Hari Santri 2026, Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Dukungan untuk Pesantren

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:32 WIB
Hari Santri 2026, Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Dukungan untuk Pesantren
Presiden Prabowo dalam sambutannya pada Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Pesantren Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri, kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, dan keluarga besar pesantren di Indonesia.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat dukungan terhadap pesantren yang berperan penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap keberadaan dan peran pesantren. 

Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga membentuk karakter generasi muda dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

“Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsanya,” ujar Prasetyo.

Pemerintah perkuat pendidikan dan tata kelola pesantren

Prasetyo menjelaskan, pesantren telah berperan penting dalam perjalanan bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka. Hingga kini, pesantren terus berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membina akhlak generasi muda, serta menjaga persatuan dan kesatuan.

Karena itu, pemerintah menilai dukungan terhadap pesantren perlu terus ditingkatkan, mulai dari kualitas pendidikan dan pembinaan santri hingga penguatan kelembagaan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat tata kelola dan pelayanan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.

“Yang kita harapkan adalah seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama. Pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan dan penguatan yang diperlukan,” jelasnya.

Santri didorong terus berkembang dan berkarya

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah ingin membuka kesempatan yang lebih luas bagi santri untuk belajar, berkembang, dan berkarya.

Upaya tersebut diharapkan tetap menjaga nilai-nilai keagamaan, tradisi keilmuan, serta semangat pengabdian yang selama ini menjadi kekuatan pesantren.

“Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Prasetyo. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat dukungan terhadap pesantren melalui peningkatan kualitas pendidikan, pembinaan santri, dan penguatan kelembagaan. Lewat pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama, pemerintah mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat agar santri dapat terus berkembang serta berkontribusi bagi bangsa.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto Hari Santri 2026 Hari Santri Nasional Pesantren

Infografis

Terkini