Pertemuan Perdana Menlu RI Armanatha Nasir dan Menlu Australia Penny Wong Bahas Strategi Bilateral Baru
astakom.com, Jakarta – Diplomasi Indonesia dan Australia memasuki babak baru yang semakin erat demi menjaga stabilitas kawasan serta ketahanan ekonomi yang berdampak langsung pada ketenangan publik di kawasan Indo-Pasifik.
Menteri Luar Negeri Indonesia Armanatha Nasir secara resmi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, di Gedung Pancasila, Jakarta pada Kamis, (22/10/2026).
Pertemuan tingkat tinggi perdana ini menjadi tonggak penting untuk memastikan keamanan regional, keterbukaan komunikasi, serta keberlanjutan hubungan baik antara kedua negara tetangga dekat.
Apresiasi Kunjungan Perdana
Pertemuan ini terasa makin meaningful karena Penny Wong menjadi menteri luar negeri asing pertama yang bertandang langsung untuk menemui Menlu RI yang baru. Di tengah jadwalnya yang padat dalam perjalanan dari Papua Nugini, Wong menyempatkan singgah ke Jakarta demi menunjukkan komitmen diplomasi. Langkah ini mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu mitra paling prioritas dan penting bagi Australia di kawasan.
"Saya baru saja terima Menteri Luar Negeri Australia, yang merupakan Madam Penny Wong di Gedung Pancasila. Menteri Penny Wong merupakan menteri pertama yang datang ke Indonesia untuk menunggui beberapa pertemuan dengan saya pada tingkat Menteri" ungkap Armanatha Nasir kepada wartawan dalam agenda Doorstop Menteri Luar Negeri RI Pasca Pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI Kamis, (22/10/2026).
"Kebetulan memang beliau dalam perjalanan dari Papua, Nugini dan menyempatkan untuk ketemu dengan saya. Ini menunjukkan kedekatan hubungan kedua negara" sambungnya.
Prinsip Tetangga Baik
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Tata kembali menegaskan prinsip dasar diplomasi Indonesia yang konsisten di bawah arahan Presiden, yakni berkomitmen penuh untuk menjadi tetangga yang baik (good neighbor) bagi seluruh negara sekitar.
Tak hanya menjaga hubungan manis di tingkat kepala negara dan menteri, kedua belah pihak sepakat untuk memperluas jangkauan komunikasi hingga ke tingkat teknis agar eksekusi kerja sama berjalan makin lancar tanpa misscom.
"Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik untuk semua tetangganya, Dan hubungan Indonesia dengan Australia itu selama ini berjalan dengan sangat baik, dan tentunya saya sebagai Menteri Luar Negeri yang baru akan terus menjaga itu, dan juga akan terus meningkatkan hubungan kedua negara" ucapnya.
Penguatan Ketahanan Kawasan
Guna menghadapi dinamika global yang serba tidak menentu, kedua negara juga bertukar pikiran untuk memperkuat resilience atau ketahanan kawasan. Tidak hanya mengandalkan forum ASEAN, Indonesia dan Australia yang sama-sama menjadi anggota IORA (Indian Ocean Rim Association) serta BIF siap mengoptimalkan berbagai saluran diplomasi regional tersebut.
Kedua pihak juga sefrekuensi mengenai pentingnya mendorong reformasi pada sistem multilateral saat ini agar jauh lebih adil dan responsif.
"Tadi kita juga berbicara mengenai situasi di kawasan, bagaimana kita bisa berkontribusi terhadap membuat ketahanan kawasan dengan berbagai mekanisme yang ada,baik itu di ASEAN, tadi juga saya sampaikan selain ASEAN, kita juga sama-sama menjadi anggota IORA dan juga menjadi anggota BIF" paparnya.
"Jadi kita butuhkan pikiran mengenai berbagai hal seperti itu. Tentu juga tadi saya sampaikan bahwa kita perlu juga berupaya sama-sama untuk mendorong reformasi di tingkat multilateral" jelasnya.
Sinyal Kepercayaan Tinggi
Meski belum masuk ke ranah isu teknis yang sangat spesifik, pertemuan perdana ini menjadi sinyal kuat kalau kepercayaan (high trust) antar-pemimpin kedua negara berada di level tertinggi. Langkah awal ini menegaskan komitmen nyata Australia untuk memprioritaskan Indonesia sekaligus menjadi pondasi kokoh bagi kerja sama yang saling menguntungkan di masa depan.
"Tapi di sini adalah pertumbuhan pertama yang ingin menunjukkan bahwa komitmen dari Australia untuk terus meningkatkan hubungannya dengan Indonesia, untuk melihat bahwa Indonesia adalah negara yang sangat khusus buat Australia dan ada rasa percaya yang tinggi di antara kedua kepala negara dan tentunya juga di tingkat para negeri" ujarnya. (nAD/RaM)
Gen Z Takeaway
Hubungan diplomasi Indonesia dan Australia makin solid! Kunjungan langsung Menlu Australia Penny Wong ke Jakarta buat ketemu Menlu RI Armanatha Nasir buktiin kalau Indonesia tetap jadi prioritas utama Australia di kawasan Indo-Pasifik. Nggak cuma jaga pilar tetangga baik (good neighbor), kedua negara siap memperkuat kolaborasi di forum ASEAN hingga IORA demi menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan regional yang kondusif buat masa depan kita semua.









