Bahlil Bidik Energi Nuklir untuk RI, Batam Masuk Daftar Calon Lokasi PLTN

Penulis: Shintya
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Bahlil Bidik Energi Nuklir untuk RI, Batam Masuk Daftar Calon Lokasi PLTN
Bahlil Bidik Energi Nuklir untuk RI, Batam Masuk Daftar Calon Lokasi PLTN [astakom/shintya]

astakom.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia makin serius nih nyari cara buat ngejaga ketahanan energi nasional biar tetap sustain dan terus berkembang di masa depan. Salah satu langkah berani yang lagi masuk radar adalah mempertimbangkan wilayah Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagai salah satu spot tempat berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ngespill langsung soal rencana ini. Menurutnya, wacana pembangunan PLTN di wilayah Batam ini masih dalam tahap dipelajari dengan teliti alias lagi masuk proses studi dan perhitungan kelayakan.

Pemerintah juga tegas bilang kalau proyek ini bakal lanjut terus kalau hasil feasibility study (FS) alias studi kelayakannya memang lolos kualifikasi dan memenuhi semua persyaratan yang ada.

“Salah satu di antaranya (lokasi PLTN) yang akan kita tempatkan, masih dalam studi, kita akan taruh di Kepri, di Batam, untuk bagaimana mendorong ketahanan energi kita,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Gak cuma Batam, Kalimantan dan Sumatra juga masuk radar

Ternyata Batam bukan satu-satunya kawasan yang dispill sama pemerintah buat jadi lokasi proyek energi di masa depan. Bahlil nambahin kalau Batam cuma salah satu dari beberapa wilayah yang lagi dihitung untung ruginya sama pemerintah buat pengembangan pembangkit listrik berbasis nuklir.

Selain Kepulauan Riau, pemerintah juga lagi rajin-rajinnya ngecek dan mengkaji beberapa titik lokasi potensial lainnya di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Bahlil menegaskan kalau pemerintah sampai sekarang belum ngetok palu alias belum menetapkan lokasi final di mana PLTN itu bakal dibangun secara resmi. Semuanya masih benar-benar bergantung sama hasil akhir dari kajian kelayakan yang lagi berjalan.

Proyek PLTN terapung gandeng raksasa nuklir Rusia

Sebelum wacana Batam ini makin rame diomongin, ternyata ada pergerakan lain yang enggak kalah gokil. Perusahaan energi nuklir raksasa asal Rusia, Rosatom, sebelumnya udah menyatukan visi dan mencapai kesepakatan bareng perusahaan nasional Indonesia, PT Pembangkit Listrik Nuklir.

Kerja sama ini fokus buat memasok energi listrik yang dihasilkan langsung oleh pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung. Lewat kesepakatan proyek jumbo ini, Rosatom ditargetkan bakal menurunkan dua unit pembangkit listrik terapung bertenaga nuklir (floating power unit/FPU) tipe FPU-100.

PLTN Terapung

Pembangkit ini punya kapasitas gabungan yang mantap banget, yaitu mencapai 200 megawatt (MW). Rencananya, dua unit pembangkit melayang ini bakal ngirim pasokan energi listrik langsung ke wilayah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara.

PLTN terapung ini sengaja dirancang khusus buat nyediain pasokan listrik yang super andal, ramah lingkungan, serta beremisi karbon rendah pake sistem reaktor seri RITM. Teknologi canggih ini sebenarnya bukan barang baru, karena udah dipakai bertahun-tahun di kapal pemecah es bertenaga nuklir dan diklaim udah terbukti efisien, andal, serta punya tingkat keselamatan operasional yang tinggi.

Pihak Rosatom memperkirakan kalau dua unit pembangkit ini bisa mulai menyalurkan listrik ke konsumen di Indonesia paling cepat lima tahun setelah poin-poin utama dalam kontrak pasokan listrik resmi berlaku. (Shnty/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemerintah mulai serius menjajaki energi nuklir sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan energi nasional. Batam, Kepulauan Riau, masuk radar lokasi pembangunan PLTN, bersama sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra yang masih dalam tahap kajian kelayakan. Di sisi lain, Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan Rosatom Rusia untuk menghadirkan dua PLTN terapung berkapasitas total 200 MW yang direncanakan memasok listrik ke wilayah utara Halmahera. Artinya, pengembangan energi nuklir mulai masuk dalam peta besar transisi energi Indonesia, meski realisasinya tetap bergantung pada hasil studi dan kesepakatan proyek.

PLTN Menko Hiltrans Bahlil Lahadalia Kementerian ESDM

Infografis

Terkini