Menkeu: Pemerintah Jaga Sentimen Stabilitas Ekonomi Demi Ketahanan Ekonomi Indonesia

Editor: Khoirudin
Selasa, 27 Mei 2025 | 19:27 WIB
Menkeu: Pemerintah Jaga Sentimen Stabilitas Ekonomi Demi Ketahanan Ekonomi Indonesia
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani saat bertemu dengan lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P). [astakom/Kemenkeu]

astakom, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima kunjungan delegasi lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) di kantor pusat Kementerian Keuangan, Senin (26/5).

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menyampaikan langsung komitmen terhadap pengelolaan fiskal yang hati-hati dan bertanggung jawab.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani memaparkan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap solid meskipun tekanan global masih tinggi.

Dia pun menggarisbawahi bahwa berbagai kebijakan yang diambil pemerintah bertujuan menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Langkah-langkah strategis yang dijelaskan Menkeu mencakup pengendalian inflasi, penguatan posisi fiskal, serta reformasi struktural di berbagai sektor. Semua kebijakan tersebut, menurutnya, dirancang untuk memastikan daya tahan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

“Kepercayaan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P akan sangat vital dalam menjaga sentimen positif investor terhadap Indonesia,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resminya, seperti dikutip astakom.com, Selasa (27/5).

Pemerintah memandang penilaian positif dari lembaga-lembaga global sebagai faktor penting dalam membangun iklim investasi yang stabil dan kondusif.

Pertemuan ini juga mencerminkan keterbukaan pemerintah terhadap masukan serta penilaian dari komunitas internasional demi menjaga kredibilitas dan kepercayaan pasar.

Kementerian Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Infografis

Terkini

Arema FC Bungkam PSIM 3-1

Arema FC berhasil menutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan membungkam PSIM Yogyakarta, 3-1, di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5).

Footage 19:41 WIB