Presiden Prabowo Pacu Transformasi PLN, Proyek 100 GWp Panel Surya Dikebut Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Penulis: Selvi
Editor: Anri Syaiful
Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:44 WIB
Presiden Prabowo Pacu Transformasi PLN, Proyek 100 GWp Panel Surya Dikebut Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan, Jakarta. [Timpres]

Jakarta, astakom.com –Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan transformasi PT PLN (Persero) untuk meningkatkan efisiensi bisnis, produktivitas, serta keandalan pasokan listrik nasional. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengakselerasi pengembangan energi baru terbarukan melalui proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan, Presiden meminta agar langkah transformasi PLN segera dirumuskan, terutama menyangkut pembenahan model bisnis perusahaan. Transformasi ini diharapkan mampu membuat PLN bekerja lebih efektif, adaptif, dan produktif, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

“Intinya, kami membicarakan bagaimana mengakselerasi transformasi di PLN agar menjadi lebih baik, lebih cepat, dan lebih tanggap. Kami juga membahas percepatan penggunaan 100 GWp panel surya,” ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Menurut Rosan, Presiden menginginkan rancangan transformasi tersebut segera disusun dan dipaparkan untuk ditindaklanjuti. Pemerintah akan berkoordinasi dengan tim PLN guna melakukan asesmen menyeluruh, termasuk mengevaluasi model bisnis dan berbagai aspek operasional perusahaan.

Pembenahan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi serta produktivitas, dengan harapan dapat menekan kebutuhan subsidi. Di sisi lain, transformasi PLN dinilai penting untuk memastikan sistem kelistrikan mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di berbagai daerah.

Permintaan listrik meningkat

Sejalan dengan agenda transformasi tersebut, PLN menghadapi tantangan berupa peningkatan permintaan listrik yang dipicu oleh pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini menuntut penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pemeliharaan, serta kesiapan sistem kelistrikan dalam menghadapi lonjakan beban.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyebut kenaikan permintaan listrik sebagai sinyal positif bagi aktivitas ekonomi. Namun, pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan keandalan jaringan dan pemeliharaan infrastruktur yang lebih optimal.

“Ekonomi kita yang tumbuh baik menyebabkan permintaan listrik melonjak cukup tinggi. Ini sebetulnya merupakan sinyal yang baik, tetapi harus diikuti dengan keandalan dan pemeliharaan yang lebih baik,” kata Suroso.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi, termasuk pada sistem kelistrikan di Batam. Sebelumnya, gangguan pada salah satu transformator menyebabkan pemadaman yang berdampak terhadap pelayanan listrik kepada masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, PLN akan mengevaluasi pelaksanaan pemeliharaan infrastruktur untuk memastikan kesiapan sistem dalam menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik yang semakin tinggi.

“Kami menyadari banyak yang harus ditingkatkan, termasuk di Batam. Karena itu, kami perlu meninjau kembali seluruh pemeliharaan yang ada untuk mendukung pertumbuhan permintaan listrik yang luar biasa,” ujarnya.

Terkait penyebab gangguan di Batam, Suroso menegaskan bahwa PLN masih melakukan penelusuran secara menyeluruh. Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor penyebab sekaligus menentukan langkah perbaikan agar kejadian serupa dapat diantisipasi.

Listrik Batam pulih, pemulihan di Bintan masih berlangsung

Dalam keterangannya, Suroso menyampaikan bahwa pasokan listrik di Batam telah pulih 100 persen pada saat pernyataan disampaikan. Sementara itu, pemulihan di Bintan masih berlangsung di sebagian wilayah.

PLN juga membuka ruang evaluasi terkait kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman. Namun, perusahaan menegaskan bahwa pemulihan layanan menjadi prioritas utama sebelum mekanisme kompensasi ditinjau berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Pada saat ini, prioritas pertama kami adalah memulihkan kembali pelayanan kepada masyarakat. Setelah itu, mekanisme kompensasi akan kami tinjau sesuai peraturan yang berlaku,” pungkas Suroso. (Sea/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo lagi glow up-in PLN biar makin slay, efisien, dan siap nemenin pertumbuhan ekonomi yang makin skyrocketing, salah satunya lewat mega project panel surya 100 GWp buat perkuat ketahanan energi nasional. Walau sempat ada insiden mati lampu di Batam-Bintan gara-gara beban listrik yang overload, PLN langsung gercep fix-it sampai pulih 100% sambil nge-evaluasi pemeliharaan infrastruktur dan kaji kompensasi biar pelayanan makin top-tier dan no drama!

Presiden Prabowo Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani pln PLTS PLTS 100 GWp

Infografis

Terkini