Rekening Masyarakat Bakal Diperluas, BRI-BSI Siap Support Arahan Presiden Prabowo
astakom.com, Jakarta - Inklusi keuangan atau finansial terus digenjot pemerintah agar masyarakat makin melek finansial. Dua bank Himbara, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), menyampaikan kesiapan penuh buat mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto demi memperluas kepemilikan rekening perbankan masyarakat Indonesia.
Langkah ini disiapkan biar inklusi dan literasi keuangan makin gacor, sekaligus bikin penyaluran berbagai program bantuan pemerintah makin transparan dan efisien.
BRI siap wujudkan financial inclusion
Direktur Utama BRI Hery Gunardi bilang kalau pihak BRI menyambut baik kepercayaan pemerintah ini dan siap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Fokusnya adalah menyiapkan pembukaan rekening massal yang terintegrasi langsung dengan data Dukcapil, Bank Indonesia, dan sistem pembayaran QRIS.
“BRI menyambut baik dan siap mendukung arahan Bapak Presiden untuk semakin memperluas kepemilikan rekening masyarakat Indonesia," kata Hery dalam keterangan resminya, dikutip astakom pada Kamis (10/09/2026).
"Bagi kami, ini bukan semata-mata tentang membuka rekening, tetapi bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan formal serta memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” katanya.
Sepak terjang BRI
Hingga kuartal II/2026, BRI tercatat punya 131 juta nasabah individual. Pergerakan ini didukung oleh infrastruktur raksasa, mulai dari 7.377 unit kantor, 637 ribu e-channel, 1,13 juta BRILink Agen di lebih dari 60 ribu desa, sampai 49,7 juta pengguna aplikasi BRImo.
“BRI memiliki pengalaman panjang dalam melayani masyarakat hingga ke segmen ultramikro dan wilayah pelosok. Infrastruktur yang kami miliki, mulai dari jaringan kantor, e-channel, BRILink Agen hingga BRImo, akan terus kami optimalkan sehingga layanan perbankan semakin dekat, mudah, dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Hery.
Perkuat ekonomi kerakyatan
Hery juga menambahkan kalau perluasan rekening ini jadi fondasi krusial buat memperkuat ekonomi kerakyatan dan para pelaku UMKM.
“BRI memandang arahan Presiden ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap rekening dan aktif menggunakannya, kita bukan hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga membuka akses yang lebih besar terhadap aktivitas ekonomi formal dan berbagai kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan,” jelas Hery.
BSI ikut sikat dengan Layanan Syariah Modern
Nggak mau kalah, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo juga mengapresiasi kepercayaan pemerintah yang mendorong masyarakat buat memanfaatkan layanan perbankan syariah lewat BSI.
"Kepercayaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, modern, dan inklusif," kata Anggoro dalam keterangannya, dikutip astakom.com pada Kamis (10/09/2026).
Capaian BSI
Biar program ini makin terbuka dan menjangkau banyak orang, BSI disupport oleh lebih dari 1.130 kantor cabang, 134 ribu BSI Agen, plus aplikasi BYOND by BSI biar pembukaan rekening secara digital makin gampang.
Sampe pertengahan 2026, jumlah nasabah BSI sudah tembus 24,3 juta orang. Capaian performanya juga lumayan tinggi dengan laba bersih mencapai Rp4,16 triliun pada semester I-2026, alias tumbuh 11 persen secara tahunan.
Siap support dengan berbagai fasilitas dan layanan
Lewat kepemilikan rekening baru ini, BSI juga mau ngajak masyarakat buat start budaya perencanaan keuangan syariah sejak dini, contohnya investasi emas dan tabungan haji yang bisa dimulai cuma dari Rp50 ribu.
"Kami siap melayani seluruh segmen masyarakat hingga pelosok negeri dan terus berkontribusi dalam memperkuat inklusi keuangan nasional melalui layanan perbankan syariah yang terpercaya dan berkelanjutan," ujar Anggoro. (Shnty/aNs)
Gen Z Takeaway
Pemerintah lagi gaspol memperluas kepemilikan rekening biar inklusi keuangan makin gacor dan penyaluran bansos makin transparan. BRI dan BSI pun siap buka rekening secara massal dengan dukungan data digital dan jaringan layanan yang luas. BRI mengandalkan BRImo hingga BRILink, sementara BSI menawarkan layanan syariah modern lewat BYOND dan BSI Agen. Intinya, makin banyak masyarakat masuk ekosistem keuangan formal, makin besar juga akses ke layanan finansial dan peluang ekonomi.









