Bukan Cuma Pajangan Estetik! Ini Makna Deep di Balik Wajah Merah-Putih Ondel-Ondel Khas Betawi

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:04 WIB
Bukan Cuma Pajangan Estetik! Ini Makna Deep di Balik Wajah Merah-Putih Ondel-Ondel Khas Betawi
Fakta Unik Ondel-Ondel, Boneka Raksasa Betawi yang Punya Sejarah (Dok. Dinas Kebudayaan)

astakomcom, Jakarta – Kalau melihat sepasang boneka raksasa dengan wajah mencolok, pakaian khas Betawi, dan hiasan kepala warna-warni, banyak orang langsung teringat ondel-ondel. Kesenian tradisional ini bukan sekadar atraksi yang meramaikan jalanan atau acara budaya, tetapi juga menyimpan sejarah dan makna yang lekat dengan identitas masyarakat Betawi.

Melansir dari keterangan resmi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan basis data Warisan Budaya Takbenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Selasa, (27/10/2026), ondel-ondel memiliki ciri khas mulai dari bentuk wajah, busana, hingga hiasan kepala yang masing-masing menjadi bagian dari penampilannya. Menariknya, kesenian ini juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2013.

Dulu dikenal dengan nama barongan

Sebelum populer dengan nama ondel-ondel, kesenian boneka raksasa khas Betawi ini dikenal dengan sebutan barongan. Catatan sejarah mengenai ondel-ondel dan bentuk pendahulunya menunjukkan bahwa tradisi boneka raksasa di Jakarta sudah dikenal sejak lama. Meski begitu, asal-usul awalnya tidak bisa disederhanakan menjadi satu cerita tunggal karena terdapat sejumlah catatan dan penafsiran sejarah.

Dalam perkembangannya, ondel-ondel menjadi salah satu kesenian yang identik dengan masyarakat Betawi. Kehadirannya dapat dijumpai dalam berbagai kegiatan adat dan perayaan, sekaligus menjadi bagian dari pengenalan budaya Jakarta kepada masyarakat luas.

Melansir dari keterangan resmi Kemendikbud, ondel-ondel ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2013. Penetapan tersebut menempatkan ondel-ondel dalam domain seni pertunjukan dari Provinsi DKI Jakarta.

Wajah merah dan putih punya ciri khas tersendiri

Salah satu hal yang membuat ondel-ondel mudah dikenali adalah perbedaan warna wajah pada figur laki-laki dan perempuan. Detail ini bukan sekadar pilihan warna, tetapi menjadi bagian dari desain tradisional yang membedakan kedua karakter tersebut.

Berikut beberapa fakta unik dari penampilan ondel-ondel:

  • Wajah laki-laki berwarna merah. Figur ini memiliki alis hitam tebal, kumis, dan raut wajah yang terlihat ramah.
  • Wajah perempuan berwarna putih. Ciri khasnya meliputi alis hitam melengkung, mata hitam, bulu mata lentik, bibir merah, serta hiasan telinga.
  • Busananya mengadaptasi pakaian Betawi. Figur laki-laki mengenakan busana bergaya pangsi dengan warna gelap dan kain bermotif batik Betawi. Sementara itu, figur perempuan memakai kebaya panjang atau baju kurung bermotif bunga.
  • Rambutnya menggunakan ijuk atau bahan lain. Bagian rambut umumnya dibuat berwarna hitam agar sesuai dengan tampilan khas ondel-ondel.

Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menjelaskan bahwa ondel-ondel secara berpasangan melambangkan kekuatan yang dikaitkan dengan kemampuan menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mencerminkan sikap tegar, berani, tegas, jujur, dan antimanipulasi.

Ada kembang kelapa di atas kepalanya

Selain warna wajah dan busana, bagian kepala ondel-ondel juga memiliki detail menarik berupa hiasan yang disebut kembang kelapa atau manggar. Hiasan ini menjadi salah satu elemen visual yang membuat penampilan ondel-ondel terlihat meriah dan mudah dikenali.

Melansir dari keterangan resmi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, jumlah kembang kelapa pada ondel-ondel laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan. Figur laki-laki menggunakan 25 hiasan, sedangkan figur perempuan menggunakan 20 hiasan.

Bahan pembuat ondel-ondel juga dapat beragam, mulai dari bambu, kayu, fiberglass, ijuk, hingga kertas minyak. Material tersebut digunakan untuk membentuk kerangka dan bagian tubuh boneka raksasa yang kemudian dilengkapi pakaian serta ornamen khas Betawi.

Kini, ondel-ondel tidak hanya hadir sebagai bagian dari upacara adat tradisional. Kesenian ini juga dimanfaatkan untuk promosi budaya, dekorasi bangunan atau fasilitas umum, acara seremonial, pameran, hingga kegiatan pariwisata. Perkembangan tersebut membuat ondel-ondel tetap dikenal di tengah perubahan zaman.

Meski demikian, pelestarian ondel-ondel tetap perlu memperhatikan makna dan fungsi budayanya. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta juga menekankan bahwa pemanfaatannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk dalam kegiatan pertunjukan dan penggunaan sebagai elemen dekorasi. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Ondel-ondel bukan cuma boneka raksasa yang tampil dengan musik khas Betawi. Di balik wajah merah dan putih, busana tradisional, serta hiasan kembang kelapa, ada identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Statusnya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2013 menjadi pengingat bahwa menjaga budaya lokal bukan hanya soal mengenalkannya di panggung atau media sosial, tetapi juga memahami sejarah, menghargai maknanya, dan memastikan kesenian ini tetap hidup dengan cara yang sesuai dengan nilai budayanya.

ondel-ondel betawi Sejarah Budaya budaya indonesia

Infografis

Terkini