Putus Kepala Api Pakai Ekskavator! Pemerintah Gaspol Strategi Baru & Bikin 30 Sumur Bor Buat Jinakkan Karhutla

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:30 WIB
Putus Kepala Api Pakai Ekskavator! Pemerintah Gaspol Strategi Baru & Bikin 30 Sumur Bor Buat Jinakkan Karhutla
Pemerintah Perkuat Strategi Pemutusan Kepala Api untuk Cegah Karhutla Meluas (Dok. Bakom RI)

astakom.com, Jakarta – Pemerintah menyiapkan langkah tambahan untuk menekan penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya dengan memutus kepala api menggunakan alat berat. Strategi ini berfokus pada bagian depan rambatan api agar kebakaran tidak terus menjalar dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Upaya tersebut juga didukung rencana pembangunan sekitar 30 sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman. Selain penanganan di darat, pemerintah tetap mengandalkan operasi modifikasi cuaca dan pemadaman dari udara dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Melansir keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima astakom.com, pada Rabu (14/10/2026), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui sejumlah langkah yang disesuaikan dengan situasi kebakaran. Pemutusan kepala api menjadi salah satu strategi yang diperkuat untuk menghambat pergerakan api.

Alat berat dikerahkan untuk menyekat rambatan api

Alih-alih hanya mengejar kobaran yang sudah menyebar, petugas berupaya menghentikan pergerakan api dari bagian depannya. Untuk mendukung strategi tersebut, pemerintah berencana menambah empat hingga lima ekskavator agar proses penyekatan bisa diperkuat.

“Sekarang kita coba memutus kepala apinya. Kepala apinya yang kita putus dengan kecepatan, menggunakan alat berat supaya menghindari mudarat yang lebih besar lagi. Ini akan tambah nanti ada mungkin 4-5 ekskavator lagi untuk menyekat apinya,” ujar Raja Juli, seperti dikutip Rabu (14/10/2026).

Ketersediaan air juga menjadi perhatian dalam penanganan ini. Pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 30 sumur bor yang akan ditempatkan dengan jarak kurang lebih 50 meter di sepanjang kepala api. Fasilitas tersebut ditujukan untuk menunjang kebutuhan pemadaman di area kebakaran.

Modifikasi cuaca dan pemadaman udara tetap dilakukan

Penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan upaya langsung di lokasi kebakaran. Pemerintah turut menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) melalui penyemaian garam pada awan yang berpotensi mendukung proses tersebut, dengan tujuan membantu meningkatkan kelembapan.

Menurut Raja Juli, penyemaian awan tetap diupayakan meskipun suatu kabupaten tidak sedang mengalami karhutla, selama terdapat kondisi yang mendukung pelaksanaan operasi.

“Apakah itu dari kebupaten yang ada Karhutla atau tidak, tetap kita semai (garam ke awan potensial) untuk melakukan pelembapan,” jelasnya.

Sementara itu, pemadaman menggunakan helikopter melalui metode water bombing belum bisa dilakukan setiap saat. Kondisi jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan karena penerbangan harus menyesuaikan situasi di lapangan.

“Kita akan terus berusaha ketika nanti ada celah untuk waterbombing turun. Kita turun, jadi tidak kurang-kurang,” ucapnya.

Di lapangan, pengendalian karhutla melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan. Koordinasi lintas unsur ini menjadi bagian dari upaya menangani kebakaran di tengah tantangan yang dihadapi petugas.

Menhut sampaikan empati kepada masyarakat terdampak asap

Raja Juli turut menyampaikan empati kepada masyarakat yang telah terpapar asap karhutla selama tiga bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menangani kebakaran serta menjadikan kondisi masyarakat sebagai dorongan untuk meningkatkan keseriusan penanganan.

“Kami sangat berempati dan oleh karena itu sekaligus ini memotivasi kami untuk bekerja dengan lebih sungguh-sungguh,” jelas Raja Juli.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik, saran, dan evaluasi yang disampaikan masyarakat, baik melalui media massa maupun media sosial. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan agar upaya pengendalian karhutla dapat terus ditingkatkan.

“Kritik itu adalah vitamin, obat untuk memotivasi kami untuk bekerja lebih keras,” ujarnya.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan kebakaran sekaligus menekan dampaknya terhadap masyarakat. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi antarpihak dan penyesuaian strategi berdasarkan kondisi aktual di lapangan, terutama ketika asap dan rambatan api masih menjadi tantangan dalam proses pemadaman. (deA/RaM)

Gen Z Takeaway

Pengendalian karhutla bukan hanya soal memadamkan api yang terlihat, tetapi juga menghambat rambatannya, memastikan ketersediaan air dan memaksimalkan metode pemadaman sesuai kondisi lapangan Di sisi lain, dampak asap terhadap masyarakat tetap perlu menjadi perhatian selama proses pananganan berlangsung.

Karhutla Cegah Karhutla Penanganan Karhutla Strategi putus kepala api

Infografis

Terkini