Gak Cuma 'Negara Mode', 5 Julukan Unik Prancis Wajib Kamu Tahu, dari L’Hexagone Sampai La Grande Nation
astakom.com, Jakarta – Prancis punya banyak hal menarik untuk dibahas, bukan cuma Menara Eiffel, kuliner, atau Paris yang kerap dikaitkan dengan suasana romantis. Negara di Eropa Barat ini juga memiliki sejumlah sebutan yang menyimpan cerita tentang geografi, sejarah politik, hingga perkembangan penduduknya.
Dihimpun dari berbagai sumber pada Senin, (19/10/2026) istilah bahkan terdengar seperti julukan khusus sebuah negara. Padahal, maknanya berbeda-beda: ada yang merujuk pada bentuk wilayah, ada yang lahir dari perjalanan sejarah, dan ada pula yang digunakan dalam kajian kependudukan.
Biar tidak salah mengartikan, berikut lima julukan yang berkaitan dengan Prancis beserta fakta di baliknya.
1. L’Hexagone, Prancis yang disebut berbentuk segi enam
Pernah mendengar istilah L’Hexagone? Dalam bahasa Prancis, kata tersebut berarti segi enam. Istilah ini digunakan untuk menyebut Prancis metropolitan karena bentuk daratan utamanya di peta secara garis besar menyerupai bangun bersisi enam.
Menurut Académie française, istilah Hexagone mulai digunakan untuk menyebut Prancis pada 1930-an. Sebutan ini praktis karena bentuk geografisnya mudah dikenali.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. L’Hexagone tidak mewakili seluruh wilayah Prancis, termasuk wilayah seberang lautnya. Karena itu, istilah tersebut lebih tepat dipahami sebagai sebutan geografis untuk Prancis metropolitan, bukan nama resmi negara.
2. La patrie des droits de l’homme, berkaitan dengan sejarah HAM
Prancis juga kerap dikaitkan dengan ungkapan la patrie des droits de l’homme, yang dapat diterjemahkan sebagai tanah hak asasi manusia.
Latar belakangnya berkaitan dengan Revolusi Prancis dan Deklarasi Hak-Hak Manusia dan Warga Negara yang diadopsi pada 26 Agustus 1789. Dokumen tersebut memuat prinsip-prinsip penting mengenai kebebasan dan kesetaraan hak.
Warisan sejarah inilah yang membuat Prancis sering diasosiasikan dengan perkembangan pemikiran tentang hak-hak manusia. Meski begitu, ungkapan tersebut bukan gelar resmi yang membuktikan bahwa seluruh praktik HAM di Prancis selalu berjalan ideal.
Jadi, sebutan ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran warisan sejarah dan pemikiran politik Prancis, bukan penilaian mutlak terhadap kondisi HAM negara tersebut saat ini.
3. La Grande Nation, sebutan dari masa Revolusi
Berikutnya ada La Grande Nation, yang berarti Bangsa Besar. Istilah ini memiliki jejak sejarah dalam periode Revolusi Prancis hingga masa Napoleon Bonaparte.
Pada masa tersebut, Prancis mengalami perubahan politik besar sekaligus memperluas pengaruh militernya di Eropa. Ungkapan Grande Nation kemudian digunakan dalam konteks sejarah untuk menggambarkan posisi dan pengaruh Prancis pada periode itu.
Dictionnaire de l’Academie française mencatat penggunaan sebutan tersebut sejak Revolusi hingga kemenangan Prancis pada 1918.
Artinya, istilah ini memiliki konteks waktu yang jelas. La Grande Nation menarik untuk dibahas sebagai bagian dari sejarah Prancis, tetapi tidak tepat jika dianggap sebagai gelar resmi yang menggambarkan kedudukan negara itu pada masa sekarang.
4. Les Lumières, warisan Zaman Pencerahan
Prancis juga punya hubungan erat dengan les Lumières, istilah bahasa Prancis untuk Zaman Pencerahan atau Enlightenment.
Pada abad ke-18, berbagai pemikir Eropa mengembangkan gagasan mengenai penggunaan akal, ilmu pengetahuan, kebebasan, dan kritik terhadap kekuasaan tradisional. Prancis menjadi salah satu pusat penting perkembangan pemikiran tersebut.
Sejumlah pemikir yang berkaitan dengan gerakan ini antara lain Voltaire, Montesquieu, dan Denis Diderot. Gagasan mereka ikut mewarnai diskusi tentang pemerintahan, hukum, toleransi, dan masyarakat.
Karena latar belakang tersebut, Prancis sering dibahas dalam konteks sejarah Zaman Pencerahan. Namun, les Lumièresadalah nama sebuah gerakan intelektual, bukan julukan resmi bagi negara Prancis.
5. Diagonale du vide, kawasan berpenduduk jarang
Istilah terakhir ini cukup unik karena tidak berkaitan dengan julukan nasional, melainkan kondisi persebaran penduduk.
Diagonale du vide secara harfiah berarti diagonal kosong. Dalam pembahasan geografi dan demografi Prancis, istilah ini digunakan untuk menggambarkan bentang wilayah dengan kepadatan penduduk relatif rendah yang membentang secara umum dari timur laut menuju bagian tengah hingga selatan negara tersebut.
Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional Prancis (INSEE) menggunakan istilah ini dalam kajian mengenai dinamika penduduk dan kondisi demografi di sejumlah kawasan.
Meski namanya terdengar seperti wilayah yang benar-benar kosong, istilah tersebut tidak berarti kawasan itu tidak memiliki penduduk. Maksudnya, kepadatan penduduknya relatif rendah dibandingkan sejumlah wilayah lain.
Karena itu, Diagonale du vide tidak bisa digunakan sebagai julukan untuk seluruh Prancis. Istilah ini merujuk pada pola persebaran penduduk di kawasan tertentu. (deA/RaM)
Gen Z Takeaway
Prancis punya banyak sebutan unik yang ternyata menyimpan cerita berbeda, mulai dari L’Hexagoneyang berkaitan dengan bentuk wilayah hingga La Grande Nation yang lekat dengan sejarah politiknya. Ada juga les Lumières yang merujuk pada Zaman Pencerahan dan Diagonale du vide untuk kawasan berpenduduk jarang. Jadi, sebelum menyebutnya sebagai julukan negara, penting untuk memahami konteks dan makna setiap istilah agar tidak keliru menangkap faktanya.









