Pramono Anung Pamer Ekraf Jakarta Tembus Rp410 Triliun di WCCE ke-5
astakom.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri dan memberikan sambutan dalam gelaran World Conference on Creative Economy (WCCE) ke-5 yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat.
Pramono menegaskan bahwa momen ini jadi pencapaian penting banget buat Jakarta karena dipercaya menjadi tuan rumah konferensi tingkat dunia tersebut.
"Suatu kehormatan bagi kami untuk menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Dunia ke-5 tentang Ekonomi Kreatif (World Conference on Creative Economy) di kota kami. Selamat datang di Jakarta, dan jangan lupa untuk berbelanja serta membelanjakan uang Anda di Jakarta," ujar Pramono dalam sambutannya, Jumat (22/10/2026).
Sektor ekraf Jakarta flexing angka tembus Rp410 triliun
Dalam kesempatan tersebut, Pramono spill data kontribusi ekonomi kreatif (ekraf) Jakarta yang nilainya gak main-main. Saat ini, ekraf Jakarta udah menyumbang lebih dari Rp410 triliun bagi perekonomian.
Angka raksasa ini menyumbang sekitar 11 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta.
"Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas merupakan penggerak penting bagi perekonomian kita," lanjutnya.
Jakarta siap jadi safe place dan rumah bagi insan kreatif
Selain pamer data cuan ekraf, Pramono juga membagikan visinya untuk menjadikan Jakarta sebagai rumah yang inklusif bagi seluruh pelaku dan insan kreatif. Menurutnya, masyarakat Jakarta datang dari beragam latar belakang budaya yang saling melengkapi.
"Masyarakat datang dari latar belakang dan budaya yang beragam, membawa berbagai macam ide dan talenta," jelas Pramono.
Keragaman ide dan talenta inilah yang menjadi fondasi utama untuk mendorong Jakarta makin berkembang di kancah global.
Megapolitan nomor 1 dunia versi PBB dengan potensi puluhan juta jiwa
Pramono juga menyoroti skala populasi Jakarta dan sekitarnya yang sangat masif. Jakarta saat ini dihuni oleh sekitar 11 juta jiwa, sementara kawasan megapolitan Jabodetabek menampung hingga 42 juta jiwa.
"Kawasan yang kita sebut Megapolitan Jakarta ini sekarang menempati peringkat nomor satu di dunia berdasarkan data PBB," tandas Pramono.
Dengan basis populasi raksasa tersebut, Jakarta punya modal kuat buat terus memimpin industri kreatif secara global. (RaM)
Gen Z Takeaway
Fix no debat, Jakarta beneran lagi leveling up jadi hub ekonomi kreatif dunia lewat gelaran WCCE ke-5 ini.Dengan kontribusi ekraf tembus Rp410 triliun alias 11 persen dari PDRB plus predikat kawasan megapolitan nomor satu di dunia versi PBB, Jakarta terbukti bukan cuma sekadar kota sibuk, tapi tempat berkumpulnya puluhan juta talenta kreatif yang siap bikin industri ekraf makin auto-cuan.









