Pemerintah Buka Pengawasan MBG, Posyandu hingga Orang Tua Siswa Bisa Cek Dapur SPPG
astakom.com, Jakarta — Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, pengawasan dapat dilakukan oleh berbagai pihak, mulai dari orang tua siswa, petugas posyandu, guru, hingga kepala sekolah.
Masyarakat juga dipersilakan memberikan masukan dan evaluasi agar pelaksanaan program terus diperbaiki.
"Karena MBG sekarang ini ingin melibatkan publik seluas-luasnya. Kita ingin kita diawasi oleh siapa pun seluas-luasnya. Dapur bisa dilihat, dapur bisa dicek oleh orang tua siswa, oleh posyandu, oleh guru, oleh kepala sekolah, dan sebagainya,” ujar Sudaryono, Kamis (29/10/2026).
Pengawasan MBG diperkuat, menu hingga dapur jadi sorotan
Sudaryono menyebut penguatan pengawasan menjadi salah satu prioritas BGN sejak dirinya memimpin lembaga tersebut pada 22 Juli 2026. Pengawasan tidak hanya menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan operasional dapur, tetapi juga menu yang disajikan kepada penerima manfaat.
Beberapa hari setelah dilantik, Sudaryono mengatakan BGN langsung meluncurkan platform Radar MBG. Melalui platform ini, masyarakat dapat memantau menu harian, penerima manfaat, kepala dapur yang bertanggung jawab, hingga kandungan gizi makanan.
Selain Radar MBG, BGN menyiapkan dua langkah tambahan, yakni membuka saluran pengaduan (hotline) bagi masyarakat dan mengintegrasikan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di SPPG.
Sudaryono menegaskan, setiap laporan dan masukan masyarakat akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan program.
"Manakala keterlibatan publik ini kita buka seluas-luasnya, kami akan follow up dan kami perbaiki," jelas dia.
Kepala daerah ikut sidak dapur SPPG
Pengawasan juga diperluas melalui koordinasi BGN dengan Kementerian Dalam Negeri. Kerja sama ini bertujuan memastikan kepala daerah beserta perangkatnya ikut mengawasi pemenuhan standar pelaksanaan MBG.
“Jadi nanti kepala daerah itu sidak semua dapur di standarnya. Dari standar dapurnya dan kapasitas dapurnya, itu semua dinilai,” kata Sudaryono.
Di sisi lain, BGN terus memperluas pemasangan CCTV untuk memastikan proses memasak hingga penyajian makanan berjalan sesuai standar.
Saat ini, CCTV telah terpasang di 70 SPPG. Jumlah tersebut akan ditingkatkan menjadi 300 SPPG dan terus diperluas. BGN juga menargetkan CCTV yang terhubung dengan kantor pusat dapat dipasang di 5.000 hingga 10.000 SPPG sampai akhir 2026.
AI bantu deteksi pelanggaran kebersihan dapur
Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya BGN mendeteksi pelanggaran standar kebersihan. Melalui CCTV berbasis AI, petugas dapat mengidentifikasi praktik pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan, seperti meletakkan bahan makanan di lantai atau tidak menggunakan sarung tangan saat memasak.
Dengan sistem tersebut, potensi pelanggaran diharapkan dapat diketahui dan dicegah sebelum makanan diolah hingga disajikan kepada penerima manfaat MBG.
“Maka yang kami lakukan adalah kami ingin CCTV yang gambarnya dinikmati oleh si pemilik dapur itu, kemudian bisa kami nikmati dengan cara dikoneksikan ke pusat, kemudian dikasih Artificial Intelligence,” kata Sudaryono.
Penguatan pengawasan berbasis teknologi dan pelibatan masyarakat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan program MBG berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Sudaryono menegaskan, BGN juga terus membenahi regulasi dan memperbaiki aturan yang dinilai belum tepat agar pelaksanaan program semakin baik.
“Aturan-aturan yang dulu tidak ada, kami adakan. Aturan-aturan yang salah di masa lampau, kami perbaiki. Ini yang kami lakukan selama 100 hari ini dan akan terus kami lakukan,” tegasnya. (aLf/aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah memperluas pengawasan program MBG dengan melibatkan orang tua siswa, posyandu, guru, dan kepala daerah. BGN juga memanfaatkan Radar MBG, saluran pengaduan, serta CCTV berbasis AI untuk memantau kualitas menu dan kebersihan dapur SPPG. Hingga akhir 2026, pemasangan CCTV ditargetkan menjangkau 5.000 hingga 10.000 SPPG demi meningkatkan transparansi dan memperbaiki tata kelola program.









