

“Jadi ya kita dukung, dan kita harus fair, kalau memang programnya baik, ya kita apresiasi. Tapi kalau ada catatan, tentu harus dievaluasi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya menyampaikan bahwa setiap bulan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng untuk kebutuhan memasak MBG.

Dari jumlah tersebut, sekitar 550 liter atau 71 persen menjadi jelantah yang bisa dijual kembali dengan harga Rp 7.000 per liter.

Langkah ini disebut-sebut berpotensi menjadi sumber pemasukan tambahan dari pengelolaan limbah makanan. Namun Nurhadi menilai, tanpa kejelasan alur pengelolaan dan pemanfaatan dana, program semacam ini rentan menimbulkan penyimpangan.

Ia menekankan bahwa prinsip akuntabilitas adalah kunci agar program sosial seperti MBG tetap berjalan dengan penuh integritas dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, Nurhadi juga mengingatkan agar pemanfaatan limbah seperti minyak jelantah tidak disalahgunakan untuk konsumsi masyarakat, karena berpotensi mencederai hak masyarakat rentan atas pangan yang sehat dan aman.

Dengan pengawasan yang kuat dan sistem pelaporan yang transparan, Nurhadi optimistis pengelolaan minyak jelantah MBG dapat menjadi contoh sinergi antara program sosial dan ekonomi hijau tanpa mengorbankan integritas.

“Kalau ini dikelola dengan benar, MBG bukan hanya memberi makan anak-anak Indonesia, tapi juga memberi makan program ekonomi hijau,” tutupnya.

Feed Update

Korlantas Polri Catat 459 Ribu Kendaraan telah Keluar dari Jakarta

astakom.com, Jakarta — Memasuki momen mudik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut sebanyak 459.570 kendaraan telah keluar dari Jakarta. Laporan ini disampaikan Korlantas...

Momen Bahlil Bercanda Nyeletuk ‘Uang Terus’ saat Amran Ajukan Pinjaman ke Purbaya

astakom.com, Jakarta — Momen lucu terjadi saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, ketika Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, memaparkan laporan komoditas...

Presiden Prabowo: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Bangsa, Bukan Pengusaha

astakom.com, Jakarta — Membahas mengenai kekayaan alam, Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa seluruh kekayaan alam atau sumber daya alam (SDA) di Indonesia adalah...

Cendikiawan NU: Perang Amerika-Iran-Israel Jangan Bawa- Bawa Agama!

astakom.com, Jakarta- Pada sebuah Talkshow di stasiun Tv Nasional, cendikiawan muda NU Islah Bahrawi atau sosok yang biasa disapa Cak Islah ini menekankan tidak...

Perempuan Gerindra Gelar Santunan Anak Yatim dan Bagikan 1.000 Paket Sembako

astakom.com, Jakarta – Jumat berkah. Begitulah gambaran suasana hangat dan penuh kebersamaan yang terpancar di Kantor DPP Partai Gerindra pada Jumat sore (13/3/2026). Momen hangat...

Presiden Prabowo dan Jajarannya Membayar Zakat, Baznas: Teladan Pemimpin Dorong Kepercayaan Publik

astakom.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto hingga jajaran menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih membayar zakat ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana...