Suka Off-Script Pas Pidato, Presiden Prabowo Spill Alasan Biar Semakin Sat Set!

Editor: Anri Syaiful
Kamis, 10 September 2026 | 11:14 WIB
Suka Off-Script Pas Pidato, Presiden Prabowo Spill Alasan Biar Semakin Sat Set!
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (09/09/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta – Gaya pidato Presiden Prabowo Subianto yang kerap off-script alias tidak membaca naskah secara utuh akhirnya terungkap alasannya. Sang Presiden mengaku lebih memilih merangkum poin utama naskah pidatonya agar pesan yang sampai ke publik jauh lebih ringkas, efisien, dan langsung menyasar inti masalah.

Sempat diwanti-wanti staf, tetap pilih gaya ringkas

Saat menyampaikan sambutan dalam puncak acara HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (09/09/2026), Presiden ke-8 RI ini secara terbuka membeberkan dinamika antara dirinya dan tim penyusun teks. Meski naskah yang disiapkan stafnya sangat tebal dan penuh data pendukung, ia tetap memilih menyampaikannya dengan gayanya sendiri.

"Memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks.' Dan ini, teksnya bagus sekali," ucap Prabowo, dipantau dari Live Event astakom.com di YouTube.

Ia mengakui naskah pidato resmi dari staf sebenarnya sudah dilengkapi paparan data hingga grafik yang sangat lengkap. Namun, ia merasa perlu menyaring ulang materi tersebut sebelum berbicara di depan khalayak umum.

Minta maaf kalau salah ucap: "manusiawi banget"

Menyampaikan pidato secara spontan memang menyimpan risiko slipped of the tongue atau salah ucap. Namun bagi Kepala Negara, melakukan kekeliruan saat berbicara adalah hal yang sangat manusiawi dan tidak perlu ditutupi, melainkan disikapi secara terbuka.

"Tapi sebetulnya kalau manusia bikin kesalahan, ya kita minta maaf saja," ungkapnya.

Langkah merangkum materi pidato diakui Presiden Prabowo murni dilakukan demi kenyamanan audiens agar tidak terlalu lama mendengarkan materi yang berbelit-belit.

"Tapi saya kira esensinya saya rangkum, saya ringkas, dan saya sampaikan. Mudah-mudahan saya tidak salah bicara," tutur Presiden Prabowo.

Belajar dari sorotan, fokus pada esensi pesan

Ketepatan ucapan Presiden Prabowo sebelumnya memang sempat menjadi sorotan publik, khususnya saat menyampaikan laporan pidato kenegaraan pada pertengahan Agustus 2026 yang menyoroti rincian data profesi dan besaran upah pekerja.

Meski tidak secara spesifik merujuk pada kekeliruan masa lalu saat berpidato di acara Partai Demokrat tersebut, Prabowo menekankan bahwa gaya bicaranya yang spontan tetap memiliki tujuan utama: menyampaikan esensi secara jujur dan tidak membuang waktu.

Di akhir penjelasannya, Presiden Prabowo pun melontarkan pertanyaan yang menutup alasannya dengan lugas:

"Saya kira rakyat menghendaki yang ringkas dan efisien begitu. Setuju?" kata Presiden Prabowo. (aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo akhirnya spill alasan kenapa Beliau hobi off-script ketimbang baca teks tebal dari stafnya: Kepala Negara cuma mau menyampaikan pesan yang sat set, ringkas, dan enggak bertele-tele ke publik. Soal risiko salah ucap pas bicara spontan, Beliau santai aja karena menganggap kekeliruan itu real dan manusiawi banget—kalau salah ya tinggal minta maaf, no drama!

Presiden Prabowo Prabowo Subianto HUT ke-25 Partai Demokrat Pidato Presiden Prabowo

Infografis

Terkini