Jelang Pemilu Paruh Waktu 3 November, Rating Trump Melandai

Editor: Henni Rachma Sari
Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:34 WIB
Jelang Pemilu Paruh Waktu 3 November, Rating Trump Melandai
Demi Keamanan, Dinas Rahasia Diam Diam Pindahkan Trump ke Pesawat Militer (Ilustrasi Donald Trump Gemini)

astakom.com, Jakarta - Tekanan politik hebat tengah menghantam Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Memasuki periode krusial menjelang pemilu paruh waktu (midterm elections) pada 3 November mendatang, tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Trump merosot tajam hingga menyentuh angka terendah dalam sejarah dua masa jabatannya.

Sentimen negatif warga AS yang memuncak akibat lonjakan biaya hidup serta keterlibatan AS-Israel dalam perang melawan Iran diprediksi bakal menjadi 'batu sandungan' besar bagi Partai Republik di ajang perebutan kursi Kongres.

Demokrat unggul 12 poin, pemilih perempuan dan isu ekonomi jadi kunci

Berdasarkan hasil survei nasional Reuters/Ipsos terbaru yang dirilis Senin lalu, popularitas Trump terjun bebas ke angka 31 persen. Ketika responden ditanya soal pilihan partai jika pemilu digelar hari ini, sebanyak 47 persen mantap memilih Partai Demokrat, sementara Partai Republik hanya mengantongi 35 persen suara. Dikutip dari Al Jazeera, Rabu (21/10/2026).

Keunggulan telak 12 poin ini menjadi margin terbesar yang pernah diraih Demokrat sepanjang siklus pemilu kali ini. Dongkrak dukungan signifikan ini dipicu oleh masifnya suara pemilih perempuan yang beralih ke Demokrat, serta tingginya kepercayaan publik bahwa Demokrat lebih mampu mengelola perekonomian AS ketimbang Republik (40% vs 33%).

Bayang-bayang sejarah

Merosotnya dukungan publik jelang midterm elections sebenarnya merupakan fenomena klasik di politik AS. Namun, tingkat kepuasan di bawah 50 persen biasanya membawa malapetaka bagi partai penguasa. Sebagai pembanding, ketika popularitas Bill Clinton berada di angka 46 persen pada pemilu 1994, Demokrat langsung kehilangan 52 kursi di Kongres.

Saat ini, Republik hanya memegang mayoritas tipis di DPR AS (218 dari 214 kursi) dan memimpin tipis di Senat (53 dari 47 kursi). Dengan angka popularitas Trump yang jauh di bawah rata-rata historis pendahulunya, para pakar menilai benteng Republik di Capitol Hill sangat rentan jebol.

Proyeksi kursi DPR & senat

Upaya Demokrat untuk merebut kendali penuh di dua kamar Kongres kian realistis. Berdasarkan analisis proyeksi distrik oleh NBC News, Demokrat berpeluang besar merebut kursi Senat di North Carolina dan Maine, sekaligus membayangi persaingan ketat di Texas, Iowa, dan Alaska.

Di level DPR AS, setidaknya ada 15 distrik yang berpotensi membalikkan keadaan dari Republik ke Demokrat. Jika skenario ini berjalan mulus tanpa kehilangan basis yang ada, Demokrat berpotensi mengamankan tambahan hingga 22 kursi di DPR dan 5 kursi di Senat sebuah peta kekuatan baru yang siap menjegal berbagai agenda politik pemerintahan Trump di masa depan. (RaM)

Gen Z Takeaway

Popularitas Donald Trump lagi di titik terendah sepanjang sejarah jabatannya, cuma 31 persen aja! Amarah warga AS gara-gara harga kebutuhan melonjak plus drama perang AS-Israel lawan Iran bikin Partai Demokrat memimpin telak 12 poin atas Republik jelang pemilu paruh waktu 3 November mendatang. Kalau tren ini bertahan, Demokrat diprediksi bakal sukses merebut mayoritas kursi di DPR dan Senat AS, sekaligus bikin langkah politik Trump ke depan makin 'terkunci’.

Donald Trump Konflik Timur Tengah Iran AS iran israel Amerika Serikat

Infografis

Terkini