Free Palestine: Indonesia Suarakan Kemerdekaan Palestina di Sidang Majelis Umum PBB!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Jumat, 18 September 2026 | 13:30 WIB
Free Palestine: Indonesia Suarakan Kemerdekaan Palestina di Sidang Majelis Umum PBB!
Free Palestine: Indonesia Suarakan Kemerdekaan Palestina di Sidang Majelis Umum PBB! [Dok. Kementerian Luar Negeri]

astakom.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menyuarakan kemerdekaan Palestina di panggung diplomasi global.

Misi diplomasi New York

Komitmen tegas tersebut dibawa langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang memimpin delegasi Indonesia dalam High Level Week (HLW) Sidang Majelis Umum PBB (SMU PBB) sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat pada minggu depan.

Langkah diplomasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud solidaritas nyata dan konsistensi Indonesia terhadap penegakan hukum internasional serta perlindungan warga sipil di wilayah konflik.

Tegaskan hukum internasional

"Palestina adalah contoh konkret bagaimana Indonesia menerjemahkan komitmen kita terhadap perdamaian dan hukum internasional. Pesannya nanti bukan hanya Indonesia mendukung Palestina, tetapi konsisten memperjuangkan penyelesaian konflik melalui hukum internasional" tutur Yvonne dalam press briefing di Jakarta, Kamis (17/09/2026).

"Penghormatan terhadap kedaulatan, perlindungan warga sipil, serta akses kemanusiaan," jelasnya.

"So, I think, itu secara garis besar yang akan disampaikan oleh head of delegation kita, Menteri Luar Negeri RI di general debate minggu depan" sambungnya.

Kehadiran Menlu Sugiono di New York yang mewakili Presiden RI membawa bobot politik penuh untuk memperjuangkan berbagai isu strategis dunia.

Di tengah situasi dunia yang sedang not fine access akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi, Indonesia hadir sebagai bridge builder untuk merangkul berbagai kepentingan.

Agenda padat Menlu

Selain membawa agenda utama Palestina, Indonesia mengusung pesan krusial mengenai penguatan ketahanan nasional dan regional guna mewujudkan ketahanan global. Menlu RI dijadwalkan menghadiri sekitar 22 agenda penting, mulai dari General Debate, pertemuan tingkat tinggi OKI dan MIKTA, hingga puluhan pertemuan bilateral.

"Kehadiran Menlu sebagai wakil Indonesia di High Level Week UNGA sesi ke-81 tetap memberikan political weight dan tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap multilateralisme serta pembahasan isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama." ungkapnya.

Bidik kursi DK PBB

Tidak hanya menyuarakan perdamaian, Indonesia juga memanfaatkan momentum SMU PBB ke-81 untuk menggelar resepsi diplomatik khusus. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) periode 2029–2030.

Indonesia ingin membuktikan bahwa keterlibatannya di PBB bukan sekadar formalitas menduduki kursi kepemimpinan, melainkan memberikan kontribusi nyata berdasarkan rekam jejak diplomasi perdamaian dan misi peacekeeping.

"Indonesia seeks to serve the Security Council, not simply to occupy a seat. Kita ingin memberikan kontribusi riil dan konkret sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030." jelasnya.

Di luar agenda Majelis Umum PBB, Kemlu RI memaparkan capaian diplomasi ekonomi dan energi yang dilakukan Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Nugraha Mansury ke Nigeria dan Angola.

Kunjungan tersebut menghasilkan kesepakatan strategis di bidang suplai minyak mentah, investasi migas, pengembangan industri kelapa sawit, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui skema Kerja Sama Selatan-Selatan. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Indonesia beneran no debat soal konsistensi ngebela Palestina! Lewat Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Menlu Sugiono turun langsung buat nyuarain hukum internasional, perlindungan warga sipil, plus tancap gas lobi-lobi diplomatik demi mengamankan kursi anggota tidak tetap DK PBB 2029–2030.

Indonesia Dukung Palestina Indonesia Stand With Palestine Sidang umum PBB Sidang umum ke-81 PBB

Infografis

Terkini