WHO Ingatkan Risiko Cuaca Panas, Ini Kelompok yang Perlu Lebih Waspada

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:34 WIB
WHO Ingatkan Risiko Cuaca Panas, Ini Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
WHO Ingatkan Risiko Cuaca Panas, Ini Kelompok yang Perlu Lebih Waspada (Ilustrasi/Pexels)

astakom.com, Jakarta – Cuaca panas bukan cuma bikin gerah saat beraktivitas di luar ruangan, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan jika tubuh terlalu lama terpapar suhu tinggi. Karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang lebih rentan terdampak panas dan kapan sebaiknya mengurangi kegiatan di luar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa paparan panas berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan hingga memperburuk penyakit yang sudah ada. Risiko ini perlu diperhatikan, terutama oleh masyarakat yang tinggal di wilayah dengan suhu tinggi atau harus beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Di Indonesia, kondisi cuaca bisa berbeda-beda di setiap daerah. Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca dan informasi indeks ultraviolet (UV) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai pertimbangan sebelum beraktivitas di luar.

Kelompok yang lebih rentan terdampak cuaca panas

Menurut WHO, ada sejumlah kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika menghadapi cuaca panas, baik karena faktor usia, kondisi kesehatan, maupun aktivitas sehari-hari.

  • Lansia: orang berusia 65 tahun ke atas perlu lebih diperhatikan saat menghadapi suhu tinggi.
  • Bayi dan anak-anak: perlu dilindungi dari paparan panas berlebihan, terutama saat berada di luar ruangan.
  • Orang dengan penyakit tertentu: mereka yang memiliki gangguan jantung, paru-paru, ginjal, atau diabetes perlu lebih berhati-hati karena panas dapat memperburuk kondisi kesehatan.
  • Pekerja luar ruangan: pekerja konstruksi, petugas lapangan, dan orang yang melakukan pekerjaan fisik berat berisiko terpapar panas dalam waktu lama.
  • Penyandang disabilitas dan orang yang tinggal sendirian: mereka mungkin membutuhkan bantuan tambahan untuk menjangkau tempat sejuk atau mendapatkan pertolongan saat kondisi tubuh menurun.

Perhatian terhadap kelompok tersebut penting untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat panas. Memastikan mereka memiliki akses ke air minum, tempat beristirahat yang sejuk, dan bantuan saat diperlukan bisa menjadi langkah sederhana yang bermanfaat.

Kapan sebaiknya mengurangi aktivitas di luar?

WHO menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan dan kegiatan fisik berat selama waktu terpanas dalam sehari. Jika kegiatan tidak bisa ditunda, pilih waktu yang lebih sejuk dan ambil jeda untuk beristirahat.

WHO juga menyarankan menghabiskan sekitar 2–3 jam sehari di tempat yang sejuk apabila kondisi rumah tidak cukup nyaman untuk menghadapi panas.

Untuk masyarakat Indonesia, tidak ada satu patokan jam yang otomatis berlaku di semua wilayah. Karena itu, perhatikan kondisi cuaca setempat dan pantau informasi resmi BMKG sebelum menentukan waktu untuk bepergian, berolahraga, atau melakukan pekerjaan di luar ruangan.

Jangan hanya melihat suhu udara

Selain prakiraan cuaca, informasi indeks UV juga penting diperhatikan. Suhu udara menunjukkan kondisi panas udara, sedangkan indeks UV menggambarkan tingkat radiasi ultraviolet matahari yang dapat berdampak pada kulit dan mata.

Artinya, cuaca yang terasa tidak terlalu panas bukan berarti paparan UV rendah. Masyarakat bisa memeriksa informasi indeks UV melalui kanal resmi BMKG untuk menyesuaikan perlindungan sebelum beraktivitas di luar.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Minum air secara teratur untuk menjaga kecukupan cairan tubuh.
  • Menggunakan payung, topi, pakaian yang sesuai, dan tabir surya sebagai perlindungan dari matahari.
  • Beristirahat di tempat teduh atau ruangan yang lebih sejuk.
  • Mengurangi aktivitas fisik berat ketika cuaca sedang terik.
  • Memperhatikan kondisi lansia, anak-anak, dan orang dengan penyakit tertentu.

Jika muncul keluhan seperti pusing, lemas, mual, atau kram setelah terpapar panas, segera hentikan aktivitas dan pindah ke tempat yang lebih sejuk. Apabila seseorang mengalami kebingungan, kejang, atau penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Cuaca panas perlu disikapi dengan lebih cermat, terutama bagi orang yang rentan mengalami gangguan kesehatan. Sebelum beraktivitas, cek informasi cuaca dan indeks UV BMKG, cukupi kebutuhan cairan, serta cari tempat teduh saat diperlukan.Jangan memaksakan diri ketika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman. Mengatur waktu kegiatan dan memberi tubuh kesempatan untuk mendingin bisa membantu mengurangi risiko kesehatan akibat paparan panas.

Cuaca Panas Musim panas Spill Tips dan kiat-kiat Berita Spill Lifestyle

Infografis

Terkini