PSEL Bogor Raya Resmi Digarap: Listriki 100.000 Rumah Sampai Serap 1.200 Loker!

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 17 September 2026 | 22:06 WIB
PSEL Bogor Raya Resmi Digarap: Listriki 100.000 Rumah Sampai Serap 1.200 Loker!
PSEL Bogor Raya Resmi Digarap: Listriki 100 Ribu Rumah Sampai Serap 1.200 Loker. [Bakom RI]

astakom.com, Jakarta - Kabar baik buat lingkungan! Pemerintah resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 yang berlokasi di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proyek hijau senilai Rp2,8 triliun ini digadang-gadang siap jadi solusi mati-matian buat masalah sampah sekaligus menyuplai listrik ke ratusan ribu rumah tangga.

Sebagai informasi, PSEL Bogor Raya 1 merupakan proyek PSEL ketiga yang masuk tahap konstruksi setelah PSEL Denpasar Raya dan PSEL Kota Bekasi. Proyek ini dikerjakan oleh Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

Sulap Sampah Jadi Listrik & Bikin 1.200 Loker

CIO Danantara Indonesia sekaligus CEO Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, ngel-spill kalau proyek ini ditargetkan bisa ngelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun—atau sekitar 45 persen dari total timbunan sampah di Kota dan Kabupaten Bogor.

Nggak cuma ngurangin sampah, impact energi dan ekonominya juga nggak main-main:

  • Suplai Listrik: Menghasilkan energi hijau yang sanggup menyuplai lebih dari 100 ribu rumah di kawasan Bogor Raya. 
  • Ramah Lingkungan: Menurunkan emisi sampah dari TPA hingga 80 persen, mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO2 per tahun, serta hemat lahan TPA sampai 80 persen. 
  • Serap Tenaga Kerja: Membuka hingga 1.200 lapangan kerja baru

"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100 ribu rumah masyarakat Bogor Raya," ujar Pandu dalam acara peresmian pembangunan di Kabupaten Bogor, Kamis (17/09/2026).

"Inisiatif ini juga bernilai Rp2,8 triliun dari sisi investasi dan insya Allah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200 dan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen," jelasnya.

Makin mantap lagi, momen peresmian ini juga berbarengan sama penandatanganan perjanjian jual beli listrik antara PT PLN (Persero) dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP).

"Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia. Permasalahan sampah itu tidak hanya mempengaruhi kehidupan kita sekarang tapi juga masa depan anak kita. Mari berkolaborasi bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah," ucap Pandu.

Solusi Darurat Sampah Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) juga menegaskan kalau PSEL ini adalah langkah konkret pemerintah buat memberantas masalah sampah nasional. Setelah Bali, Bekasi, dan Bogor, proyek PSEL bakal terus diperluas ke daerah lain seperti Jakarta.

"Yang sudah kita, Bali, sudah. Kota Bekasi, Jakarta belum. Jakarta belum. Jakarta ini yang paling berat, sebetulnya. Kota Bekasi sudah. Nah, sekarang kita di sini," kata Zulhas.

Pemerintah menargetkan masalah sampah di Indonesia bisa berkurang drastis dalam beberapa tahun ke depan.

"Kita akan perkirakan separuh kita selesaikan itu di 2027. Separuh lagi di 2028 dan ini baru menyelesaikan 22,5 persen. Yang masih ada 70-75 persen lagi," ujarnya.

"Jadi dampaknya sangat baik. Dari sampah yang merusak lingkungan menjadi energi yang bermanfaat. Menyerap tenaga kerja dan lain-lain," tutup Zulhas. (RaM)

Gen Z Takeaway

Pemerintah resmi start pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 senilai Rp2,8 triliun di Desa Galuga, Cibungbulang, yang diproyeksikan sanggup menyulap 500 ribu ton sampah per tahun jadi energi hijau buat menyuplai listrik ke 100 ribu lebih rumah sekaligus membuka 1.200 lapangan kerja baru. Menko Pangan Zulkifli Hasan bareng CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir ngesahkan proyek PSEL ketiga di Indonesia ini—setelah Bali dan Bekasi—sebagai langkah darurat buat motong emisi karbon dan ngurangin kebutuhan lahan TPA sampai 80 persen demi mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

pln PSEL Bogor Bakom RI Zulkifli Hasan PT PLN (Persero)

Infografis

Terkini