Kemenkes Kerahkan 160 Nakes ke NTT, Perkuat Pemulihan Psikologis Korban Terdampak

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 8 September 2026 | 19:01 WIB
Kemenkes Kerahkan 160 Nakes ke NTT, Perkuat Pemulihan Psikologis Korban Terdampak
Kemenkes Kerahkan 160 Nakes ke NTT, Perkuat Pemulihan Psikologis Korban Terdampak [Kemenkes]

astakom.com, Jakarta – Pemulihan korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya soal luka fisik. Kondisi mental warga yang mengalami trauma juga menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Melansir dari laman resmi Kemenkes pada Selasa, (08/09/2026) Kemenkes mengerahkan 160 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 2 ke wilayah terdampak di Flores. Mereka diberangkatkan dari Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, pada Senin (07/09/2026), untuk bertugas di Kabupaten Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

Penugasan ini melanjutkan dukungan tahap pertama setelah sebelumnya 206 tenaga kesehatan diberangkatkan ke NTT untuk membantu pelayanan masyarakat terdampak gempa.

Fokus kesehatan mental

Plt. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya, mengatakan TCK Batch 2 lebih diarahkan untuk memperkuat layanan psikososial dan kesehatan mental masyarakat di wilayah Flores.

“Pendekatannya agak berbeda karena ini lebih kepada psikososial, bagaimana kita memberangkatkan tenaga-tenaga yang memberikan kesehatan mental bagi masyarakat di daerah Flores,” ujar Sumarjaya, pada Senin (07/09/2026).

TCK akan memberikan pelayanan di puskesmas dan rumah sakit lapangan. Dua rumah sakit lapangan yang saat ini mendukung layanan berada di Ruteng dan Ngada.

Pendampingan psikososial juga menyasar anak-anak dan warga yang mengalami trauma. Menurut Kemenkes, dampak bencana dapat memengaruhi kondisi psikologis warga selain menimbulkan cedera fisik.

“Untuk saat ini, itu adalah lebih kepada psikososial, bagaimana memberikan edukasi, komunikasi kepada masyarakat terdampak,” sambung Sumarjaya.

Pemulihan mental diperkuat

Dokter umum TCK, dr. Shaldy Syifa Azzahri, mengatakan tenaga kesehatan perlu menyiapkan kondisi fisik dan mental sebelum bertugas, selain membawa peralatan serta bahan kesehatan yang diperlukan.

Ia menilai pemulihan pascagempa perlu mencakup kesehatan psikologis, bukan hanya kondisi fisik korban.

“Ini bukan lagi hanya memperbaiki kesehatan dari fisiknya saja, tapi juga kita harus membantu untuk memulihkan kesehatan psikologisnya juga. Jadi di sini kita membantu sama-sama untuk bisa menjadi bagian dari proses pemulihan mereka,” jelas Shaldy.

Sementara itu, dr. Rayhendra Hanif, dokter umum TCK asal Padang, turut mempersiapkan kondisi mental dan perbekalan pribadi sebelum menjalankan tugas. Pengalamannya menghadapi gempa Padang pada 2009 menjadi salah satu alasan ia tergerak membantu korban di NTT.

“Saya dulu dari Padang tahun 2009 itu juga sudah pernah gempa. Jadi hati saya juga tergerak untuk pergi ke NTT karena kondisinya mirip, sama-sama gempa,” ungkap Rayhendra.

Antisipasi penyakit pascabencana

TCK menjalankan tugas selama 14 hari sebelum dilakukan pergantian personel sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Masa penugasan menyesuaikan tanggap darurat NTT yang ditetapkan hingga 12 September 2026 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Selain layanan psikososial, TCK membantu perawatan pasien pascaoperasi. Kemenkes sebelumnya juga mengerahkan dokter spesialis, termasuk ortopedi dan bedah.

Surveilans kesehatan turut diperkuat untuk mendeteksi potensi penyakit menular sekaligus mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah pascabencana.

“Tim kita surveillance juga kita turunkan untuk melihat, mengidentifikasi penyakit-penyakit apa yang terjadi di sana supaya tidak terjadi potensi KLB dan wabah,” ujar Sumarjaya.

Kemenkes memastikan dukungan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT terus berjalan, mulai dari penanganan fisik, pemulihan psikologis, hingga pencegahan penyakit pascabencana. (deA/aNs)

Gen Z Takeaway

Pemulihan pascagempa bukan cuma soal menyembuhkan luka. Kondisi mental korban juga perlu dipulihkan agar warga terdampak bisa perlahan bangkit setelah menghadapi bencana.

Nakes Kemenkes NTT Pascagempa NTT Pemulihan Pasca Gempa Pemulihan Psikologis Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK)

Infografis

Terkini