Tasya Farasya Spill Strategi Produknya Bisa Bersaing dengan Brand Global

Penulis: Shintya
Editor: Henni Rachma Sari
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:05 WIB
Tasya Farasya Spill Strategi Produknya Bisa Bersaing dengan Brand Global
Tasya Farasya Spill Strategi Produknya Bisa Bersaing dengan Brand Global (astakom/shintya)

astakom.com, Jakarta - Tasya Farasya selaku beauty influencer sekaligus Founder and CEO of Mother of Pearl (MOP Beauty) ngespill tips yang bisa dilakukan oleh pengusaha terutama beauty, buat bisa bersaing di marketplace di era digital dan berbagai akses kemudahan saat ini.

Di acara World Conference on Creative Economy 2026 (WCCE) saat sesi dialog bareng Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar, Deputy Director of Goverment Relations Shopee Indonesia dan dipandu oleh  Reza Rid Mardani, tepatnya di section yang bertajuk "Inclusively Creative Collective Continuity", Tasya Farasya bilang kalau salah satu produknya bisa menyalip dan bersaing sama brand global yang udah ada dari lama.

Dagangan laris, rahasianya jam terbang  

Bahkan Tasya bilang kalau produknya ini lagi disiapkan dan direncanakan buat bisa diekspor ke Malaysia dan Singapura. Saking banyak peminatnya, dalam sembilan bulan pertama launching, produknya udah terjual sebanyak 210.000.

Menurutnya, pengalaman dia di dunia kecantikan yang udah belasan tahun sukses membawanya sampe produk MOP dipercaya masyarakat dan laris manis.

"Jadi sebenarnya uniknya kalau untuk Mother of Pearl sendiri itu relevansinya itu kita temuin duluan sebelum, sebelum terbentuknya brand itu sendiri. Karena aku berkarir di dunia beauty ini udah, empat belas tahun, jalan lima belas tahun lima belas tahun," kata Tasya di WCCE pada Jumat (23/10/2026).

Pengalaman related

Pengalaman Tasya yang related sama bisnisnya bikin dia banyak belajar. Dia banyak mendengar, melihat dan merasakan langsung kebutuhan pasar kecantikan.

"Aku sempat empat tahun jadi makeup artist. Berawal dari makeup artist. Berawal dari makeup artist dan aku jadi kayak mengetahui kayak jenis-jenis kulit orang, dan jenis-jenis produk makeup yang cocok atau apa," katanya.

Terus belajar dan kasih yang terbaik

Menurut Tasya, kesempatan belajar dari followersnya, klien makeup nya dan netizen yang sering komunikasi menjadi hal penting buat dia selalu upgrade skill, makanya produknya bisa menjadi nomor satu di stalah satu platform dagang online atau marketplace.

Meski dia udah famous dan dipercaya fansnya, Tasya Farasya tetep selalu mau ngasih yang terbaik di setiap produknya.

"Jadi kalau produknya jelek, berarti yang akan kena itu kan pasti, credibility aku gitu loh. Jadi aku tidak mau membuat kredibilitas yang udah aku bangun ini rusak karena ketidaksabaran aku," kata Tasya. (Shnty/RaM)

Gen Z Takeaway

Tasya Farasya membuktikan kalau modal bersaing di marketplace bukan cuma popularitas, tapi juga pemahaman mendalam soal kebutuhan konsumen dan kualitas produk. Berbekal pengalaman hampir 15 tahun di dunia kecantikan, Tasya mengembangkan MOP Beauty dengan belajar langsung dari klien, followers, hingga netizen. Hasilnya, salah satu produknya berhasil terjual 210.000 unit dalam sembilan bulan pertama dan mulai disiapkan untuk ekspansi ke Malaysia serta Singapura. Intinya, bisnis beauty bisa bersaing dengan brand global kalau produknya relevan, kualitasnya terjaga, dan kepercayaan konsumen tetap jadi prioritas.

Tasya Farasya World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 WCCE 2026 Kemenekraf

Infografis

Terkini