Presiden Prabowo Chill Buka Suara Soal Pidato AHY yang Disangka Kritik Tajam: Sistematis dan Tegas

Editor: Henni Rachma Sari
Kamis, 10 September 2026 | 07:53 WIB
Presiden Prabowo Chill Buka Suara Soal Pidato AHY yang Disangka Kritik Tajam: Sistematis dan Tegas
Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu (09/09/2026). [Timpres]

astakom.com, Jakarta - Tanggapan santai disampaikan Presiden Prabowo Subianto terkait pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sempat dinilai sejumlah pihak sebagai kritik tajam terhadap pemerintah. Momen ini terjadi saat Prabowo menghadiri HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (09/09/2026).

Alih-alih merasa tersindir, Presiden Prabowo justru memuji pidato AHY yang dinilainya disampaikan secara rapi dan tegas.

"Dan Anda tahu, kalau saya kan ini enggak pakai teks, saya bicara dari hati saya. Pidato beliau sistematis dan pidato beliau tegas. Memang kemarin itu, ada kalangan yang menilai pidato Pak AHY beberapa hari lalu katanya adalah kritik tajam," kata Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, Indonesia sebagai negara yang memilih jalan demokrasi memang sudah sepatutnya terbuka dengan masukan dan koreksi dari masyarakat.

"Tapi saudara-saudara, memang bangsa yang besar, yang sudah memilih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi," ujarnya.

Presiden Prabowo juga mengapresiasi komitmen AHY beserta Partai Demokrat yang tetap memilih berada di dalam pemerintahan dan bekerja demi rakyat, sekaligus memuji tema HUT ke-25 partai tersebut.

"Tapi yang jelas, beliau tegas menyampaikan itikad beliau dan itikad Partai Demokrat bersama-sama kita bekerja untuk rakyat," kata Presiden Prabowo.

"Saya sangat-sangat senang dengan tema yang dipilih Partai Demokrat: memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, menjaga demokrasi tetap hidup.”

Demokrat Meluruskan: Soal Edukasi Politik, Bukan Kode 2029

Sebelumnya, Partai Demokrat sudah membantah spekulasi yang menyebut pidato AHY tentang kekuasaan tidak berlangsung selamanya sebagai sinyal persiapan menuju Pilpres 2029.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi menegaskan, pesan AHY murni bentuk edukasi politik ke kader mengenai prinsip dasar demokrasi.

“Apa yang disampaikan Ketum Demokrat kan adalah pelajaran Demokrasi di manapun, bahkan di seluruh dunia, sejarah sudah membuktikan juga bahwa kekuasaan bukan milik seseorang selamanya. Karena ada yang namanya periodisasi,” kata Dede kepada wartawan, Selasa (08/09/2026).

Dede menjelaskan bahwa sistem demokrasi di Indonesia mengenal masa jabatan lima tahunan. Karena itu, arahan AHY diberikan agar para kader bekerja secara bertanggung jawab sesuai amanah rakyat.

“Jadi semua itu pembelajaran politik bagi para kader Demokrat. Agar bekerja sesuai amanah yang diberikan rakyat,” ujarnya.

Menanggapi penilaian Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia yang mengira AHY memberi sinyal menuju 2029, Dede menganggap spekulasi itu terlalu jauh.

“Jadi saya rasa terlalu jauh kalau ditanggapi lain oleh senior-senior tadi,” ucapnya.

Tetap Respect dan Fokus UU Pemilu

Dede menambahkan, Demokrat selalu menghormati pimpinan partai politik lain saat menyampaikan pandangan ke kadernya masing-masing.

“Kami pun selalu respek jika ada pimpinan partai lain memberikan pandangan politik ke kadernya, karena itulah namanya pidato politik,” tuturnya.

Ia menegaskan, saat ini Demokrat masih fokus mengawal pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu, sehingga pembicaraan soal Pilpres 2029 dinilai belum relevan.

“Kita aja masih sibuk ngurusin revisi UU Pemilu, jadi pasti masih jauh lah urusan itu,” katanya. (RaM)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo santai banget nanggapi pidato AHY yang sempat dituding sebagai kritik tajam—beliau justru memuji pidatonya yang sistematis, tegas, dan menegaskan kalau negara demokrasi emang udah sepatutnya welcome sama koreksi. Selain itu, Demokrat lewat Dede Yusuf juga meluruskan kalau pesan AHY soal masa kekuasaan bukan sinyal gaspol menuju Pilpres 2029, melainkan murni pembelajaran politik buat para kader supaya fokus njaga amanah rakyat dan ngurusin revisi UU Pemilu.

Presiden Prabowo Subianto Agus Harimurti Yudhoyono Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono HUT ke-25 Partai Demokrat

Infografis

Terkini