Presiden Prabowo Soroti Ada Upaya Pecah Belah Bangsa, Tekankan Indonesia Kuat!

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:06 WIB
Presiden Prabowo Soroti Ada Upaya Pecah Belah Bangsa, Tekankan Indonesia Kuat!
Presiden Prabowo Subianto memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026). [Dok. Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden]

astakom.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyinggung dugaan campur tangan bangsa-bangsa besar yang berupaya memecah belah Indonesia. 

Menurutnya, ada pihak yang mengeluarkan biaya besar untuk memicu pemberontakan, kerusuhan, hingga konflik di dalam negeri.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia mengatakan, upaya mengganggu persatuan Indonesia telah berlangsung sejak puluhan tahun setelah kemerdekaan.

"Bangsa Indonesia tidak bisa dihentikan, tidak bisa dihentikan, berpuluh tahun sejak kita merdeka, bangsa-bangsa besar selalu intervensi, selalu ganggu kita, selalu menghasut perpecahan, selalu membiayai pemberontakan, kerusuhan, adu domba, divide et impera," terang Presiden Prabowo saat sidang kabinet.

Singgung sejarah pemberontakan

Presiden Prabowo kemudian menyinggung sejumlah peristiwa pemberontakan setelah Indonesia merdeka. Beberapa di antaranya adalah pemberontakan DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), gerakan PRRI/Permesta, hingga pemberontakan 1948.

Ia juga menyinggung situasi pada 1997–1998, ketika sejumlah pihak disebut memprediksi Indonesia akan menghadapi perpecahan.

"Indonesia kuat, Indonesia tahan, kita sadar tahun 97/98 banyak yang ramalkan, dan banyak yang berharap, dan banyak yang berulah," ucap Prabowo.

Persatuan nasional jadi fokus pemerintah

Presiden Prabowo mengatakan, pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin terhadap ketahanan nasional Indonesia. Ia juga menilai masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan.

"Sekarang kita sudah tahu semakin yakin, banyak yang terlibat, mereka yakin Indonesia pecah tahun 1999 tahun 2000, ternyata kita punya ketahanan nasional yang cukup kuat, rakyat kita semakin pandai, pemimpin pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan dan itu lah yang sekarang saya jalankan, politik saya ada politik persatuan nasional, saya ingin rangkul semua kekuatan," ujar dia.

Melalui pernyataan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa persatuan nasional menjadi salah satu fokus politiknya. Ia menyatakan ingin merangkul berbagai kekuatan untuk menjaga keutuhan Indonesia di tengah berbagai tantangan. (aLf/RaM)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo menyoroti dugaan intervensi bangsa-bangsa besar yang berupaya memecah belah Indonesia melalui pemberontakan, kerusuhan, dan adu domba. Berkaca pada sejarah, ia menegaskan bahwa ketahanan nasional dan kesadaran masyarakat menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, Presiden Prabowo menjadikan persatuan nasional sebagai fokus politiknya dengan merangkul berbagai kekuatan demi mempertahankan stabilitas dan persatuan Indonesia.

Presiden Prabowo Prabowo Subianto sidang kabinet paripurna

Infografis

Terkini