Kemlu Pantau 74 Pelajar Indonesia di Kota Mocha Yaman, 3 Orang Berhasil Out
astakom.com, Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus pasang mata memantau keselamatan dan kondisi terkini para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kota Mocha.
Kepastian ini menjadi jaminan penting bagi publik, terutama pihak keluarga di Tanah Air yang merasa khawatir alias cemas menanti kabar keselamatan anak-anak mereka di tengah situasi wilayah yang dinamis.
Pantau ketat 74 pelajar
"Ada 77, tapi ada 3 yang sudah bisa keluar. Jadi ada sisanya 74 pelajar yang ada di sana," tutur Juru Bicara Kemlu 2, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, di kantor Kemlu, pada sesi doorstop agenda press briefing, Kamis (17/09/2026).
Seluruh WNI yang terdata bertahan di Kota Mocha saat ini dipastikan berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan. Pihak otoritas menegaskan bahwa langkah evakuasi serta pemantauan ketat terus dijalankan secara bertahap demi memastikan tak ada satu pun anak bangsa yang terabaikan di zona rawan tersebut.
"Iya, betul seluruhnya berstatus pelajar," tegasnya.
Hotline siaga evakuasi
Pihak Kemlu meminta para warga negara Indonesia agar senantiasa mencermati imbauan resmi pemerintah demi mengantisipasi potensi eskalasi di zona rawan.
“Kita juga menyediakan hotline-hotline yang bisa dihubungi apabila ada kondisi yang berat,” ungkapnya.
Yaman terancam perang total
Yaman terancam terseret ke dalam peperangan skala penuh akibat gempuran udara yang melanda sejumlah wilayah pada Rabu (9/9/2026).
Pihak Houthi melalui Juru Bicara Militernya, Yahya Saree, mengonfirmasi ada sekitar 54 hingga 70 serangan dari koalisi pimpinan Arab Saudi yang menyasar Provinsi Al-Bayda, Saada, Taiz, Marib, dan Al-Jawf.
Saling serang balas membara
Gempuran udara itu merupakan respon atas serangan rudal balistik dan drone Houthi ke fasilitas energi Aramco serta tiga kota Abha, Khamis Mushait, dan Jizan yang menyebabkan 73 warga sipil cedera.
Tensi pertempuran yang kembali membara ini berpotensi menghancurkan kesepakatan gencatan senjata 2022 sekaligus memperluas medan konflik Yaman di tengah krisis kawasan. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Situasi di Yaman lagi memanas banget usai aksi saling serang antara Houthi dan koalisi Arab Saudi, bikin status keamanan makin red flag. Kerennya, Kemlu RI gercep pasang mode siaga buat keep an eye pada 74 pelajar WNI yang tersisa di Kota Mocha setelah berhasil ngeluarin 3 orang, plus siapin hotline darurat biar keluarga di Indonesia nggak anxious.








