Update Gempa NTT & Status Anak Krakatau: BNPB Rilis Data Terbaru!

Penulis: Nur Nadiah Islamiyah
Editor: Anri Syaiful
Kamis, 10 September 2026 | 21:15 WIB
Update Gempa NTT & Status Anak Krakatau: BNPB Rilis Data Terbaru!
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan. [Tangkapan Layar YouTube Konferensi pers BNPB]

astakom.com, JakartaUpdate bencana di Indonesia lagi nggak santai. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bareng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru aja nge-spill kondisi terkini soal rentetan bencana yang lagi melanda beberapa wilayah di Indonesia, mulai dari gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi Gunung Anak Krakatau, sampai musibah kabut asap akibat karhutla.

Dampak Gempa NTT

Dampak gempa bumi yang menguncang NTT pada 15 Agustus lalu ternyata benar-benar bikin gempar buat ratusan warga. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, membeberkan detail data korban jiwa yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung.

"Hingga hari ini kami menyampaikan jumlah korban yang langsung itu ada 48 dan yang secara tidak langsung meninggal ada 88. Dan tetap kami menyampaikan rasa bela sungkawa kami yang sedalam-dalamnya terkait meninggalnya sejumlah warga Indonesia akibat adanya secara langsung maupun tidak langsung dampak gempa bumi," ujar Berton Panjaitan dalam Konferensi pers daring via YouTube BNPB, Kamis(10/09/2026).

Tak hanya menelan korban jiwa, guncangan gempa juga bikin infrastruktur warga hancur parah. BNPB mencatat kerusakan bangunan rumah warga sudah menembus angka ratusan ribu unit di berbagai wilayah terdampak.

"Sedangkan jumlah rumah rusak sebesar 102.384 unit dengan itu dibagi rusak berat, rusak ringan, dan rusak sedang. Dan saat ini tim kami juga sedang melakukan verifikasi kerusakan ini," tambah Berton.

Status Anak Krakatau

Bukan cuma NTT yang bikin khawatir, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda juga masih bikin ketar-ketir. BNPB mengonfirmasi bahwa status gunung api tersebut belum ada tanda-tanda bakal adem dan masih tertahan di status Waspada ke Siaga.

"Kami sedikit melakukan update Gunung Anak Krakatau bahwa aktivitas masih berada di level 3 atau artinya siaga. Pada status level ini tentu otoritas kegunungapian tetap merekomendasikan masyarakat, wisatawan, ataupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," jelas Berton.

Meskipun statusnya masih siaga, hasil analisis pencitraan satelit menunjukkan kalau sebaran abu vulkanik di daratan Banten mulai berkurang karena tertiup angin ke arah laut lepas.

"Berdasarkan analisis citra satelit bahwa per tanggal 10 September 2026 pukul 13.00 sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ini tidak terdeteksi," tegasnya.

Darurat Karhutla & ISPA

Di sisi lain, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di enam provinsi prioritas Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Kalsel makin parah. Kemenkes melaporkan total akumulasi kasus ISPA akibat asap karhutla sudah tembus 113.336 kasus per 9 September 2026.

Penanganan & Imbauan

Pemerintah terus menggencarkan penanganan lewat Satgas Darat dan Udara, hingga mendatangkan bantuan armada kapal perang JS Kunisaki dan helikopter Chinuk dari Jepang untuk operasi water bombing.

Guna menekan dampak buruk ke kesehatan, pemerintah mengimbau warga di area terdampak untuk selalu pakai masker dan memantau Kualitas Udara secara berkala melalui laman resmi ispu.kemenlh.go.id Jika ada kondisi darurat, warga bisa langsung call pusat bantuan bencana BNPB di nomor 117. (nAD/aNs)

Gen Z Takeaway

Bencana lagi beruntun banget, dari NTT, Krakatau, sampe asap karhutla—it’s time to stay alert and care more. Jangan gampang kemakan hoaks, selalu double check info resmi dari BNPB/ISPU, dan stay safe pake masker kalau wilayahmu mulai gak kondusif!

BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana gunung anak krakatau Gempa NTT

Infografis

Terkini