Erupsi Anak Krakatau Mereda, Warga Sekitar Anak Krakatau Tetap Diminta Berhati-hati

Penulis: Dhea Vallerina Riyon
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 8 September 2026 | 19:45 WIB
Erupsi Anak Krakatau Mereda, Warga Sekitar Anak Krakatau Tetap Diminta Berhati-hati
Erupsi Anak Krakatau Mereda, Warga Sekitar Anak Krakatau Tetap Diminta Berhati-hati [Bakom RI]

astakom.com, Lampung Selatan – Fase erupsi menerus Gunung Anak Krakatau selama sekitar 25 jam telah berakhir. Meski begitu, warga yang tinggal di sekitar kawasan gunung api tersebut tetap diminta waspada dan tidak gampang percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.

Melansir dari keterangan resmi yang diterima astakom.com pada Selasa, (08/09/2026) imbauan ini juga berlaku bagi masyarakat Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Pulau tersebut berada sekitar 20 kilometer dari Gunung Anak Krakatau dan aktivitas warganya terpantau masih berjalan normal.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhamad Hidayat mengatakan, kondisi masyarakat di Pulau Sebesi tetap berjalan normal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Pantauan dari Pulau Sebesi

Hidayat melakukan pemantauan langsung dari Pulau Sebesi pada Selasa (08/09/2026). Dari lokasi tersebut, aktivitas penyeberangan masyarakat menuju Pelabuhan Canti maupun sebaliknya masih berlangsung.

“Pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB saya berada di Pulau Sebesi melakukan penyeberangan ke Pelabuhan Canti. Tepat di samping kami adalah lokasi Gunung Anak Krakatau,” ucap Hidayat di lokasi, Selasa (08/09/2026).

Sebelumnya, tim juga melakukan pemantauan pada Senin malam dari Pulau Sebesi untuk melihat perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.

“Di mana pulau ini merupakan pulau yang paling dekat dengan Gunung Anak Krakatau, sekitar kurang lebih 20 kilometer,” ucapnya.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan mobilitas masyarakat lokal masih berjalan seperti biasa. Warga tetap melakukan perjalanan dari Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Canti dan sebaliknya.

“Saat ini bisa dilihat aktivitas penyeberangan masyarakat lokal tetap berjalan normal,” jelasnya.

Warga tetap waspada

Meski aktivitas warga masih berjalan normal, kewaspadaan tetap perlu dijaga. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga diimbau menggunakan masker.

“ Tetap menjaga kewaspadaan, itu tetap diimbau oleh pemerintah desa dan daerah,” ujar Hidayat.

Kondisi ini sejalan dengan pemantauan Badan Geologi Kementerian ESDM yang menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau setelah episode erupsi menerus berakhir.

Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau diminta tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan informasi dan imbauan dari pemerintah.

Jangan percaya kabar mentah

Selain menjaga kewaspadaan, masyarakat juga diminta lebih selektif menyikapi informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan.

“Hindari berita-berita hoaks atau disinformasi. Cek kembali informasi di kanal-kanal resmi pemerintah seperti Badan Geologi, BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah setempat,” katanya.

Informasi dari kanal resmi pemerintah penting dijadikan rujukan agar kabar yang belum terverifikasi tidak berkembang menjadi kepanikan di tengah masyarakat.

Hidayat berharap kondisi Gunung Anak Krakatau tetap kondusif dan masyarakat di wilayah sekitar selalu mendapat perlindungan.

“Kita harapkan, kita doakan, semoga Gunung Anak Krakatau kondusif dan kita selalu dalam lindungan Tuhan,” jelasnya. (deA/aNs)

Gen Z takeaway

Erupsi menerusnya memang sudah berakhir, tapi kewaspadaan jangan ikut berhenti. Kalau ada info soal Anak Krakatau yang ramai di media sosial, jangan langsung percaya atau share. Cek dulu sumber resminya.

Anak Krakatau gunung anak krakatau aktivitas gunung anak krakatau erupsi gunung anak krakatau

Infografis

Terkini