Yuk Bahas Glodok dari Kawasan Pecinan Bersejarah hingga Jadi Incaran Pemburu Kuliner

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 20 Oktober 2026 | 01:03 WIB
Yuk Bahas Glodok dari Kawasan Pecinan Bersejarah hingga Jadi Incaran Pemburu Kuliner
Jelajahi Kuliner Glodok, Ada Banyak Makanan Menarik untuk Dicoba [Dok. Astakom/Dhea Riyon]

astakom.com, Jakarta – Glodok di Jakarta Barat bukan sekadar kawasan untuk berburu makanan enak atau belanja barang elektronik. Di balik gang-gang yang ramai dan deretan tempat makan yang menarik perhatian pencinta kuliner, kawasan ini menyimpan sejarah panjang sejak era kolonial yang ikut membentuk identitas Jakarta hingga sekarang.

Buat pencinta wisata kuliner, Glodok menawarkan pengalaman yang berbeda. Pengunjung bisa menemukan makanan khas Tionghoa dan peranakan, jajanan tradisional, kedai yang bertahan lintas generasi, hingga tempat makan dengan konsep lebih modern. Kawasan ini juga memiliki bangunan bersejarah, pasar tradisional, dan tempat ibadah yang menjadi bagian dari perjalanan budaya masyarakat setempat.

Keberadaan Glodok di media sosial membuat pengalaman menjelajahi kawasan ini semakin menarik bagi pencinta kuliner. Namun, daya tariknya tidak hanya terletak pada makanan yang sedang ramai dibicarakan. Glodok juga menyimpan cerita tentang bagaimana sebuah kawasan permukiman berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan dan wisata budaya di Jakarta.

Berawal dari sejarah Pecinan pada masa kolonial

Mengutip informasi resmi Kelurahan Glodok, sejarah kawasan ini berkaitan dengan peristiwa Geger Pacinan pada 1740. Setelah peristiwa tersebut, pemerintah kolonial Belanda menerapkan kebijakan yang menempatkan masyarakat keturunan Tionghoa di luar tembok Kota Batavia. Kawasan yang kemudian dikenal sebagai Glodok berkembang menjadi salah satu pusat permukiman masyarakat Tionghoa.

Perjalanan sejarah tersebut menjadikan Glodok lebih dari sekadar kawasan perdagangan. Kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan keagamaan masyarakat Tionghoa tumbuh di wilayah ini selama berabad-abad, kemudian berinteraksi dengan kebudayaan lain yang berkembang di Jakarta.

Asal-usul nama Glodok sendiri memiliki beberapa versi. Salah satunya mengaitkannya dengan kata Sunda golodog, yang berarti pintu masuk atau tangga masuk rumah. Versi lain menghubungkannya dengan bunyi air yang jatuh dari pancuran atau penampungan air. Karena terdapat lebih dari satu penjelasan, asal nama tersebut tidak bisa dipastikan hanya melalui satu versi.

Seiring waktu, Glodok berkembang menjadi pusat perdagangan sekaligus kawasan yang menyimpan jejak sejarah kota. Aktivitas niaga yang berlangsung di sana membuat kawasan ini dikenal luas, termasuk sebagai tempat untuk mencari barang elektronik dan berbagai produk perdagangan lainnya.

Dari Gang Gloria sampai Petak Enam, pilihan kulinernya beragam

Potensi wisata Glodok tidak lepas dari keberadaan sejumlah titik yang dikenal sebagai tujuan kuliner. Laman resmi Kelurahan Glodok menyebut Gang Gloria hingga Pantjoran Tea House sebagai bagian dari daya tarik wisata kuliner kawasan tersebut.

Gang Gloria menjadi salah satu lokasi yang dapat dijelajahi untuk menemukan beragam pilihan makanan. Sementara itu, kawasan Petak Sembilan memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas perdagangan, kehidupan masyarakat Tionghoa, serta keberadaan bangunan bersejarah dan tempat ibadah.

Ada pula Petak Enam di kawasan Jalan Pancoran yang menawarkan konsep tempat makan dengan beragam pilihan tenant. Pengunjung bisa menjadikannya salah satu titik singgah ketika ingin mencoba beberapa jenis makanan dalam satu kawasan.

Keragaman tersebut menjadi salah satu alasan Glodok menarik untuk dijelajahi. Pengunjung tidak hanya datang untuk mencari satu menu tertentu, tetapi juga bisa menikmati suasana pasar, menyusuri gang, melihat bangunan lama, dan mengenal kuliner yang berkembang dari pertemuan berbagai budaya.

Pilihan makanannya pun tidak terbatas pada satu jenis hidangan. Kuliner Tionghoa, makanan peranakan, dan hidangan Nusantara dapat ditemukan di kawasan ini. Perpaduan tersebut memperlihatkan bahwa identitas kuliner Glodok terbentuk melalui perjalanan sejarah dan interaksi masyarakat selama bertahun-tahun.

Kenapa Glodok menarik perhatian pencinta kuliner?

Daya tarik Glodok berada pada perpaduan antara pengalaman makan, suasana kawasan bersejarah, dan pilihan tempat yang beragam. Pengunjung bisa menemukan kedai sederhana yang mempertahankan nuansa lama, pasar yang aktif, hingga tempat makan dengan penataan lebih modern.

Media sosial juga memberi ruang bagi pengunjung untuk membagikan pengalaman kuliner mereka. Foto makanan, video suasana gang, dan rekomendasi tempat makan dapat membuat sebuah lokasi semakin dikenal oleh calon pengunjung. Meski begitu, tidak semua tempat yang ramai dibicarakan otomatis menjadi tempat paling enak bagi setiap orang karena selera dan preferensi makanan bisa berbeda.

Daya tarik Glodok juga mendapat dukungan dari kegiatan wisata yang diselenggarakan pemerintah. Pada 20 Juni 2026, Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar festival kuliner malam di kawasan Pecinan Glodok. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai tenant kuliner UMKM dan hiburan bernuansa budaya, sekaligus memperlihatkan potensi kawasan ini sebagai ruang kegiatan ekonomi dan wisata.

Dengan demikian, popularitas Glodok tidak harus dilihat hanya dari tren makanan yang muncul di media sosial. Kawasan ini mempunyai modal wisata yang lebih luas, mulai dari sejarah Pecinan, aktivitas perdagangan, keragaman budaya, hingga kuliner yang terus berkembang.

Bagi pengunjung yang ingin menjelajahinya, Glodok bisa menjadi pilihan untuk menggabungkan wisata makan dengan jalan-jalan sejarah. Namun, sebaiknya tetap periksa jam operasional tempat makan yang ingin dikunjungi dan pastikan pilihan makanan sesuai dengan preferensi masing-masing.

Pada akhirnya, Glodok memperlihatkan bagaimana kawasan bersejarah dapat terus hidup mengikuti perkembangan zaman. Tradisi kuliner dan aktivitas perdagangan tetap menjadi bagian dari identitasnya, sementara tempat makan baru dan promosi melalui media sosial memperluas cara orang mengenal kawasan tersebut. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Glodok bukan cuma tempat berburu makanan yang menarik untuk masuk daftar kulineran. Kawasan ini menyimpan cerita panjang tentang sejarah Pecinan Jakarta, perkembangan perdagangan, dan pertemuan budaya yang membentuk karakter kota. Jadi, kalau berencana mampir untuk mencoba makanan yang sedang ramai dibicarakan, jangan lewatkan juga kesempatan mengenal sejarah dan suasana khas Glodok.

Glodok Kuliner Kuliner Legendaris Kuliner Glodok Kawasan Pecinan Pecinan

Infografis

Terkini