Wamen Ekraf Tekankan Kolaborasi dengan Marketplace, Brand Lokal Siap Naik Kelas
astakom.com, Jakarta - Ekosistem industri kreatif lokal makin menunjukkan vibe positifnya. Dalam gelaran bergengsi World Conference on Creative Economy 2026 (WCCE), Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk terus mengawal dan melesatkan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, termasuk pesatnya perkembangan produk kecantikan (beauty brand) buatan anak bangsa yang makin eksis di platform marketplace.
Momen hangat ini dispill di sesi dialog bertajuk "Inclusively Creative Collective Continuity" yang dipandu oleh moderator Reza Rid Mardani.
Sesi ini menghadirkan kolaborasi lintas sektor yakni antara Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) RI Irene Umar, beauty influencer ternama sekaligus Founder & CEO MOP Beauty (Mother of Pearl) Tasya Farasya, serta Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia.
Dalam pemaparannya, Irene Umar menyampaikan pandangan strategis bahwa ekonomi kreatif kini menempati posisi krusial sebagai sumber pertumbuhan baru yang bertumpu pada kekuatan ide, kolaborasi inklusif, serta peluang yang terus bertransformasi tanpa batas.
Sinergi pemerintah, platform, dan brand lokal
Guna memastikan pertumbuhan produk kecantikan dan industri kreatif lokal makin merata di pasar nasional maupun global, Wamen Ekraf menggarisbawahi pentingnya kolaborasi nyata antar-pemangku kepentingan.
Irene Umar menekankan bahwa kerja sama strategis ini bukan sekadar pamer panggung, melainkan langkah konkret untuk mendobrak sekat-sekat pertumbuhan industri kreatif nasional.
"Salah satu bentuk clear collaborations ya, dari platform, brands, dan juga kementerian di mana kita bertiga bisa bareng-bareng mendobrak. Dan tentunya bukan hanya yang ada di atas stage, karena temen-temen yang ada di sini semua, semua affiliator, semua pejuang ekonomi kreatif, itu semuanya kita berjuang bersama-sama bukan hanya untuk diri kita," kata Umar di dalam forum WCCE 2026, di Jakarta pada Jumat (23/10/2026).
Langkah bersama antara kementerian, platform e-commerce, dan pemilik brand ini dinilai menjadi kunci utama dalam memperluas akses pasar serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk autentik karya kreator lokal.
Berimpact luas
Lebih lanjut, Irene Umar ngehighlight peranan vital para affiliator dan seluruh pelaku ekonomi kreatif di lapangan. Menurutnya, perjuangan yang dibangun oleh para kreator dan pejuang brand lokal memicu dampak domino (multiplier effect) yang nyata bagi kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat luas.
"Karena pada saat kita berjuang, dampaknya bukan ke diri kita sendiri, tapi juga tentunya ke keluarga, ke lingkungan sekitar, ke tim yang semakin besar. Dan inilah mengapa ekonomi kreatif merupakan engine of Growth yang baru ditemuin, sebenarnya udah lama, tapi sekarang dengan adanya kementerian ini, harapan ekonomi kreatif adalah menjadi new engine of growth untuk perekonomian Indonesia. Karena namanya ide, tidak ada habisnya, feelnya berjalan terus," katanya.
Hadirnya Kementerian Ekonomi Kreatif diharapkan mampu mengorkestrasikan setiap potensi dan ide kreatif yang tidak pernah padam agar resmi menjadi new engine of growth bagi perekonomian Indonesia.
Berawal dari hati, rezeki bakal flowing
Sebagai penutup sesi dialog yang inspiratif tersebut, Irene Umar membagikan pesan mendalam bagi seluruh pejuang ekonomi kreatif, brand lokal, dan konsumen agar selalu menjaga ketulusan dan integritas dalam berkarya maupun mendukung produk dalam negeri.
"Jadi ingat sekali, selalu dari hati, kemudian prosperity dan abundance akan flow to our life," katanya.
Peran kolektif dari seluruh lapisan-pemerintah, marketplace, pemilik brand, hingga konsumen-menjadi pondasi utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan siap bersaing secara global. (Shnty/RaM)
Gen Z Takeaway
Ekonomi kreatif Indonesia makin punya peluang buat naik kelas, termasuk brand kecantikan lokal yang makin eksis di marketplace. Lewat WCCE 2026, Wamen Ekraf Irene Umar menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform e-commerce, brand lokal, dan affiliator untuk memperluas pasar sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif. Menurutnya, dampak ekonomi kreatif bukan cuma dirasakan pelaku usaha, tetapi juga keluarga, tim, dan lingkungan sekitar. Kuncinya, terus berkarya dengan hati, membangun kolaborasi, dan mendukung produk lokal agar makin kompetitif di pasar global.









