BNPB Siapkan Empat Strategi Mitigasi Hadapi Dampak Kekeringan di Indonesia

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 17 September 2026 | 00:08 WIB
BNPB Siapkan Empat Strategi Mitigasi Hadapi Dampak Kekeringan di Indonesia
BNPB Siapkan Empat Strategi Mitigasi untuk Hadapi Dampak Kekeringan di Indonesia (Dok: BNPB)

astakom.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan empat strategi untuk mengurangi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Langkah tersebut mencakup penguatan cadangan air hingga memastikan distribusi air bersih tetap menjangkau daerah terdampak.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, pola kekeringan dalam rentang 2015–2025 menunjukkan kondisi tersebut secara umum dapat berlangsung mulai Mei hingga Desember.

Puncak kekeringan juga tidak selalu terjadi pada bulan yang sama. Pada 2018, kondisi tersebut tercatat mencapai puncaknya pada Juli, sedangkan pada 2023 terjadi pada September.

Kekeringan berlangsung panjang

Perbedaan pola tersebut menjadi perhatian BNPB karena kekeringan berkaitan dengan kondisi curah hujan yang tidak merata. Dampaknya pun dapat meluas dari persoalan ketersediaan air hingga sektor pertanian dan kesehatan masyarakat.

"Kekeringan ini perlu disikapi dengan bijak oleh semua warga negara karena ini juga bisa mengganggu produksi pertanian, menurunkan ketersedian air bersih, meningkatkan risiko kebakaran, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat," ucap Berton dalam konferensi pers, dikutip pada Rabu (16/09/2026).

Empat strategi BNPB

Langkah pertama dilakukan dengan memperkuat cadangan air. BNPB akan mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta mendorong pengisian berbagai sumber penampungan seperti embung, danau, waduk, dan fasilitas penyimpanan air lainnya bersama unsur pemerintah terkait.

Strategi kedua diarahkan pada peningkatan kapasitas daerah. BNPB mendukung penyediaan sarana dan prasarana air, termasuk pembangunan sumur dalam untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan air.

"Dan BNPB sudah melakukan beberapa pembangunan sumur dalam, ada yang kita lakukan di beberapa kabupaten dan provinsi," ujarnya.

Untuk mitigasi jangka panjang, BNPB juga mendorong penghijauan di kawasan hulu sungai saat musim hujan. Langkah ini ditujukan untuk membantu mengembalikan kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air secara alami.

Sementara strategi keempat berkaitan dengan distribusi. BNPB memastikan penyaluran air bersih dan layanan sanitasi tetap berjalan agar kebutuhan masyarakat di kabupaten dan kota terdampak tidak terhambat.

Air bersih jadi prioritas

Selain mengandalkan langkah pemerintah, masyarakat juga diminta ikut menjaga sumber air dengan menghindari penggunaan yang berlebihan.

BNPB mengimbau masyarakat mendahulukan pemakaian air untuk kebutuhan penting, seperti memasak dan sanitasi. Penghematan juga dapat dilakukan dengan menutup keran setelah digunakan serta memanfaatkan kembali air selama tidak mengandung bahan kimia berbahaya.

"Kita perlu dengan bijak menggunakan sumber mata air," jelasnya.

Berdasarkan pemantauan BNPB, terdapat 10 kabupaten yang saat ini tercatat memiliki tingkat kejadian kekeringan tinggi. Wilayah tersebut meliputi Bima, Bogor, Parigi Moutong, Subang, Bekasi, Bandung Barat, Pangandaran, Demak, Semarang, dan Pekalongan.

Sementara itu, peta peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Dasarian II September 2026 menunjukkan wilayah berstatus Awas berada di sebagian besar Pulau Jawa, Sumatra bagian selatan, sebagian Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, serta sebagian Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. (deA/RaM)

Gen Z takeaway

Kekeringan bukan hanya soal air yang berkurang. Kondisinya bisa berdampak pada pertanian, kebutuhan air bersih, risiko kebakaran, ketahanan pangan, hingga kesehatan. Karena itu, menjaga sumber air dan menggunakan air seperlunya menjadi bagian dari mitigasi yang bisa dilakukan bersama.

BNPB Musim Kemarau 2026 Musim Kemarau Antisipasi Puncak Kemarau Antisipasi Bencana optimalisasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)

Infografis

Terkini