Jangan Tergiur Murah! Ini Cara Sat-Set BPOM Biar Kamu Nggak Kecelek Beli Produk Kesehatan Ilegal
astakom.com, Jakarta – Promosi dengan embel-embel khasiat instan atau hasil yang menjanjikan memang bisa bikin konsumen tertarik. Namun, sebelum ikut membeli, ada baiknya memastikan informasi dan legalitas produk terlebih dahulu, terutama untuk obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang berkaitan langsung dengan kondisi tubuh.
Bukan tanpa alasan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 31 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan ilegal dalam pengawasan periode Mei–Juni 2026. Sebanyak 30 produk di antaranya mengandung bahan kimia obat (BKO), sementara satu produk suplemen kesehatan lainnya tidak memenuhi persyaratan mutu mikrobiologi.
Melansir dari keterangan resmi BPOM yang dikutip pada Rabu, (14/10/2026), temuan tersebut menjadi pengingat bahwa klaim promosi yang terdengar meyakinkan belum tentu menjamin keamanan dan mutu produk. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis sebelum memutuskan membeli, termasuk ketika menemukan produk yang dipasarkan melalui platform digital.
Kenali risiko di balik klaim yang terlalu menjanjikan
Dari 31 produk yang ditemukan, BPOM mencatat 28 merupakan obat bahan alam dan tiga lainnya suplemen kesehatan. Sebanyak 15 produk mencantumkan nomor izin edar (NIE) fiktif, sedangkan 16 produk lainnya tidak terdaftar di BPOM.
Produk-produk tersebut dipasarkan dengan beragam klaim, mulai dari meningkatkan stamina pria, mengatasi pegal linu dan nyeri sendi, hingga membantu menurunkan atau menambah berat badan. Padahal, hasil pengawasan menunjukkan adanya kandungan bahan kimia obat yang tidak boleh ditambahkan ke dalam produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan.
Penggunaan bahan kimia obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan berisiko menimbulkan masalah, terutama ketika konsumen tidak mengetahui jenis bahan yang dikonsumsi, dosisnya, maupun kemungkinan interaksinya dengan obat lain.
Artinya, label alami, promosi yang terlihat meyakinkan, atau janji hasil cepat tidak cukup untuk dijadikan patokan keamanan. Konsumen tetap perlu memeriksa informasi produk melalui sumber resmi sebelum menggunakannya.
Terapkan Cek KLIK sebelum membeli
BPOM memperkenalkan prinsip Cek KLIK sebagai salah satu cara sederhana bagi masyarakat untuk lebih teliti saat memilih produk obat dan makanan. Ada empat hal yang perlu diperiksa sebelum melakukan transaksi.
1. Cek kemasan
Pastikan kemasan tidak rusak, bocor, penyok, menggembung, atau menunjukkan tanda kerusakan lainnya. Periksa juga apakah segel masih dalam kondisi baik.
2. Cek label
Jangan hanya membaca tulisan promosi di bagian depan. Periksa informasi pada label, termasuk identitas produk, komposisi, aturan penggunaan jika relevan, serta keterangan lain yang diwajibkan sesuai kategori produknya.
3. Cek izin edar
Untuk produk yang wajib memiliki izin edar, jangan langsung percaya pada nomor yang tercetak di kemasan. Cocokkan nama produk, merek, atau nomor izinnya melalui basis data resmi BPOM di https://cekbpom.pom.go.id/.
Melalui situs tersebut, konsumen dapat mencari informasi produk berdasarkan nama, merek, nomor izin edar, atau nama pendaftar. Jika produk tidak ditemukan atau informasinya tidak sesuai, lakukan pengecekan lebih lanjut melalui kanal resmi BPOM sebelum memutuskan membeli.
4. Cek kedaluwarsa
Pastikan produk belum melewati tanggal kedaluwarsanya. Jangan mengabaikan informasi ini hanya karena produk sedang diskon atau kemasannya masih terlihat bagus.
Panduan Cek KLIK dapat dibaca melalui laman resmi BPOM – Cek KLIK.
Jangan jadikan harga dan ulasan sebagai satu-satunya patokan
Saat belanja online, konsumen juga perlu membedakan informasi yang bisa diverifikasi dari materi promosi. Foto produk yang menarik, potongan harga besar, testimoni pembeli, atau jumlah penjualan yang tinggi tidak otomatis membuktikan bahwa produk aman dan sesuai dengan klaimnya.
Sebelum membayar, periksa identitas penjual, baca keterangan produk secara menyeluruh, dan cocokkan legalitasnya melalui sumber resmi. Jika menemukan janji khasiat yang terdengar terlalu berlebihan, terutama klaim menyembuhkan penyakit atau memberikan hasil instan, sebaiknya jangan langsung percaya.
Perlu diingat, izin edar bukan berarti setiap klaim promosi otomatis benar atau produk pasti cocok untuk semua orang. Konsumen tetap perlu memperhatikan aturan penggunaan, informasi pada label, serta kebutuhan masing-masing. Khusus obat dan suplemen kesehatan, jangan menjadikannya pengganti pemeriksaan atau pengobatan yang diperlukan.
Jika menemukan produk yang mencurigakan atau ingin meminta klarifikasi, masyarakat dapat memanfaatkan kanal pengaduan resmi BPOM.
Gen Z Takeaway
Belanja cerdas bukan cuma soal mendapatkan harga murah, tetapi juga memastikan produk yang dipilih memiliki informasi dan legalitas yang jelas. Sebelum checkout,









