Investasi Rp2,8 Triliun, PSEL Bogor Raya 1 Siap Jadi Penggerak Energi Hijau
astakom.com, Jakarta - Pemerintah mulai nge-gaspol proyek pengolahan sampah, demi mewujudkan Indonesia asri di masa depan.
Hal ini ditandai dengan langkah Danantara Indonesia lewat PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) yang telah meresmikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Kamis, (17/09/2026).
Diketahui, proyek yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2028 ini total investasinya mencapai Rp2,8 triliun. Proyek ini udah dilakukan perjanjian kerja samanya dan deal ditanda tangani hari ini.
Komitmen kerja sama dan investasi
Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero) ("PLN") dilakukan saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 dan menandai dimulainya penyerapan pasokan listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut ke jaringan PLN.
Kerja sama komersial ini ngasih kepastian offtake dan mensupport kelangsungan operasi proyek selama masa konsesi. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen para pemangku kepentingan dalam mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Tarif pembelian listrik
PSEL ini dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. PJBL akan dilakukan antara PLN dan masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL, dengan tarif pembelian listrik sebesar USD 0,20 per kWh untuk seluruh kapasitas yang dihasilkan.
PSEL Bogor Raya 1 nggak cuma menghadirkan solusi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, antara lain terbukanya sekitar 1.200 lapangan kerja hijau. Pengembangan PSEL dirancang menjadi katalis terwujudnya ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan dan mendorong terwujudnya ekonomi sirkular.
Ngasih dampak nyata
Pandu Sjahrir selaku Chief Investment Officer Danantara Indonesia, bilang kalau proyek ini dirancang buat ngasih dampak nyata untuk lingkungan sampai ekonomi.
"PSEL Bogor Raya I dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, dan pemberdayaan ekonomi lokal," kata Pandu.
"Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun," ungkap Pandu.
PSEL Bogor Raya 1 menjadi fasilitas PSEL ketiga yang memasuki tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya (Bali) dan PSEL Kota Bekasi. Lokasinya mencakup kawasan aglomerasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, fasilitas ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia mempercepat pengembangan solusi pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan dan berbasis teknologi ramah lingkungan, sesuai sama amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Danantara gaspol bangun PSEL Bogor Raya 1 dengan investasi Rp2,8 triliun. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi 2028, mengolah 500 ribu ton sampah per tahun jadi energi, sekaligus membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau. Nggak cuma beresin masalah sampah, proyek ini juga didorong jadi penggerak energi bersih dan ekonomi sirkular di Bogor.








