Disdik Pekanbaru Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Setelah Tiga Hari PJJ

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 10 September 2026 | 22:30 WIB
Disdik Pekanbaru Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Setelah Tiga Hari PJJ
Ilustrasi pembelajaran tatap muka di sekolah [astakom/str-Adam Said]

astakom.com, Jakarta - Setelah sempat tiga hari beruntun menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru kini resmi mengembalikan aktivitas belajar-mengajar secara tatap muka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pekanbaru, Abdul Jamal, menyampaikan bahwa sekolah tatap muka tetap berjalan meski kualitas udara sebenarnya masih masuk kategori tidak sehat. 

Kendati demikian, proses pembelajaran dilakukan secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Hari ini pembelajaran tatap muka, namun seluruh warga sekolah wajib menggunakan masker," kata Abdul Jamal di Pekanbaru, Kamis (10/09/2026).

Landasan hukum dan regulasi resmi

Kebijakan ini secara resmi tertuang dalam Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Nomor B.400.3.1/Disdik/32/2026 tentang Penyesuaian Pembelajaran di Kota Pekanbaru.

Langkah tersebut diambil dengan mengacu pada Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan.

Pembatasan kegiatan luar ruangan 

Menurut Jamal, kualitas udara secara umum sudah membaik dibanding hari-hari sebelumnya. 

Namun, saat kembali ke sekolah, terdapat sejumlah aturan ketat yang wajib dipatuhi, termasuk memindahkan seluruh aktivitas ke dalam ruang kelas.

"Aktivitas di luar ruangan juga harus dibatasi untuk mengurangi paparan terhadap kualitas udara yang masih belum sehat. Selain itu guru diminta melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan murid setiap hari," ungkapnya.

Perlindungan untuk murid yang rentan

Atensi khusus diberikan kepada para murid yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

Murid yang sedang kurang sehat juga berhak mendapat keluwesan untuk tetap belajar dari rumah.

Disdik turut mengantisipasi skenario buruk jika kualitas udara mendadak memburuk kembali. Jika kondisi tersebut terjadi, kepala sekolah diizinkan mengambil tindakan cepat, mulai dari menghentikan kegiatan outdoor, memulangkan siswa lebih awal, hingga mengembalikan sistem pembelajaran ke PJJ. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Setelah tiga hari menerapkan PJJ akibat kabut asap karhutla, sekolah di Pekanbaru kembali menggelar pembelajaran tatap muka dengan sejumlah pembatasan. Seluruh warga sekolah wajib memakai masker, aktivitas luar ruangan dibatasi, dan kondisi kesehatan murid dipantau setiap hari. Kebijakan ini juga memberi fleksibilitas bagi siswa yang kurang sehat atau memiliki riwayat gangguan pernapasan untuk tetap belajar dari rumah, sementara PJJ dapat kembali diterapkan jika kualitas udara memburuk.

Pekanbaru Disdik Pekanbaru PJJ Tatap Muka Pembelajaran Jarak Jauh

Infografis

Terkini