Bakom RI: Presiden Prabowo Pastiin Persoalan Nasional Tertangani Sebelum ke Luar Negeri

Penulis: Alfian Tegar
Editor: Anri Syaiful
Selasa, 8 September 2026 | 13:45 WIB
Bakom RI: Presiden Prabowo Pastiin Persoalan Nasional Tertangani Sebelum ke Luar Negeri
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari [Dok. Bakom RI]

astakom.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memastikan penanganan berbagai persoalan di dalam negeri berjalan dengan baik sebelum menjalankan agenda kunjungan ke Rusia pada beberapa waktu lalu. 

Langkah itu dilakukan di tengah sejumlah tantangan domestik, termasuk bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, Presiden Prabowo memahami berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari harga kebutuhan pokok, lapangan kerja hingga bencana alam.

"Karena itu sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri Presiden Prabowo selalu memastikan lebih dulu bahwa semua persoalan di dalam negeri sudah ditangani dengan baik," kata Qodari, dalam keterangannya, dikonfirmasi astakom.com, Selasa (08/09/2026).

Agenda turun langsung Presiden Prabowo

Qodari mencontohkan sejumlah agenda Presiden Prabowo dalam memantau langsung penanganan bencana dan karhutla sebelum melakukan kunjungan ke luar negeri.

Pada 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo terbang ke Kalimantan Barat. Di sana, Presiden menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, jajaran pemerintah daerah, serta meninjau langsung penanganan karhutla untuk mendapatkan gambaran terkini mengenai kondisi di lapangan.

Presiden Prabowo kemudian melanjutkan kunjungan ke Kalimantan Tengah untuk kembali mengecek sekaligus memimpin penanganan karhutla. Dua hari kemudian, pada 24 Agustus 2026, Presiden berkunjung ke Riau dan Palembang untuk memimpin rapat serta memastikan penanganan karhutla berjalan.

Tak berhenti di sana, pada 26 Agustus 2026, Presiden Prabowo juga mendatangi Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa. Presiden sekaligus memastikan bantuan dan penanganan pascabencana berjalan dengan baik.

Hasil nyata diplomasi luar negeri

Menurut Qodari, rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa persoalan dalam negeri tetap menjadi perhatian Presiden, meski di saat yang sama pemerintah menjalankan diplomasi di tingkat internasional.

"Pemerintah memahami bahwa publik kerap bertanya, apa manfaat langsung dari kunjungan luar negeri Presiden ke Rusia beberapa hari lalu?" ujar Qodari.

Ia menilai pertanyaan tersebut wajar, mengingat kunjungan Presiden ke Rusia berlangsung ketika Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan domestik, termasuk gempa bumi di NTT serta karhutla di sejumlah provinsi.

Namun, Qodari menegaskan bahwa agenda luar negeri Presiden juga diarahkan untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan mencari peluang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

"Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka peluang ekonomi, dan membawa manfaat nyata kembali ke Indonesia," katanya.

Peluang ekonomi dan gaet investasi buat rakyat

Qodari menjelaskan, semakin banyak peluang ekonomi yang dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi investasi, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, hingga ketahanan ekonomi Indonesia.

Hal itu, menurut dia, tercermin dalam kunjungan Prabowo ke Rusia dan kehadirannya dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. 

Dalam forum tersebut, Presiden mengajak pelaku usaha global untuk berinvestasi dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.

Prabowo juga mendorong Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral apabila kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia resmi berlaku. 

Penguatan kerja sama Indonesia-Rusia

Selain perdagangan dan investasi, Presiden turut mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di bidang pangan dan energi. 

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi ketidakpastian global.

Qodari menegaskan, penanganan persoalan dalam negeri dan diplomasi luar negeri bukan dua agenda yang saling bertentangan. 

Keduanya justru dijalankan secara bersamaan untuk mencapai tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Oleh karena itu, bagi Indonesia, mengatasi tantangan di dalam negeri dan memperjuangkan kepentingan nasional melalui diplomasi bukanlah dua hal yang bertentangan," kata Qodari.

"Keduanya merupakan tugas yang dijalankan secara bersamaan, saling melengkapi, dan bertujuan untuk menyejahterakan rakyat Indonesia," lanjutnya. (aLf/aNs)

Gen Z Takeaway

Presiden Prabowo menegaskan bahwa urusan domestik tetap jadi prioritas, mulai dari karhutla hingga dampak gempa NTT, sebelum menjalankan agenda luar negeri. Di sisi lain, diplomasi ke Rusia diarahkan bukan sekadar seremonial, tetapi untuk membuka peluang investasi, perdagangan, pangan, energi, dan lapangan kerja. Jadi, agenda dalam negeri dan luar negeri bukan dua jalur yang bertabrakan, melainkan dua strategi yang berjalan paralel untuk memperkuat kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Bakom RI Kepala Bakom RI Muhammad Qodari Kunjungan luar negeri Rusia Presiden Prabowo Prabowo Subianto

Infografis

Terkini