Gak Cuma Reels Singkat, Instagram Siapkan Fitur Video Panjang Biar Bikin Betah Scrolling
astakom.com, Jakarta - Instagram resmi menggelar uji coba fitur baru bernama Features yang memungkinkan penggunanya mengunggah video berdurasi hingga 90 menit. Langkah ini menjadi penanda pergeseran strategi Meta yang kini mulai merambah ranah konten long-form setelah sekian lama fokus mendominasi pasar video pendek.
Laporan dari TechCrunch pada Sabtu (31/10/2026) mengungkapkan bahwa pergeseran ini menarik untuk disimak, mengingat Instagram dulunya sempat menutup layanan IGTV demi memprioritaskan Reels. Bahkan, Head of Instagram Adam Mosseri sebelumnya sempat menolak kembalinya durasi panjang. Namun, perdebatan internal membuahkan hasil setelah VP of Product Instagram, Tessa Lyons, berhasil meyakinkan Mosseri untuk memberi kesempatan kedua bagi format ini.
Lyons menegaskan bahwa Reels akan tetap menjadi pilar utama. Namun, wadah baru ini dihadirkan agar para penggunanya dapat membangun interaksi yang lebih dalam dengan kreator favorit tanpa perlu berpindah aplikasi.
Menantang sistem monetisasi dan skema pendapatan youTube
Kehadiran fitur video durasi panjang ini secara langsung menantang model bisnis YouTube yang selama ini memanjakan kreator melalui YouTube Partner Program lewat pembagian hasil iklan hingga 55%. YouTube bahkan mengklaim telah mengucurkan dana lebih dari USD 100 miliar kepada para kreator dan mitra media dalam kurun empat tahun terakhir.
Di sisi lain, mengintegrasikan iklan pada format video pendek seperti Reels dan TikTok diakui Mosseri jauh lebih sulit. Sebagian besar pemasukan kreator Instagram sejauh ini masih mengandalkan brand partnership.Untuk menjawab tantangan tersebut, Meta menyatakan tengah menyiapkan berbagai skema insentif berbasis performa guna membantu kreator mendulang pendapatan langsung dari platform, penggemar, maupun brand.
Fitur clips as Reels dan integrasi ke layanan smart TV
Guna mendukung ekosistem baru ini, Instagram menguji fitur pembantu bernama Clips as Reels. Fitur ini mempermudah kreator memotong bagian-bagian menarik dari video 90 menit mereka untuk dijadikan konten Reels pendek, yang nantinya dilengkapi tautan langsung menuju video utamanya.
Selain itu, Meta juga menyiapkan kemudahan akses agar pengguna dapat menyimpan video berdurasi panjang tersebut untuk disaksikan melalui aplikasi Instagram di perangkat Smart TV. Mosseri menyebut strategi ini sebagai upaya menciptakan ekosistem yang saling melengkapi (simbiotik) antara konten durasi pendek dan panjang.
Ekspansi pengujian dan pembaruan fitur penemuan konten
Setelah sebelumnya diuji coba di Brasil, pengujian fitur Features serta Clips as Reels kini mulai diperluas secara terbatas ke pasar Amerika Serikat (AS).
Guna memuluskan langkah ini, Instagram turut memperbarui fitur penemuan (discovery) untuk siaran langsung (Live) serta menghadirkan tab khusus pada profil kreator. Tab ini berfungsi mengelompokkan Reels berantai layaknya fitur playlist yang ada di platform TikTok. Jika pengujian ini sukses, Instagram diprediksi bakal menjadi kompetitor terberat YouTube dalam memikat para kreator video long-form. (RaM/aNs)
Gen Z Takeaway
Singkatnya, Instagram lagi berupaya level up dari sekadar tempat scrolling Reels cepat menjadi platform konten serba ada dengan kehadiran fitur video 90 menit ini. Daripada harus bolak-balik aplikasi buat nonton vlogging atau edukasi durasi panjang, nanti kamu bisa langsung menikmati konten long-form favoritmu dengan lebih praktis dan pastinya anti-switching.









