2 Tahun Presiden Prabowo: Ekspor Indonesia Tembus USD 193,64 Miliar, Produk Manufaktur Makin Gaspol di Pasar Global
astakom.com, Jakarta – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jadi momentum penting buat membuktikan ketangguhan perdagangan Indonesia. Kinerja ekspor nasional terbukti terus tumbuh positif. Sepanjang Januari–Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia sukses menyentuh angka USD 193,64 miliar alias melonjak 4,74% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Gak main-main, sektor industri pengolahan jadi penopang paling mendominasi dengan menyumbang hingga 82,40% dari total ekspor nasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa capaian manis ini membuktikan Indonesia berhasil bertransformasi dari sekadar penyedia bahan mentah menjadi eksportir produk manufaktur bernilai tinggi.
“Untuk terus mendukung kinerja positif ini, Kemendag terus menjalankan tiga program prioritas yang juga telah menghasilkan berbagai capaian positif,” ungkap Budi Santoso dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).
Tiga Pilar Strategis Kemendag: Dari Amankan Pasar Lokal Sampai Go Global
Guna memperkokoh fondasi perdagangan nasional di era dua tahun Presiden Prabowo-Gibran, Kementerian Perdagangan mengusung tiga program prioritas utama. Tiga pilar tersebut adalah Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan program Dari Lokal untuk Global.
Kemendag gak cuma fokus memperluas ekspansi pasar ekspor lewat berbagai perjanjian internasional, tapi juga getol mendorong penggunaan produk lokal di dalam negeri serta menggembleng kapasitas UMKM agar makin berdaya saing dan siap leveling up di panggung internasional.
Transaksi TEI Ke-41 Tembus US$ 22,94 Miliar & Perjanjian Dagang Makin Mewah
Lewat program Perluasan Pasar Ekspor, Indonesia mencatatkan rekor potensi transaksi di ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada 14–18 Oktober 2026 sebesar USD 22,94 miliar. Angka ini meningkat dibanding capaian sebelumnya yang berada di angka US$ 22,8 miliar. Kontribusi UMKM di ajang tersebut juga naik drastis jadi USD 510,79 juta dari sebelumnya USD 474,7 juta.
Selain itu, akses pasar global makin terbuka lebar berkat kepastian hukum perdagangan internasional. Saat ini, sebanyak 25 perjanjian perdagangan internasional sudah resmi berlaku, sementara 13 perjanjian lainnya masih terus diproses dalam tahap perundingan.
Program 'Dari Lokal untuk Global': 787 Desa Siap Ekspor & Business Matching Cuan
Di bawah panji program Dari Lokal untuk Global, Kemendag sukses memfasilitasi 797 penjajakan bisnis (business matching) bagi pelaku UMKM sepanjang Januari–September 2026. Hasilnya gak main-main,potensi transaksi yang tercipta menembus USD 361,55 juta.
Bukan cuma pelaku usaha di perkotaan, Kemendag juga merambah kawasan pedesaan lewat pembinaan di 787 desa melalui program Desa BISA Ekspor. Langkah ini diambil agar keterlibatan pelaku usaha lokal dari berbagai daerah makin masif dalam rantai pasok perdagangan dunia. (RaM)
Gen Z Takeaway
Fix no debat, pencapaian 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo di sektor perdagangan beneran bikin proud! Dengan nilai ekspor tembus USD 193,64 miliar yang didominasi produk manufaktur, ditambah potensi TEI mencapai USD 22,94 miliar dan ratusan desa yang siap ekspor, produk lokal kita terbukti makin slay dan siap bersaing di pasar Internasional. Saatnya kita bangga pakai dan dukung produk buatan anak bangsa biar ekonomi Indonesia makin auto-cuan.









