Meta Perkenalkan Muse, Agen AI Personal yang Bisa Kerjakan Tugas Harian

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 10 September 2026 | 18:08 WIB
Meta Perkenalkan Muse, Agen AI Personal yang Bisa Kerjakan Tugas Harian
Meta Perkenalkan Muse, Agen AI Personal yang Bisa Kerjakan Tugas Harian (Meta)

astakom.com, TechnoMeta memperkenalkan Muse, agen kecerdasan artifisial (AI) personal yang dirancang bukan cuma untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu mengerjakan berbagai tugas atas nama pengguna. Agen ini dapat membantu mengatur pekerjaan, menjalankan proyek, hingga mengubah tujuan jangka panjang menjadi rencana yang lebih konkret.

Melansir dari keterangan resmi Meta bertajuk Introducing Muse: The World’s First Personal AI Agent Built for Everyone pada Kamis, (10/09/2026), Muse dirancang sebagai agen AI personal yang aman, privat, dan dapat digunakan secara luas. Pengguna cukup menyampaikan apa yang perlu dikerjakan, lalu Muse mengambil tindakan berdasarkan instruksi tersebut.

Berbeda dari chatbot yang umumnya berhenti pada pemberian informasi, Muse dapat membuka browser, mengisi formulir, mengirim email, hingga membantu melakukan pemesanan perjalanan. Meta juga membekali Muse dengan kemampuan mengingat hal-hal yang dianggap penting oleh pengguna agar sarannya bisa lebih relevan.

Bukan sekadar chatbot

Muse dikembangkan untuk menangani pekerjaan yang membutuhkan beberapa tahapan. Setelah pengguna menyampaikan sebuah tujuan, Muse dapat membantu menyusun rencana, mengatur waktu dan sumber daya, kemudian melanjutkan pekerjaan tersebut.

Untuk tugas yang membutuhkan waktu lebih lama, Muse juga dapat tetap bekerja setelah aplikasi ditutup. Agen ini akan kembali ketika ada perubahan atau ketika membutuhkan persetujuan pengguna untuk melakukan tindakan tertentu.

Contohnya, Muse dapat membantu menjual kendaraan dengan mencari peluang yang lebih menguntungkan, membantu menurunkan tagihan, atau menyesuaikan rencana latihan ketika aktivitas pengguna berubah.

Cara kerjanya dibuat sesederhana mengirim pesan.

Cara menggunakan Muse:

  • Sampaikan tugas atau tujuan yang ingin dikerjakan.
  • Muse menyusun langkah dan mulai menjalankan pekerjaan.
  • Agen dapat menggunakan browser dan layanan yang sudah dihubungkan.
  • Untuk tindakan sensitif, Muse akan meminta persetujuan pengguna.
  • Pengguna dapat melihat riwayat tindakan yang sudah dilakukan maupun yang akan dikerjakan.

Muse dapat digunakan melalui aplikasi Muse atau langsung lewat WhatsApp, sehingga interaksinya dibuat menyerupai percakapan sehari-hari.

Bisa bantu urusan belanja

Kemampuan Muse juga mencakup aktivitas belanja secara online. Meta menyebut Muse dapat melakukan proses checkout menggunakan Link yang dibuat oleh Stripe.

Dalam sistem tersebut, Link menyediakan dompet untuk agen yang dapat menghasilkan kartu sekali pakai. Dengan mekanisme ini, informasi kartu asli pengguna tidak perlu ditampilkan kepada Muse ketika melakukan pembelian.

Meta menyebut Muse menjadi agen AI pertama yang mendapatkan perlindungan pembelian dari Link. Perlindungan tersebut mencakup sejumlah pembelian yang memenuhi syarat, seperti barang rusak atau hilang, penurunan harga, pengembalian tanpa biaya, serta jaminan pengembalian.

Dukungan Shop Pay juga disebut akan hadir kemudian. Selain itu, Meta berencana menghadirkan dukungan 1Password agar Muse dapat menggunakan kredensial layanan yang sudah dimiliki pengguna.

Kemampuan Muse tidak berhenti pada transaksi. Agen ini juga dapat mengingat informasi yang sebelumnya disampaikan pengguna dan menggunakannya dalam konteks berikutnya.

Misalnya, resep yang pernah disimpan dari Instagram dapat diubah menjadi daftar belanja. Muse juga dapat membantu menyusun menu untuk acara makan bersama dan mengingat batasan makanan dari orang-orang yang akan diundang.

Pengguna tetap pegang kendali

Karena Muse dapat melakukan berbagai tindakan atas nama pengguna, Meta menempatkan aspek keamanan dan privasi sebagai bagian dari rancangan sistemnya.

Muse berjalan pada Muse Secure VM, yaitu komputer virtual khusus di cloud yang menjadi tempat agen dan data pengguna. Sistem ini juga memiliki agen terpisah bernama Sentinel yang bertugas memberikan persetujuan sebelum tindakan Muse dapat mengakses internet.

Muse tidak memiliki akses langsung untuk melihat kata sandi maupun metode pembayaran pengguna. Kredensial yang diberikan disimpan dalam penyimpanan aman sehingga dapat digunakan tanpa harus terlihat oleh Muse.

Pengguna juga menentukan layanan apa saja yang boleh dihubungkan serta seberapa besar akses yang diberikan. Untuk email, misalnya, pengguna dapat memilih apakah Muse hanya boleh membaca pesan atau juga dapat mengirim email atas nama mereka.

Akses tersebut dapat diubah atau diputus kapan saja. Pengguna juga dapat meminta Muse melupakan informasi tertentu yang sebelumnya dipelajari.

Meta menyebut percakapan dan data dalam VM Muse tidak dibagikan kepada sistem iklan Meta. Pengguna juga memiliki pilihan untuk tidak menggunakan interaksinya sebagai bahan pelatihan model AI Meta.

Ke depan, Meta berencana memperkenalkan Muse Confidential VM. Dalam sistem ini, seluruh VM, termasuk data dan percakapan pengguna, akan dienkripsi menggunakan kunci yang hanya dimiliki pengguna.

Mulai tersedia di AS

Muse mulai diluncurkan di Amerika Serikat untuk perangkat iOS, Android, dan melalui situs muse.ai. Meta juga menyebut agen ini akan hadir pada kacamata AI dalam waktu mendatang.

Muse tersedia secara gratis untuk sebagian besar kebutuhan, sementara paket berlangganan disiapkan bagi pengguna yang membutuhkan kemampuan lebih banyak.

Kehadiran Muse menunjukkan arah pengembangan AI yang tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan menjawab pertanyaan. Meta ingin agen personal dapat mengambil sebagian pekerjaan pengguna, sekaligus tetap memberikan kendali atas akses dan tindakan yang dilakukan. (deA/RaM)

Gen Z takeaway

Muse membawa konsep AI yang lebih sat-set: bukan cuma kasih jawaban, tetapi bisa ikut mengerjakan tugas, mengatur rencana, dan mengambil tindakan dengan persetujuan pengguna.

Meta Meta AI kecerdasan artifisial (AI) Muse Agen AI Personal AI Agen Whatsapp

Infografis

Terkini