Wamenhan Yusuf Jauhari Dorong Industri Pertahanan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:58 WIB
Wamenhan Yusuf Jauhari Dorong Industri Pertahanan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Madya TNI Yusuf Jauhari memberikan keterangan pers usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). [Timpres]

Reporter: Selvi Anggriani

astakom.com, Jakarta — Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Yusuf Jauhari menegaskan pembangunan kekuatan pertahanan nasional harus memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian Indonesia. 

Karena itu, industri pertahanan dalam negeri didorong tidak hanya memperkuat Tentara Nasional Indonesia (TNI), tetapi juga menggerakkan roda ekonomi dan mendukung kemandirian bangsa.

“Kita mendorong seluruh industri pertahanan untuk berkontribusi dalam memperkuat TNI kita. Dan itu harapannya tidak hanya kekuatan TNI, tapi bagaimana juga ekonomi bergerak,” ujar Yusuf usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). 

Kolaborasi teknologi lintas kementerian

Menurut Yusuf, pengembangan industri pertahanan juga perlu diarahkan pada penguasaan dan pemanfaatan teknologi yang dapat digunakan untuk kepentingan di luar sektor militer. 

Kolaborasi lintas kementerian menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan sumber daya yang telah dikembangkan.

“Demikian juga teknologi, transfer maupun pemanfaatan teknologi, baik secara pertahanan maupun berkolaborasi dengan kepentingan yang lain,” ucapnya.

Ia mencontohkan, teknologi dan peralatan yang disiapkan untuk mendukung tugas-tugas pertahanan berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan sipil, termasuk penanganan kebakaran. Dengan demikian, pengembangan industri pertahanan dapat memberikan nilai tambah bagi berbagai sektor.

“Seperti pemadam kebakaran dan lain sebagainya itu. Itu kita berkolaborasi dengan kementerian lain sehingga apa yang sudah disiapkan oleh tugas-tugas yang kita terima, itu bisa bermanfaat juga atau dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan nonpertahanan,” katanya.

Strategi diversifikasi alutsista

Selain memperkuat industri dalam negeri, Yusuf menyoroti pentingnya diversifikasi dalam pemenuhan kebutuhan pertahanan. Langkah tersebut dinilai menjadi opsi untuk meningkatkan kemandirian sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap satu negara pemasok.

Meski demikian, ia mengakui diversifikasi dapat menambah kompleksitas dalam pengelolaan logistik pertahanan. Karena itu, upaya tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi dan pembangunan kekuatan pertahanan dapat berjalan berkelanjutan.

Yusuf menegaskan, partisipasi industri pertahanan nasional menjadi faktor penting untuk menopang pembangunan kekuatan militer Indonesia.

“Kita mendorong juga industri pertahanan kita untuk berpartisipasi menopang supaya kekuatan ini terus terwujud. Sehingga tidak hanya sebagai kekuatan militer saja, tetapi juga kekuatan yang menopang seluruh kelangsungan bangsa ini,” pungkasnya. (aLf/Sea/RaM)

Gen Z Takeaway

Industri pertahanan bukan cuma soal memperkuat militer, tetapi juga punya potensi besar untuk menggerakkan ekonomi dan mendorong kemandirian bangsa. Wamenhan Yusuf Jauhari menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan sipil, serta diversifikasi alutsista agar Indonesia makin mandiri tanpa mengabaikan kesiapan operasional pertahanan.

Yusuf Jauhari Marsdya TNI Yusuf Jauhar Wakil Menteri Pertahanan wamenhan Industri Pertahanan Industri Pertahanan RI

Infografis

Terkini