Imbas Konflik Yaman-Saudi, Kemlu Pantau Kondisi Keselamatan Pelajar Indonesia di Mocha
astakom.com, Jakarta – Eskalasi konflik yang kembali memanas antara Yaman dan Arab Saudi memicu kekhawatiran global, terutama terkait keamanan warga negara asing yang tinggal di wilayah terdampak.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan fokus utamanya saat ini adalah memantau secara ketat keselamatan warga negara Indonesia (WNI), khususnya para mahasiswa dan pelajar yang tengah menuntut ilmu di Kota Mocha, Yaman.
Langkah responsif ini diambil guna memastikan perlindungan maksimal serta kesiapan mitigasi risiko di tengah situasi kawasan yang belum stabil.
Fokus perlindungan WNI
Kementerian Luar Negeri RI terus mengawasi dari dekat dinamika keamanan di Yaman dan wilayah sekitar Arab Saudi. Pemerintah Indonesia terus mendorong deeskalasi konflik dan penyelesaian masalah secara damai melalui jalur diplomasi.
"Memang ini isu yang kemudian kita lihat bahwa pada dasarnya kita mengharapkan situasi di negara-negara ini bisa diselesaikan secara damai. Kita mendorong adanya deeskalasi konflik dan terkait dengan isu perlindungan WNI sendiri, kita terus melakukan pemantauan," ujar Juru Bicara Kemlu 2, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Koordinasi KBRI & hotline
Untuk menjamin keselamatan seluruh WNI, Kemlu berkoordinasi padat dengan Perwakilan RI di kawasan, meliputi KBRI Muscat (yang membawahi wilayah Yaman), KBRI Riyadh, serta KJRI Jeddah. Imbauan berkala dan kontak darurat telah disiagakan agar para WNI bisa merespons cepat jika terjadi keadaan darurat.
"Kita terus melakukan pemantauan baik melalui KBRI yang berada di Muscat yang saat ini mencakup wilayah Yaman, wilayah kerjanya, dan juga KBRI Riyadh dan yang ada di Jeddah untuk memastikan kondisi WNI yang berada di sana... kami juga menyediakan hotline-hotline yang bisa dihubungi apabila ada kondisi yang darurat," tambahnya.
Kondisi pelajar di Mocha
Mengenai kondisi spesifik di lapangan, Kemlu menyampaikan bahwa situasi WNI di wilayah Arab Saudi dan Kota Mocha, Yaman, sejauh ini masih relatif aman dan terkendali. KBRI Muscat juga telah berkoordinasi langsung dengan pihak berwenang di Yaman untuk memastikan perlindungan bagi para mahasiswa Indonesia.
"Berdasarkan laporan yang kita terima dari KBRI dan juga dari KJRI bahwa kondisi di Yemen saat ini relatif terkendali dan kawasan Mocha dan sekitarnya... Ada sejumlah pelajar yang saat ini berada di wilayah Kota Mocha, dan KBRI Muscat juga telah melakukan penyampaian informasi kepada pihak Yaman mengenai keberadaan para pelajar tersebut untuk mengupayakan ajaran wilayah-wilayah yang perlu untuk dinaikkan jauhi berkait dengan keselamatan mereka," jelas pihak Kemlu.
Rencana mitigasi standby
Walaupun rencana kontinjensi atau evakuasi darurat belum diberlakukan karena situasi dinilai masih aman, Kemlu memastikan skenario mitigasi tetap standby. Para WNI diimbau untuk tidak lengah, tetap tenang, serta terus menjalin komunikasi aktif dengan saluran resmi perwakilan RI.
"Untuk rencana kontinjensi, kita terus memanfaatkan kondisi yang berkembang, namun hingga sejauh ini kita belum melakukan rencana kontinjensi tersebut, dan kita terus memanfaatkan komunikasi dengan pemerintah setempat di sana juga untuk melakukan asesmen," pungkas perwakilan Kemlu. (nAD/aNs)
Gen Z Takeaway
Situasi di Yaman-Saudi emang lagi memanas, tapi tenang guys, Kemlu RI udah gerak cepat (fast hand) buat mantau keamanan para pelajar Indonesia di Mocha! Walaupun kondisi di lapangan masih aman terkendali dan belum butuh evakuasi darurat, hotline bantuan tetap standby 24/7—jadi buat yang punya temen atau keluarga di sana, tetep stay safe dan terus pantau kabar resminya, ya!








