Sambut Haji 2027, Kemenhaj Bakal Bikin Layanan Makin Inklusif Ramah Disabilitas!
astakom.com, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) baru aja menggelar pertemuan penting bareng delegasi Komisi Nasional Penyandang Disabilitas (KND) di Jakarta. Agenda ini fokus buat mengumpulkan masukan sekaligus meninjau rekomendasi demi ningkatin kualitas pelayanan jemaah haji disabilitas, khususnya di lingkup Direktorat Jenderal Pengembangan Haji dan Umrah.
Staf Ahli Menteri Hubungan Antarlembaga, Moh. Hasan Afandi, menyambut hangat momen kolaborasi ini sebagai langkah krusial buat saling memperkuat sinergi.
"Kami telah diminta untuk mengadakan pertemuan ini sejak beberapa waktu lalu, dan kami menyambut baik kesempatan untuk menerima masukan yang berharga, khususnya untuk Direktorat Jenderal Pengembangan Haji dan Umrah," ucap Hasan di ruang perjumpaan Kementerian Haji dan Umrah pada hari Selasa (27/10/2026).
Di sisi lain, Komisioner KND Deka Kurniawan ngasih apresiasi tinggi atas kemitraan yang udah terbangun konsisten sejak tiga tahun lalu.
"Kami menghargai pertemuan ini. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, penyandang disabilitas harus diikutsertakan dalam semua aspek kehidupan, termasuk, dalam konteks ini, penyelenggaraan ibadah haji. Kami telah bekerja sama sejak tahun 2023, dan Kementerian Haji dan Umrah secara konsisten memberikan dukungan yang kuat," ungkap Deka.
Evaluasi layanan haji
Deka ngelanjutin kalau KND udah terlibat aktif dalam tim koordinasi 2026 yang terbukti fast response bareng jajaran pimpinan Kementerian. Sebagai lembaga yang memegang mandat penyampaian laporan berkala termasuk yang diserahin Juli lalu pertemuan ini jadi ajang spill evaluasi dan usulan strategis demi layanan haji yang makin inklusif.
"Kami mengemban mandat khusus untuk melindungi hak dan kepentingan penyandang disabilitas, karena kesenjangan dalam aksesibilitas dan layanan masih sering terjadi. Kami berharap keterlibatan kami akan melampaui sekadar partisipasi dan mengarah pada perbaikan yang lebih substansial," jelas Deka.
Urgensi unit khusus
Mengingat data statistik mencatat ada sekitar 23 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia, KND mendesak pihak Kementerian buat ngebentuk struktur organisasi dan unit khusus yang fokus ngurusin layanan disabilitas.
Pendataan lebih detail
Nggak cuma soal unit khusus, KND juga menggarisbawahi pentingnya pendataan yang jauh lebih presisi dan detail.
“Sistem registrasi saat ini sudah mampu mencatat data terkait disabilitas. Namun, kita perlu mengeksplorasi bagaimana sistem tersebut dapat memberikan klasifikasi yang lebih spesifik, seperti tingkat gangguan penglihatan yang dialami oleh jemaah haji. Berdasarkan pengamatan lapangan kami, komunikasi dan koordinasi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji penyandang disabilitas. Kami berharap pertimbangan ini dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pelatihan bagi petugas layanan, serta program bimbingan haji bagi jemaah di seluruh Indonesia,” pqpar Deka.
Biar makin state of the art, KND turut mendorong peningkatan keterlibatan personel disabilitas sebagai petugas haji, penyusunan Prosedur Operasi Standar (SOP) yang sistematis, serta perancangan kemitraan formal agar keberlanjutan layanan inklusif ini terus terjaga.
Kemenhaj siap action
Menanggapi rentetan rekomendasi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Haji dan Umrah, Enny Indarti, menegaskan kalau pihaknya siap action dan nindaklanjuti poin-poin masukan itu.
"Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga pemerintah terkait untuk bersama-sama meninjau kerangka peraturan. Pertama-tama, kami ingin membangun pemahaman yang jelas tentang klasifikasi disabilitas dan implikasi praktisnya. Setelah standar kelayakan kesehatan (istitha'ah) untuk Haji 2027 ditetapkan, kami akan berkonsultasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) kami untuk mengidentifikasi indikator mana yang dapat dipertimbangkan untuk diintegrasikan ke dalam sistem," ucap Enny. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Langkah Kemenhaj bareng KND ini jelas jadi game changer banget buat mewujudkan ibadah haji yang makin ramah dan inklusif bagi semua kalangan. Dengan pendataan yang lebih spesifik dan perbaikan fasilitas dari jauh hari, jemaah disabilitas bisa menjalankan ibadah dengan jauh lebih aman, nyaman, dan effortless di tahun 2027 mendatang.









