Cari Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Pemred Merdeka Tetap Koordinasi dengan Basarnas
astakom.com, Jakarta – Kabar mengkhawatirkan datang dari dunia jurnalistik Tanah Air. Tim jurnalis yang sedang bertugas mendokumentasikan aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang kontak di kawasan Selat Sunda sejak Senin silam (07/09/2026). Hingga kini, proses pencarian besar-besaran masih terus digencarkan oleh tim gabungan.
Pemimpin redaksi situs berita Merdeka, Wisnoe Moerti, menegaskan bahwa pihak redaksi bergerak cepat dengan membangun komunikasi intensif bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) guna memantau setiap perkembangan di lapangan.
"Merdeka com telah mendapatkan penjelasan dari Basarnas mengenai proses pencarian yang akan kembali dilanjutkan pada Rabu (09/09/2026) pagi. Operasi pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan sejumlah unsur SAR dan armada untuk menyisir wilayah yang menjadi lokasi terakhir jurnalis melakukan peliputan," ujar Wisnoe dalam keterangan resminya, Rabu (09/09/2026).
Armada tempur SAR dikerahkan ke titik posisi terakhir
Untuk menyisir area perairan Selat Sunda, Basarnas bersama unsur TNI dan Polri menerjunkan berbagai armada penyelamat. Beberapa alutsista dan kendaraan operasional yang dikerahkan meliputi KN SAR Tetuka serta RIB 02 Banten (Basarnas Banten), RIB 02 Lampung (Basarnas Lampung), KAL Anyer (Lanal Banten), KP Sanjaya 7017 (Polairud Mabes Polri), hingga dukungan unit ambulans dari FBN.
Rombongan jurnalis yang bertugas di lokasi tersebut mencakup Arie Basuki (Merdeka com), M Bagus Khoirunnas (LKBN Antara), Yudhistiro (iNews), Daus (Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas).
Wisnoe menekankan bahwa keselamatan seluruh kru di lapangan merupakan hal yang tak bisa ditawar. Pihak media berkomitmen penuh untuk mengawal proses pencarian ini sampai tuntas.
"Keselamatan jurnalis menjadi prioritas utama Merdeka.com. Oleh karena itu, kami terus berkomunikasi dengan Basarnas dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses pencarian," tegasnya.
Stop sebar hoaks, tunggu informasi resmi
Di tengah proses pencarian yang krusial ini, pihak redaksi mengimbau publik dan warganet agar bijak dalam menyaring informasi serta tidak menyebarkan spekulasi maupun kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
"Kami berharap operasi pencarian berjalan lancar dan jurnalis kami dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," ungkap Wisnoe.
Pihak media juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen tim SAR, personel TNI, Polri, serta para relawan yang terus berjuang di lapangan. Pembaruan informasi mengenai kondisi keselamatan tim jurnalis akan terus disampaikan secara berkala seiring berjalannya operasi SAR. (aNs)
Gen Z Takeaway
Bikin ketar-ketir, tim jurnalis dari Merdeka, Antara, iNews, Anadolu, dan freelance mendadak hilang kontak pas lagi job desk ngeliput Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Senin (07/09/2026). Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, sampai Polri langsung gaspol turun tangan kerahkan armada tempur buat nyisir titik lokasi terakhir mereka, sembari sang Pemred wanti-wanti netizen biar nggak asal kemakan hoaks dan stay tuned nunggu update resmi demi keselamatan para crew.









