Enam Sorti Water Bombing Bantu Percepat Pemadaman Kebakaran Lahan TPA Galuga

Editor: Anri Syaiful
Selasa, 8 September 2026 | 12:15 WIB
Enam Sorti Water Bombing Bantu Percepat Pemadaman Kebakaran Lahan TPA Galuga
Enam Sorti Water Bombing Bantu Percepat Pemadaman Kebakaran Lahan TPA Galuga. [Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor]

astakom.com, Jakarta – Kebakaran lahan yang melanda kawasan sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga terus ditangani secara masif dan terpadu. Tak cuma mengandalkan personel darat, tim gabungan kini juga menerjunkan kekuatan penuh dari udara. TNI AU resmi mengerahkan helikopter water bombing demi menjinakkan titik-titik api yang masih membara.

Respons cepat usai koordinasi malam hari

Komandan Lanud Atang Sendjaja (Danlanud ATS), Marsma TNI A. F. Picaulima, mengungkapkan bahwa aksi sigap ini berawal dari komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, pada malam sebelumnya.

“Tadi malam kami sudah dihubungi oleh pihak Kabupaten Bogor untuk ikut membantu penyelesaian permasalahan kebakaran di lahan sekitar Galuga ini,” ujar Danlanud ATS, Selasa (08/09/2026), dikutip astakom.com dari laman resmi Pemkab Bogor.

Begitu koordinasi diterima, Danlanud ATS langsung menginstruksikan jajarannya untuk menyiapkan helikopter dan skenario pemadaman jalur udara secara presisi.

Gempuran 3 ton air sekali drop

Dalam aksinya, helikopter pemadam telah menyelesaikan sebanyak enam sorti water bombing. Setiap kali penyiraman, helikopter mengangkut wadah khusus bernama Bambi Bucket dengan kapasitas jumbo mencapai 2.950 liter air.

“Jadi dalam satu kali penyiraman hampir 3 ton air dicurahkan ke lokasi,” jelasnya.

Metode water bombing ini dinilai menjadi kunci utama untuk melahap titik api yang lokasinya sulit ditembus oleh armada darat.

“Tentu saja, kalau bisa dibayangkan, sebesar hampir 3 ton air langsung dicurahkan dari langit ke titik sasaran, tentu sangat efektif,” ungkapnya.

Kobaran api mulai redam, sinergi antarinstansi jadi kunci

Hasil dari taktik gempuran udara ini pun mulai membuahkan hasil positif. Titik-titik api yang awalnya membesar dilaporkan perlahan-lahan mulai terkontrol dan mengecil.

“Seperti yang bisa dilihat, api perlahan-lahan semakin mengecil. Saya yakin, dengan kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Bogor, kita dapat menyelesaikan penanganan kebakaran ini. Mudah-mudahan hari ini harapan kita bisa berhasil,” katanya.

Kebakaran lahan melanda kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. [Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor]

Strategi standar nasional penanganan karhutla

Lebih lanjut, Danlanud ATS menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi water bombing seperti ini bukanlah hal baru, melainkan strategi standar TNI dalam menanggulangi musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai pelosok wilayah Indonesia.

“Hal yang sama hari ini juga kami laksanakan di beberapa titik di luar Pulau Jawa, seperti penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Semuanya menggunakan sistem yang sama,” pungkas Danlanud ATS. (aNs)

Gen Z Takeaway

Aksi gercep TNI AU turun tangan padamin kebakaran lahan TPA Galuga lewat water bombing beneran penyelamat banget, karena pasca koordinasi intens bareng Pemkab Bogor, helikopter langsung dikerahkan buat nge-drop hampir 3 ton air per penyiraman dari Bambi Bucket dalam 6 sorti—taktik aerial super efisien yang biasa dipake buat karhutla di Sumatra sama Kalimantan—hingga akhirnya kobaran api yang tadinya numpuk dan susah dijangkau jalur darat perlahan makin kicep berkat sinergi epic TNI, Polri, dan Pemkab/Pemkot Bogor. 

TPA Galuga Kebakaran TPA Galuga Water Bombing Karhutla

Infografis

Terkini