Aksi Langka! Mensos Gus Ipul Sambut Langsung Warga Demo di Kemensos
astakom.com, Jakarta — Pemandangan tak biasa terjadi di depan Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, pada Kamis (17/09/2026). Ratusan warga yang tergabung dalam Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) bersama mahasiswa menggelar aksi demo menuntut penyesuaian status desil bantuan sosial. Menariknya, bukannya diadang, para demonstran justru diajak masuk dan diajak dialog langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Dari buruh bawang sampai ibu rumah tangga curhat langsung
Dikutip dari laman Kemensos, Gus Ipul dan Agus Jabo langsung keluar menemui warga yang demo di depan kantornya. Tak hanya itu, seluruh peserta aksi diajak masuk ke area Taman Sekolah Rakyat di dalam komplek Kemensos. Kursi-kursi langsung dikeluarkan untuk ibu-ibu dan lansia, sementara sebagian warga lainnya duduk lesehan dan mengelilingi taman.
Momen ini bikin Ketua Umum KWJK, Marlo Sitompul, kaget sekaligus terharu. Ia mengaku sudah berkali-kali demo di Kemensos pada periode menteri-menteri sebelumnya, tetapi baru kali ini diterima dan diajak dialog langsung oleh sang Menteri dan Wakil Menteri.
Satu per satu warga pun menyampaikan keluh kesahnya yang beragam terkait Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Mardiana, seorang buruh pengupas bawang dan ibu tiga anak dengan penghasilan Rp30 ribu per hari, merasa heran karena dirinya masuk desil 6 padahal tinggal di pinggir kali.
Keluhan serupa disampaikan oleh Sri Sugiarti, warga Rusun Pesakih yang mengaku tak pernah mendapat bansos selama 14 tahun tinggal di sana, padahal ia sudah tak lagi berdagang demi merawat suaminya yang mengidap stroke. Sementara itu, Julia merasa khawatir desil keluarganya yang tercatat di angka 6–10 bakal menjegal anaknya untuk mendapatkan KJP dan melanjutkan kuliah tahun depan.
Kemensos pegang 2.500 data warga, janji tuntas verifikasi dalam seminggu
Juru Bicara KWJK, Dea Melrisa, menegaskan bahwa mereka tak sekadar datang membawa keluhan. Pihaknya menyodorkan hasil kajian akademik beserta sekitar 2.500 data warga yang dinilai tidak sesuai kondisi lapangan maupun belum terdaftar di DTSEN.
Menanggapi hal tersebut, Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo secara tegas berjanji bakal memproses dan menindaklanjuti data tersebut:
“Kami akan terima semua aspirasinya, kami akan terima semua data-datanya untuk kita lakukan pendalaman, pengkajian, dan kemudian kita tindaklanjuti... Paling lambat seminggu sudah ada jawaban. Karena tugas Kemensos adalah melayani rakyat,” tegas Gus Ipul.
Pemerintah menyadari bahwa pendataan memang belum 100% sempurna. Oleh karena itu, Kemensos membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melakukan usul dan sanggah melalui aplikasi Cek Bansos, saluran Command Center 171, maupun WhatsApp Kemensos di 0877-1717-171.
Ajak warga jadi 'agen perlinsos' demi bansos tepat sasaran
Gus Ipul juga mengajak para aktivis dan pendamping warga untuk mendaftarkan diri menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dengan menjadi agen resmi, warga bisa bantu tetangganya mengurus pembaruan data tanpa harus bolak-balik demo ke kantor pusat.
Mekanisme ini sekaligus menjadi persiapan digitalisasi bansos yang bakal berlaku secara nasional pada 2027 mendatang. Hingga kini, pemutakhiran DTSEN tercatat telah berhasil memasukkan lebih dari 4,3 juta keluarga kurang mampu sebagai penerima bansos baru.
“Bansos itu adalah hak dari rakyat dan harus diterima oleh rakyat yang membutuhkan, yang memenuhi kriteria. Kalau ada orang demo silakan masuk ke dalam... Ingat ya, Kemensos adalah kantornya rakyat,” pungkas Gus Ipul sembari menutup pertemuan. (ACwan/aNs)
Gen Z Takeaway
Gak pake urat, demo berakhir adem! Ratusan warga yang nuntut perbaikan desil bansos langsung diajak masuk dan ngobrol lesehan bareng Mensos Gus Ipul & Wamensos Agus Jabo di Taman Kemensos (17/9/2026). 2.500 data warga siap diverifikasi dalam seminggu, plus masyarakat diajak jadi Agen Perlinsos biar bansos makin tepat sasaran!








